Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 36 : Keberangkatan


__ADS_3

Semua bahan makanan, perlengkapan serta oleh-oleh telah dimasukkan ke dalam mobil, seperti biasanya aku yang mengemudi sementara mereka semua bersantai.


"Waktunya bersulang."


"Ooh."


Mereka terlalu santai.


Geonia yang duduk di sebelahku dengan senang berbicara padaku seperti menceritakan bagaimana tempat tinggalnya dan juga orang-orang yang dikenalnya.


Melihat senyuman seperti itu akan selalu membangkitkanku untuk melindunginya, aku memutar untuk melewati hutan, dibanding menerobosnya aku memilih melakukan hal ini.


Mobil ini digerakkan oleh mana meski begitu karena jumlah manaku yang luar biasa aku tidak perlu khawatir karena kesulitan.


Sore hari telah berganti malam dan kami beristirahat saat tengah malam sebelum melanjutkan perjalanan keesokan paginya.


Lokasi yang akan kami kunjungi adalah lokasi dimana Ichi berada, dia di kenal sebagai raja langit yang paling berkuasa untuk daerah pegunungan maka hampir dipastikan seluruh pasukannya ahli dalam hutan.


Aku memasukan kembali mobil ke dalam sihir penyimpananku dan dari sini kami akan melanjutkan dengan langkah kaki, Hoshimiya bertugas melindungi Geonia, Sento dan Andelona mengawasi belakang sementara aku di depan.


Untuk alasan tertentu Cassiopeia berada di bahuku.


"Kita bisa ketahuan jika kau duduk di sana."


"Aku malas berjalan kaki."


Orang ini.


"Aku akan menggendongmu jadi turun."

__ADS_1


"Baiklah."


Aku menggendong Cassiopeia di depan, karena dia paling kecil sudah jelas langkahnya sedikit kesulitan untuk mengikuti langkah kami jadi tidak masalah. Kami berhenti untuk melihat beberapa orang yang sedang mencoba meniduri banyak wanita.


Pemandangan seperti inilah yang kubenci.


Aku berkata pada Andelona.


"Kuserahkan semuanya padamu."


"Dengan senang hati," balasnya mengacungkan jempol.


Dia keluar dengan ganas setelah menyalakan gergaji mesin di tangannya, suaranya yang nyaring menghentikan semua orang dan para wanita berlarian ke belakangnya.


"Sepertinya kalian sangat bersenang-senang maka, boleh aku ikut juga."


"Kau terlihat cantik jadi."


"Darah yang indah haah... haah... haaah, lebih, lebih, aku ingin lebih melihat darah serta daging kalian yang tercabik-cabik."


Sento melirik ke arahku.


"Apa dia masih waras?"


"Aku juga mempertanyakan hal sama."


Di sisi lain dia gadis imut dan di sisi lain dia iblis, itu seperti melihat dua gambar berbeda pada satu koin.


Dua pria menarik pedangnya untuk melesat ke depan, Andelona mengantisipasi setiap pegerakan mereka dengan gerakan cepat, semua orang pasti akan terkejut bagaimana seorang gadis bisa membawa senjata sebesar itu sendiri, dia melompat lalu menebaskan gergajinya di antara leher keduanya hingga terpenggal.

__ADS_1


Ketika mereka mati dia masih menggergaji tubuh mereka hingga berantakan. Semua orang yang melihat memiliki ekpresi ketakutan dan mulai berhamburan tentu Andelona tidak akan membiarkannya, dia bahkan bersenandung.


"Siapapun tak akan kubiarkan lari 🎵 bunuh semuanya dan mutilasi🎵."


Kedua kaki seseorang telah dihancurkan, ketika dia berteriak atas nyawanya gergaji itu merobek dadanya dengan kejam.


"Tunggu, hentikan, aku menyerahkan... gyaaaah."


Sepertinya ada satu lagi, aku menggunakan sihir teleportasi dan jauh dari sana tampak seorang wanita yang sedang pasrah ditiduri pria.


Aku muncul di belakangnya.


"Sepertinya kau bersenang-senang."


"Siapa?"


Tepat saat dia berbalik bilah pedangku meluncur dari samping membelah kepalanya sejajar dengan mata. Darah bercampur cairan otak menyembur dari sana bersama tubuh yang roboh ke samping.


"Kau tak apa?"


"Um."


Aku mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri. Aku rasa Andelona juga sudah selesai di sana.


Mereka benar-benar dihabisi terlebih dirubah menjadi seonggok daging.


"Apa yang harus kita lakukan pada mereka?" tanya Sento untuk mengkonfirmasi para korban.


"Bukannya kau instrukturnya."

__ADS_1


"Aku tidak masalah jika kau mengambil alih."


Aku rasa dia gagal sebagai pengajar.


__ADS_2