Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 47 : Pertarungan Awal


__ADS_3

Hari berikutnya kami mendengarkan setiap pergerakan musuh dari mulut Eoni sendiri, semenjak kekalahannya pasukan kakaknya telah memberikan penjagaan lebih ketat di benteng-benteng pusat hingga hampir semuanya tak bisa tertembus.


"Bagaimana menurutmu Cassiopeia?"


"Memang sulit untuk menyerang secara diam-diam namun jika mencoba mengalahkan para penjual budak hal itu masih mungkin."


"Mereka berdua kenalan kakakku, mereka bilang suka menetap di luar ibukota."


"Kalau begitu seperti sebelumnya kita akan menyerang mereka lebih dulu sebelum ibukota, agar bisa secara efektif kita akan menyerang dua tempat ini secara serempak.


"Mereka menggunakan Unit Zeltras memang kau bisa menghadapinya?"


"Jangan khawatir aku juga punya satu, dan satu lagi akan dihadapi Andelona, Hoshimiya dan juga Cassiopeia, senjata mereka bisa mengatasinya."


"Tunggu, kenapa aku dilewatkan, aku instruktur aku juga bisa mengendalikan unit Zeltras."


Aku melirik ke arah Cassiopeia.


"Aku bisa memberinya satu tapi akan cukup memakan waktu untuk membuat dari awal akan lebih baik mengambil satu dari musuh dan sedikit merubahnya."


"Kalau begitu kalian bisa mengambil milik Yon, dan aku akan mengurus milik San."


"Dimengerti."


"Untuk Geonia maaf harus membuatmu menunggu di sini, bisakah kau berbicara dengan demi human lainnya dan membuat mereka sedikit tenang dengan situasi ini."


"Serahkan padaku."


Dia menjadi gadis yang kuat.

__ADS_1


Aku menyerahkan kunci mobil pada Sento sementara aku menaiki Nemesis untuk terbang ke lokasi tujuanku, Eoni turut ikut dan duduk di dalam kokpit di pangkuanku.


"Jadi begini rasanya di dalam unit Zeltras, agak sedikit panas juga."


"Tidak, masalahnya karena kau menempel padaku."


"Mau bagaimana lagi lagipula kokpit ini hanya diperuntukkan untuk satu orang."


"Jika sudah tahu harusnya kau tidak naik."


"Dan melewatkan pemandangan hebat ini, jelas tidak akan."


Aku menggunakan sihir untuk membuat Nemesis sedikit lama terbang di atas langit. Qiora sedikit komplain.


"Harusnya aku yang duduk di sana, gadis ini juga terlihat bersenang-senang."


"Apa maksudmu aku bersenang-senang, aku hanya mencoba melompat-lompat kecil dipangkuan Weis dan memeluknya."


Aku hanya mendesah pelan saat Eoni menggoda Qiora yang jelas bukan manusia. Aku menggunakan roket pendorong untuk sedikit lebih cepat sampai di kota pilihanku.


Robot ini jelas sangat mencolok jadi tidak perlu menyembunyikan diri lagi, aku meminta Eoni yang berbicara dan mereka jauh lebih terkejut.


"Aku datang untuk menghancurkan perbudakan siapapun yang bertanggung jawab cepatlah keluar."


"Serang robot itu."


Beberapa mengirim serangan langsung dan itu sama sekali tidak berguna.


Sihir akan dinetralkan oleh sistem ESD, sementara senjata biasa tidak akan merusak bagian Nemesis, dari segi kekuatan aku yang menang.

__ADS_1


Aku menghempaskan mereka dengan gerakan kaki hingga terlempar ke segala arah, hingga satu-satunya yang siap bertarung adalah unit Zeltras lain dengan nomor 3.


"Akhirnya dia muncul."


"Weis boleh aku saja yang menggunakan Nemesis."


"Ini pertarungan sulit aku tidak bisa melakukannya."


Sebuah layar muncul dan menampilkan pria tanpa zirah apapun seperti yang sebelumnya kulawan.


"Kenapa ada dua orang di dalam sana?"


"Ini unit milikku, wanita ini hanya kebetulan ikut."


"Kejamnya, aku juga ingin bertarung."


"Terserahlah, karena kau berani menantangku aku akan melawanmu dengan sungguh-sungguh."


"Kuharap kau lebih kuat dari dua orang itu."


"Jadi begitu, kaulah yang membunuh mereka."


Pembicaraan terputus.


Sepertinya San memang sengaja tidak menggunakan zirah tersebut jadi aku rasa tidak perlu menggunakan meriam itu.


"Pertarungan secara terang-terangan memang lebih baik."


Aku menarik dua pedang dari pinggangku lalu melangkah maju. Dia menembakan misil yang mana kulewati dengan mudah, tepat di depan wajahnya aku mengayunkan pedang dan dia menahannya dengan kapak.

__ADS_1


ESD hanya menangkis sihir jadi tanpa pelindung benturan tetap akan terjadi.


__ADS_2