
Andelona melompat sambil menyeringai saat dua pukulan robot berusaha mengenainya, dia menggunakan tangan itu sebagai pijakan lalu melesat ke tempat penggunanya berada.
"Si sadis itu, apa dia berusaha membunuhnya?"
"Jangan khawatir Weis, aku pikir Andelona hanya mencoba menakutinya sedikit," perkataan Cassiopeia sama sekali tidak membuatku tenang.
Dengan ganas dia menggergaji bagian Kokpit hingga menyisakan seorang siswa akademi yang ketakutan.
"Duduk di dalam sini pasti sangat nyaman, hora... apa kau ingin mencoba merasakan bagaimana gergajiku."
"Menjauhlah dariku."
Itu teriakan paling keras yang dikatakan seorang pria.
Tangan robot berusaha menepis Andelona menjauh dan dia hanya melompat mundur untuk menghindarinya sebelum melesat kembali memotong kedua kakinya demi mematahkan keseimbangannya.
Sementara siswa itu lari, Andelona memuaskan diri dengan memotong-motong seluruh bagian robot itu, aku bisa melihat bagaimana Lita sangat frustasi melihatnya bagaimanapun itu memang milik akademi.
Adapun untuk orang-orang hanya bisa mengatupkan mulut mereka dengan sesuatu yang mengejutkan ini. Sebuah gergaji bisa menghancurkan unit Zeltras sesuatu yang tidak akan kau temui dimana pun kecuali di sini.
"Fuah, aku sangat puas... sekarang giliranmu Hoshimiya."
"Ah iya."
Hoshimiya melangkah maju ke arena siap menantang pria lainnya yang telah berada di dalam kokpit Unit Zeltras.
"Kalau begitu aku mulai."
Sementara semua orang mencibir sosok Hoshimiya yang berdiri tanpa persiapan dia mengeluarkan sebuah kubus dari balik pakaiannya dan sesuai yang kuduga semua orang hanya bisa terdiam.
Itu seperti armor yang kulihat sebelumnya.
"Apa itu?Aku baru melihat Eternal Suit seperti itu? Apa akademi menyembunyikan banyak hal pada kita."
__ADS_1
"Itu mengagumkan."
Tanpa perlu waktu lama untuk melihat pertarungan Hoshimiya, dengan sekali tembakan Unit Zeltras dijatuhkan dengan sempurna.
Setelah kemenangannya dia melompat ke arahku.
Ini terasa sangat lembut.
"Akan kukalahkan lawanku dengan cepat juga."
"Berjuanglah Cassiopeia."
"Aah."
Atas pernyataanku dia melambaikan tangannya, di depannya masih ada unit Zeltras yang lainnya, sekarang Lita menantapku dengan pandangan putus asa.
Maafkan aku, aku tidak bisa melakukan apapun.
Semakin banyak kerusakan yang dilakukan oleh anggota partyku maka semakin banyak pula pekerjaan yang harus dilakukannya nanti, lain kali aku akan mentraktirnya sesuatu.
Jika seseorang kuat karena menggunakan kekuatannya maka Cassiopeia kuat karena memiliki kecerdasan yang berada di batas tidak normal.
Tiba-tiba saja unit yang melawannya roboh ke samping setelah menerima lubang besar di tubuhnya, bagaimanapun dia menembaknya dengan meriam raksasa yang bahkan tidak bisa dibayangkan banyak orang.
"Aku menang, Weis berlutut."
"Baiklah."
Dia juga harus dihadiahi dengan pelukan.
"Tidak adil, aku juga ingin dapat pelukan," protes Andelona.
"Tentu."
__ADS_1
Ini buruk, aku mulai ketagihan dengan hal seperti ini, tidak ada waktu untuk memikirkan hal aneh-aneh sekarang waktunya untuk giliranku.
Kudengar Figo tidak menggunakan unit Zeltras milik akademi melainkan milik dirinya sendiri.
"Semoga beruntung Weis."
"Aah, aku pasti menang."
Aku masuk ke dalam Kokpit dan layar yang gelap mulai bersinar terang dengan pemandu Elf di dalamnya.
"Master."
"Kenapa kau tidak mengenakan pakaianmu?"
"Ini fanservis pelayanan khusus untuk masterku."
Pasti Cassiopeia memasukan data-data aneh padanya.
"Tolong kenakan pakaianmu kembali."
"Yeay tubuh dewasaku membuat master malu."
"Apa kepribadianmu didapat dari pembuatmu."
"Tentu saja tidak, aku memiliki kecerdasan sendiri... aku mendapatkan ini dari faktor lingkungan serta menganalisa apa yang semua orang paling suka lakukan."
Aku tidak ingin bertanya lebih jauh soal lingkungan akademi lagipula aku pernah melihat sesuatu yang tidak boleh kulihat di gudang soalnya.
"Aku merekam aktivitas di dalam gudang sekolah apa master mau melihatnya."
"Tidak usah."
"Hubungan gadis dan gadis membuat jantung berdebar-debar."
__ADS_1
"Kau mengatakannya seperti kau salah satunya."
Aku menggerakkan tuas pengendali dan selangkah demi selangkah Nemesis keluar dari ruang tunggu.