
Pada akhirnya hanya aku dan Cassiopeia saja yang melanjutkan perjalanan ke markas utama. Aku memaksa Sento namun dia bersikeras untuk tetap tinggal bersama yang lainnya.
Entah kenapa aku hanya bisa menghela nafas panjang.
"Jangan khawatir Weis, bukannya bisa berduaan denganku adalah sesuatu hal yang kau inginkan... kau tidak menyangkalnya, dengan kata lain kau Lolicon, Andelona Hoshimiya aku akan tumbuh dewasa di tempat ini."
Aku ingin melemparkannya ke jurang sekarang.
Kami mendaki tanah terjal dan seperti yang diduga ada sebuah bangunan mencurigakan di atasnya, di sebelah bangunan tersebut ada unit Zeltras bertuliskan angka satu.
Aku dan Cassiopeia bersembunyi di balik batu, sambil menunggu persiapannya aku akan mengawasi lebih jauh.
Ada 20 orang di sana, kemungkaran besar dengan bangunan tersebut sekitar 10 orang ada di dalamnya.
Cassiopeia mengeluarkan sebuah mobil kecil beserta remote control.
Dia seorang penemu jadi aku sudah tidak aneh lagi.
"Lalu apa yang bisa dilakukan si kecil ini?"
"Aku bisa mengendalikannya dari jauh, ketika masuk ke dalam bangunan tersebut aku akan meledakannya."
Orang ini benar-benar kejam.
Si kecil mulai melaju di jalanan kerikil, para penjaga yang sebelumnya tak peduli mulai berdatangan untuk memperhatikannya, saking hebohnya mereka memanggil satu sama memanggil.
"Hey, lihat ini."
"Apa ini? Seperti sebuah kendaraan."
__ADS_1
"Lebih baik kita hancurkan."
Cassiopeia tersenyum penuh tantangan. Aku penasaran kenapa kelompokku selalu memasang ekspresi seorang penjahat bahkan pakaian seragam akademi yang kami kenakan jadi hanya hiasan saja.
"Saatnya kutunjukan skill manuverku fuhaha."
Tertawa seperti orang jahat juga.
Para penjaga berusaha untuk menghancurkan si kecil namun itu secara ajaib mampu melewati mereka tanpa kesulitan. Beberapa orang berusaha menyergapnya namun dari belakang mobil muncul sebuah roket pendorong yang membuatnya terbang dan menembus jendela.
Selanjutnya.
Bam.
Ledakan terjadi.
Dia Ichi sebagai pemimpin orang-orang barusan.
"Jadi begitu, dia mengenakan zirah yang diperkuat dengan sihir pertahanan, Weis kurasa itu bagianmu."
"Kenapa kau tidak bertarung dengannya juga?"
"Apa kau mau gadis kecil polos sepertiku ikut bertarung."
"Hentikan... jangan bersikap seperti gadis imut."
Ichi segera menaiki unit Zeltras miliknya dan aku pun segera mengeluarkan Nemesis saat dia telah mendengar suaraku.
Aku duduk di kokpit dan Qiora menyambutku dengan senyuman kejam.
__ADS_1
"Anda jarang menggunakanku master, aku benar-benar marah."
"Aku tidak mungkin membawamu berkeliling kota begitu saja, selama itu aku hanya menyimpanmu di sihir penyimpanan, aku benar-benar minta maaf."
"Apa boleh buat, aku akan memindai lawan kita yang sekarang."
"Tolong yah."
Qiora memiliki kepribadiannya sendiri dibanding merasa berbicara dengan mesin ia semakin lama jadi semakin mirip manusia.
Layarku menampilkan pria botak dengan Zirah.
"Berani sekali kau menghabisi seluruh anak buahku, dilihat dari seragammu kau berasal dari akademi."
"Begitulah, kau bisa menganggap bahwa kami disuruh untuk membunuh kalian."
"Kalian terlalu meremehkan kami, terserahlah kalian harus membayarnya."
Ichi menarik gagang pedang dan dari sana sebuah pedang terbuat dari cahaya dimunculkan.
"Sepertinya ini akan menarik."
Aku juga menarik pedang dari pinggang Nemesis sebelum melangkah maju. Kedua pedang secara seimbang saling berbenturan.
Aku memunculkan beberapa roket peledak membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan sebelum menusukan pedangku dari depan.
Ada sebuah medan magnet yang menghalangi hingga aku mundur tanpa memberikan damage apapun.
Barusan apa dia memberikan sihir pada robotnya, aku mengkonfirmasi hal itu pada Cassiopeia.
__ADS_1