Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 49 : Menyerang Ibukota Aloysius


__ADS_3

Sungguh mengejutkan bahwa saat aku dan Eoni kembali ke markas kelompok Sento telah lebih dulu berada di sana.


"Kau lama sekali Weis," suara itu datang darinya.


"Kami harus mengumpulkan dulu makanan sebelum datang kemari."


"Makanan."


"Kalian langsung bersemangat jika mendengar makanan."


Aku melompat keluar bersama Eoni yang kugendong di depan, dia masih bersemangat tentang bagaimana kami mengalahkan unit Zeltras musuh.


Casandra dan Talia keluar dari tubuhku dengan pakaian pelayan.


"Bagaimana kalian bisa berganti pakaian?" tanya Hoshimiya.


"Kami membuat pakaian dari energi roh," jawab Casandra.


"Itu sangat praktis."


"Tuan, bahan makanannya?"


Talia meminta lebih dulu dan aku mengeluarkan berbagai daging dari rusa, beruang serta makhluk buas lainnya.


Semua orang terkejut.


"Ini sangat banyak, kalau begitu biar aku yang memotongnya dengan gergajiku."


Aku bisa menyerahkan hal itu padanya dan untuk urusan memasak diberikan pada dua roh agung, Geonia tampak bahagia melihatku serta di belakangnya juga banyak para budak yang telah diselamatkan oleh anak buah Eoni.

__ADS_1


"Syukurlah Weis pulang dengan selamat."


"Tentu saja aku akan baik-baik saja, aku kuat... bagaimana apa kau menemukan keluargamu?"


"Iya, mereka baru saja tiba."


Aku bisa melihat ras Mermaid yang sedang duduk beristirahat, kedepannya akan semakin banyak dari mereka yang muncul.


Aku mendekat ke arah Unit Zeltras yang diambil oleh Sento. Cassiopeia di sebelahku menjelaskan.


"Karena kerajaan ini tidak memiliki unit Zeltras kita bisa bertarung tanpa menggunakannya jadi aku akan menyimpannya untuk nanti di bengkel, dan coba lihat ini."


Aku menerima cetak biru darinya.


Berbeda dari bentuk Nemesis yang kumiliki, robot yang dibuat untuk Sento memiliki empat tangan dengan warna merah mengkilap.


"Aku akan menyebutnya Red Lily."


"Nemesis tipe bertarung jarak dekat bukan."


Aku mengangguk mengiyakan.


"Jadi aku pikir kita harus memiliki tipe serangan jauh, dengan empat tangan aku ingin meletakan busur raksasa untuknya, paling tidak Red Lily bisa menembak target sejauh 1mil."


"Itu serangan mengerikan."


"Sento akan jadi unit kita jadi tak masalah jika dia yang mengoperasikannya."


"Dengan begitu aku malah menjadi pemimpinnya dibandingkan dirinya."

__ADS_1


"Kau bisa berkerja keras ke depannya."


Hoshimiya memanggil kami berdua.


"Makanannya sudah siap."


"Kami akan ke sana."


Dengan kemenangan ini kami mengadakan pesta untuk semua orang, malam harinya aku memiliki malam menggairahkan dimana aku tidur dengan Hoshimiya, Casandra dan juga Talia. Aku perlu menggabungkan manaku dengan mereka jadi kami tak hentinya berciuman sepanjang malam.


Sepertinya aku mulai terbiasa dengan ini, aku juga mulai mencoba menyentuh mereka di beberapa titik yang lembut.


"Weis, itu kasar."


"Maaf, aku masih belum berpengalaman."


"Jangan khawatir biar kami ajari secara perlahan."


Kurasa aku jadi pria dewasa sekarang.


Mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh Eoni kami berniat menyerang kawasan ibukota sekarang, Sento tampak muram karena tidak menggunakan unit Zeltras yang dia curi sebelumnya jadi aku menghiburnya.


"Unit itu belum siap, setelah Cassiopeia mengubahnya kau akan bisa menggunakannya secara leluasa, bukannya saat itu Red Lily akan terlihat bagus."


Dan perkataanku membuatnya kembali bersinar.


Dia gampangan terlepas dari sifatnya yang suka menghukum.


Ada tiga benteng yang harus kami kalahkan, kami tidak perlu mengalahkan mereka, hanya dengan mengalahkan orang-orang penting di benteng tersebut kami akan menang secara otomatis.

__ADS_1


Andelona, Sento, Cassiopeia, Hoshimiya, aku dan juga Eoni yang entah kenapa malah ikut siap menyerang sekarang. Saat matahari terbenam aku melemparkan kait ke atas benteng begitu juga Hoshimiya dan secara bergiliran memanjatnya ke atas puncak.


__ADS_2