Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 78 : Kerajaan Elvira


__ADS_3

Seminggu semenjak pertarunganku melawan Lord of Abyss aku bisa menjalani hidupku santai sebagai pelajar akademi. Demon Lord Terrytory masih belum bergerak secara signifikan meski begitu kami tidaklah lengah, tinggal dua lagi jenderal yang harus dikalahkan sebelum akhirnya melawan raja iblis sendiri.


"Kita memerlukan bahan pokok untuk pasukan di garis depan, Weis bisakah kau pergi mengunjungi negara Elf, mereka bilang ingin berkontribusi dalam pengadaan sumber makanan bagi pasukan kita."


"Aku tidak keberatan tapi kau yakin memintaku melakukannya, aku hanya siswa akademi loh."


Alya tersenyum jahil.


"Sebenarnya namamu sudah terkenal ke seluruh benua, kau digadang-gadang telah dijadikan sebagai pahlawan."


"Eh sejauh itu."


"Yap, suamiku hanya menunggu sampai ia menerima gelas raja penyihir."


"Bukannya harus bertarung dulu sebelum diputuskan hal itu."


"Aku tidak yakin akan ada yang mau melakukannya tapi jika itu setelah generasimu pasti akan ada lagi pertarungan."


Tanda tanya muncul di kepalaku.


"Singkatnya tidak akan ada orang yang cukup berani untuk mengalahkanmu sekarang, anggap saja kemenangan telat, jadi bagaimana soal misinya."


"Kami akan menerimanya."


"Untuk Cassiopeia tolong jangan ajak dia, aku memerlukannya untuk bekerja di bengkel."


"Dia akan marah."


Orang yang dimaksud menerobos dengan kasar.

__ADS_1


"Tentu saja aku marah, kami sudah bersama-sama sejak lama jadi kami tidak terpisahkan."


"Tapi kau tidak tidur dengannya."


"Weis ayo lakukan di sini, dan kita tunjukkan padanya."


Aku menghela nafas panjang.


"Tolong biarkan Cassiopeia ikut lagipula sekarang aku bisa berpergian jauh dengan singkat, akan kuselesaikan satu hari."


"Kalau begitu itu bagus."


Aku bersama kelompokku muncul tepat di mana elf berada, ini adalah sebuah wilayah yang disebut sebagai kerajaan Elvira yang dihuni oleh elf.


Atas kemunculan kami yang mendadak mereka semua mengacungkan senjata.


"Kalian semua turunkan senjata kalian, mereka berasal dari akademi."


"Maaf atas kekasarannya, mereka sangat ketakutan dengan pasukan Demon Lord Terrytory, silahkan ikuti saya."


"Apa mereka menyerang tempat ini juga?" tanya Hoshimiya.


"Iya, setelah mereka tahu bahwa kami memasok banyak makanan untuk prajurit yang melawan Demon Lord mereka mulai menargetkan tempat ini, ngomong-ngomong apa kau Hoshimiya?"


"Kau mengenalku?"


"Hanya sedikit tapi rumor dari kerajaan tetangga bahwa satu pahlawan yang mereka panggil dari dunia lain telah melarikan diri."


"Apa kau akan menangkapku dan melaporkan hal itu pada mereka."

__ADS_1


Delfina menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu, karena kerajaan itu telah dimusnahkan."


Aku juga turut terkejut dengan hal itu.


"Dimusnahkan?"


"Bagi siapapun yang mengancam keberadaan Demon Lord semuanya akan dimusnahkan, kerajaanmu adalah negara yang mampu memanggil pahlawan jadi tidak aneh jika menjadi sasaran utama."


Sento merenung untuk memikirkannya.


"Itu jelas masalah, dengan kehilangan negara tersebut maka elf tidak memiliki pendukung untuk mempertahankan diri."


"Benar sekali, kami hanya menunggu waktu kami di sini tapi sebelum hal buruk terjadi kami ingin memberikan seluruh hasil panen yang kami punya sekarang."


Andelona menambahkan.


"Kalian jangan dulu menyerah harusnya bunuh mereka."


"Kami tinggal di hutan tidak ada peralatan yang menyamai kekuatan militer mereka."


"Bagaimana menurutmu Weis?"


"Kalau mereka tidak membalas kita hanya harus melakukannya, akan kubuat mereka babak belur."


"Itu perkataan yang selalu kutunggu."


"Mari temui ratu elf dulu sebelum memutuskan."

__ADS_1


Mereka semua naik ke sebuah tangga kayu dan memasuki sebuah ruangan yang hanya ditutup dengan kain saja.


__ADS_2