
Di lantai pertama aku melompat ke udara menebas seekor slime berwarna hijau hingga membuatnya terbunuh, mereka tidak seperti Slime Pembunuh jadi tidak perlu ada yang harus dikhawatirkan kecuali jumlahnya yang cukup banyak.
Cassiopeia duduk di atas batu selagi melipat kakinya bersama Hoshimiya yang menembaki musuh kami dari kejauhan. Hanya aku dan Andelona yang menyerang di depan.
Ini adalah formasi standar kami yang mengandalkan keahlian masing-masing, ngomong-ngomong keahlian Cassiopeia adalah menganalisa monster dengan sesuatu mirip seperti alat di tangannya jadi tak masalah jika dia terus berada di belakang dan tak melakukan apapun.
Aku menggunakan peluru air dan itu menembus tubuh mereka, Andelona memotong mereka dengan gergaji miliknya hanya saja ekpresinya terlihat kecewa.
Tidak sulit untuk membaca pikirannya sekarang atau lebih tepatnya dia dengan senang akan mengatakannya.
"Mereka tidak memiliki tekstur daging dan darah yang kuinginkan."
Mari abaikan saja, di antara para slime ada slime besar yang muncul dan hanya sekali tembakan dari peluru Hoshimiya itu mengakhiri perjalanan kami di lantai pertama.
"Kita bisa melanjutkan ke lantai berikutnya, tapi lebih baik berisitirahat sebentar."
Kami membuka perbekalan kami untuk menikmati roti di dekat genangan mata air.
"Tak kusangka kita perlu waktu lama untuk menyelesaikan lantai pertama, aku sangat bosan."
"Jangan mengatakannya seperti kau telibat dalam pertempuran barusan," aku memprotes perkataan Cassiopeia. Di saat yang sama Hoshimiya menyuapiku.
"Aku bisa melakukannya sendiri Hoshimiya."
"Tak masalah, aku senang melakukannya."
Aku sangat beruntung punya kekasih seperti Hoshimiya.
"Karena kita berada di dungeon kita benar-benar harus berhati-hati untuk tidak meledakan tempat ini, aku sedikit kecewa karena tidak bisa menggunakan gergajiku secara maksimal."
"Apa tidak kelelahan menggerakkan senjata sebesar itu?"
__ADS_1
"Aku sudah biasa."
"Kalau bisa aku juga ingin menggunakan meriam."
Ide Cassiopeia jelas tidak akan kami setujui. Daya ledaknya lebih kuat dari siapapun.
Dari slime beralih ke arah monster-monster menyerupai serangga, seperti kecoak dan lipan.
Lipan memiliki harga tinggi jadi saat mereka dikalahkan kami akan mengambil cangkang mereka untuk ditukar uang nantinya.
Aku melompat saat satu kecoa terbang dan hendak menerkamku dari atas, berguling aku memberikan tebasan di antara lehernya dan itu memenggalnya dengan baik.
"Weis hati-hati yang di atas mereka bisa menyemburkan cairan asam."
Aku menghindarinya dengan baik dan mengirim tebasan air pada mereka hingga berjatuhan, sesuai yang diharapkan dari Cassiopeia dia memang cocok mengambil peran tersebut.
"Ugh... Andelona dimakan."
"Aku lupa."
Aku menyelamatkan Andelona yang ditelan seekor katak, syukurlah dia masih hidup.
"Aku kesulitan untuk memotongnya dari dalam."
"Sebaiknya kau tidak melakukan itu, kau bau dan penuh lendir lengket."
"Ini sesuatu yang pria lakukan pada wanita yah."
"Tidak."
Karena lantai ini dipenuhi serangga para katak yang berada di bawahnya naik ke lantai ini untuk berburu, karena kami telihat kecil mereka juga beranggapan bahwa kami juga mangsanya.
__ADS_1
Dua katak berhasil di robohkan dan kami sedang berunding apa katak ini bisa dijual.
Hoshimiya berkata.
"Dibanding menjualnya bagaimana jika kita coba mengolahnya jadi makanan."
"Aku pikir juga begitu, biar aku yang memotong-motongnya."
Orang ini hanya suka melakukan hal sadis.
Kami memberikan peran itu pada Andelona sementara sisanya menyiapkan peralatan untuk memaksa.
Cassiopeia mengeluarkan alat panggangan portabel yang bisa kami gunakan.
Aku sebenarnya selalu berpikir sebenarnya siapa Cassiopeia itu dan saat aku memberanikan diri bertanya dia mengatakan bahwa dia berasal dari kota mesin di mana di sana manusia dilatih berbagi keahlian dalam berbagai teknologi dan di sana siswa berbakat selalu dikurung di dalam sebuah ruangan mirip di sebuah penjara.
"Jangan bilang, kau melarikan diri dari sana?"
Dia mengangguk sebagai balasan, Hoshimiya memeluknya.
"Pasti Cassiopeia memiliki kehidupan yang sulit.. Weis."
"Apapun yang terjadi jika mereka berniat mengambilmu lagi kami akan melindungimu."
Andelona yang sangat peduli dengan makanan berkata.
"Weis sepertinya dagingnya sudah matang."
"Ah benar."
Kami memakannya dengan senang dan melanjutkan perjalanan kami kembali.
__ADS_1