Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 19 : Sebuah Persiapan


__ADS_3

Sehari sebelum melawan anak dari bangsawan Marquez aku menyempatkan waktu untuk datang ke bengkel, Di sana semua orang tersenyum seolah menungguku sejak lama.


Hoshimiya, Andelona, Cassiopeia terlebih juga Lita. Mereka jelas semakin akrab.


"Mungkinkah hari ini ulang tahunku?"


"Mana mungkin kami merayakannya di saat seperti ini, dan juga aku yakin ini bukan hari ulang tahunmu," lawakanku diserang secara brutal oleh Lita.


Cassiopeai berkata.


"Dibanding kami kau orang yang paling santai selama ini dan sekarang saatnya kau menunjukkan ekpresi keterkejutan oleh karya terbaikku."


"Tenang saja aku siap menunjukan reaksi terbaikku," Hoshimiya dan Andelona juga terlihat puas dengan jawabanku hanya Lita saja yang memegangi kepalanya.


"Aku tidak habis pikir kenapa ada kelompok seperti kalian tapi biarlah itu membuat semuanya terlihat menyenangkan."


"Kalau begitu dimulai dari Andelona."


"Akan kutunjukan."


Gergaji miliknya sekarang lebih besar dari yang kuingat, itu berwarna abu metalik dengan ukiran yang cukup membuat semua orang bergidik takut.


Saat dia menyalakannya bunyi khas dari gergaji terdengar nyaring, dia mencoba menghancurkan sebuah besi dan itu terbelah tanpa kesulitan.


"Aku sudah meningkatkan kemampuannya, bahkan kini gergaji Andelona bisa memotong unit Zeltras sekalipun."


Ah, Cassiopeai menambah tingkat kebrutalannya, tak hanya itu, gergajinya kini berubah bentuk menjadi meriam lalu menembakan tembakan mengerikan yang bisa melubangi tembok baja.


Dia semakin berbahaya.


"Weis, apa kau melihat itu... bukannya ini hebat, nnn... nnn.. aku pasti bisa membunuh siapapun lebih mudah sekarang...akh... aku sangat terangsang, Weis aku basah."

__ADS_1


Orang normal tidak menunjukan hal seperti itu. Dia bahkan sengaja membuka kakinya, di zaman sekarang moral memang telah jatuh.


Terlepas dari itu sekarang waktunya tugasku menunjukan wajah terkejut.


"Uwaaah, apa itu? Yang barusan sangat hebat, Andelona kau yang terbaik."


Hoshimiya menatapku penuh kecurigaan.


"Kenapa rasanya itu dibuat-buat."


Apa yang kau katakan aku sudah berjuang keras di sini, sekarang giliran Hoshimiya yang menunjukkan kemampuan barunya, dia membawa Eternal Suit di tangannya, ketika diaktifkan dia ditutupi body suit putih dengan sayap mesin, ada sebuah hiasan sayap di rambutnya dan di kakinya terlihat sepatu hak dibuat khusus untuknya.


Bagaimana mengatakannya dia mirip seperti malaikat hanya saja di sekujurnya banyak senjata mematikan khususnya sebuah pedang laser dan meriam.


"Bagaimana?"


"Hebat sekali, penampilanmu juga sangat cocok, apa itu terasa berat?"


Hoshimiya juga bisa terbang, itu luar biasa.


"Hoshimiya luangkan waktumu nanti malam."


"Kita kan tidur bersebelahan, lakukan apa yang kau inginkan, aku akan menerima semuanya."


"Kalian melakukan hubungan terlarang di akademi suci ini, sebaiknya aku laporkan pada kepala sekolah."


"Lita kupikir kau perlu uang untuk memperbesar tempat ini."


"Kalian berusaha menyogokku kan."


Mengabaikan omong kosong kami, yang terakhir yang akan ditunjukkan adalah benda yang sejak tadi ditutupi kain yang berada di belakang Cassiopeia.

__ADS_1


"Ini adalah maha karya yang hebat untukmu Weis."


Hanya dalam waktu singkat dia bisa membuat hal seperti ini, saat kain dibuka aku bisa melihat sebuah robot raksasa di sana, ia memiliki perbedaan dengan unit Zeltras dimana warnanya lebih di dominasi oleh biru dan putih serta dua pedang di pinggangnya.


"Aku yakin kau bukan tipe orang yang suka bertahan, alih-alih membuat pedang dan perisai aku membuat keduanya adalah pedang."


"Ini luar biasa Cassiopeia, apa kau ini sebenarnya murid jenius?"


"Aku memang jenius, puji aku... sekarang cobalah."


Lita pun mengangguk mengiyakan, hanya dalam waktu singkat dia bisa menciptakan unit seperti ini.


Rasa kagumku naik beberapa persen untuknya, ketika aku duduk di kokpitnya layar mulai dihidupkan dan di sana ada sebuah wujud elf berpakaian pelayanan yang berbicara padaku.


Ia memiliki rambut pirang dan bergerak layaknya makhluk hidup.


"Selamat datang Master, namaku Qiora mulai sekarang dan seterusnya saya yang akan melayani anda."


Aku menggunakan komunikasi jarak dekat.


"Ada gadis elf di sini, apa tak masalah."


"Itu hanya Artificial Intelligence."


"Artinya?"


"Kecerdasan buatan, dia makhluk yang kubuat dari beberapa data untuk membantumu, lebih dari itu cobalah untuk menggerakkannya sampai ke luar."


"Dimengerti.


Berbeda dari robot yang sebelumnya ini lebih mudah digunakan.

__ADS_1


"Aku akan menamainya Nemesis."


__ADS_2