Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 57 : Keberadaan Buku Selanjutnya


__ADS_3

Elma yang bertugas sebagai resepsionis sekaligus orang yang bertanggung jawab padaku sangat senang saat aku menunjukan kesembilan kepala naga yang kukalahkan.


"Ini luar biasa, aku akan menyiapkan uangnya... tolong tunggu sebentar."


"Terima kasih."


Aku meminta Casandra dan Talia untuk mengambil tempat di bar yang dikelola guild sementara aku menunggu Elma kembali dengan uangku.


"Sebanyak ini."


"Kalian pantas mendapatkannya, kalau begini aku juga akan mendapatkan bonus dari guild atau dapat promosi juga."


"Aku turut senang juga kalau begitu."


"Ngomong-ngomong Weis, apa besok kau punya waktu aku mengambil cuti.. mau keluar bersama?"


Aku jelas tidak memiliki apapun untuk dilakukan di akademi karena itu aku menerimanya. Jika kau perhatikan Elma memang imut jadi sayang jika melewatkan untuk pergi bersama dengannya.


"Hebat, pagi-pagi sekali aku akan menunggu di alun-alun kota."


"Baiklah."


"Aku akan memberikan hadiah juga."


"Aku menantikannya."


Casandra dan Talia menatapku dengan penuh kecurigaan.


"Apa?"


"Menggaet seorang gadis polos dan mencoba untuk mengambil kesuciannya, itu kriminal."

__ADS_1


"Benar tuan, ia masih muda jadi jangan sampai."


"Kalian seenaknya saja, aku sudah cukup memiliki kalian."


"Aku sangat terharu tuan, meski begitu tolong jangan terlalu sering melakukan itu dengan kami paling tidak sehari satu atau dua kali saja, meski kami tidak akan hamil kami juga kelelahan loh."


Casandra segera menutup mulut Talia.


"Hentikan jangan buat tuan malu."


"Aku merasa bahwa barusan aku telah terbongkar."


"Heh, bukannya itu hal normal?"


"Tidak, di zaman sekarang itu artinya tuan akan dicap sebagai orang tidak bermoral."


"Zaman yang mencurigakan."


Aku bisa merasakan tikaman kuat menembus jantungku. Syukurlah karena ada makanan enak yang bisa memulihkan hatiku dengan cepat.


Mau bagaimana lagi, aku ini pria sehat pada umumnya, gumamku berlinang air mata.


"Lalu bagaimana soal buku roh agung selanjutnya tuan?" pertanyaan itu datang dari Casandra.


"Berkat Elma kita memiliki informasi bagus, buku roh agung Arina dan Arisa telah ditemukan."


"Kedua kelinci itu kah, loli berdada besar sungguh mengagumkan."


"Kau tidak seharusnya mengatakan itu."


"Aku tidak sabar untuk melihat mereka juga, walaupun mereka sedikit jahil."

__ADS_1


Aku bisa mengerti apa yang dikatakan Talia, kedua buku itu ahli dalam jebakan serta penggunaan sihir tanah dan angin walau mereka kembar masing-masing dari mereka merupakan buku yang terpisah.


Dari yang dikatakan Elma mereka berada di kota Dapline berada di perbatasan Solovia Empire yang jaraknya sangat jauh dimana perjalananya juga harus melewati ibukota Tarnes.


Aku pikir sebelum kelompokku selesai aku tidak akan pergi kemanapun.


Malam harinya kami kembali ke akademi dan Hoshimiya melompat kepadaku.


"Weis, sungguh membosankan terus berada di bengkel seharian penuh, boleh aku ikut denganmu besok?"


"Sebenarnya tuan ada janji dengan Elma."


"Weis berselingkuh."


Aku tidak tahu harus menjawab seperti apa.


Talia mengubah topik pembicaraan yang didengarkan oleh Cassiopeia dan Andelona juga.


"Aku sedikit penasaran kenapa tuan bisa memiliki hubungan seperti itu dengan Hoshimiya, aku pikir tuan tidak terkena jatuh cinta."


Aku memang menyukai Hoshimiya tapi tidak sampai dibatas saling mencintai, itulah yang coba dia katakan.


"Sebenarnya setiap hari aku mencoba menggoda Weis, saat dia sudah tidak kuat dia menyentuhku dan aku bilang dia harus bertanggung jawab dengan tindakannya dan hasilnya seperti sekarang."


"Dasar wanita licik," ucap Talia dan Casandra secara bersamaan disusul Cassiopeia dan Andelona.


"Teknik seperti itu memang lebih ampuh, kalau saja aku sedikit tumbuh."


"Aku masih tidak mengerti."


Seperti biasa malam hari ini juga berjalan damai.

__ADS_1


__ADS_2