Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 74 : Mansion Berhantu Selalu Menjadi Pilihan


__ADS_3

"Jadi di sini rumah kita, bagaimana mengatakannya terlihat menakutkan," pernyataan itu keluar dari mulut Lumia.


"Jangan khawatir menurut agennya rumah ini telah dibersihkan oleh pendeta jadi tidak ada hantu lagi yang menghantuinya."


"Jangan percaya begitu saja."


Kami membeli sebuah Mansion yang telah ditinggalkan, tempatnya luas dan bisa menampung seratus orang, halamannya juga terlihat indah hanya sedikit penyesuaian dan perapihan tempat ini layak untuk dihuni kembali.


Lima roh agung keluar dari tubuhku dalam wujud manusia mereka tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing.


"Arina dan Arisa akan bertugas di lantai tiga."


"Laksanakan tuan." x2


"Casandra dan Talia lantai dua."


"Oke." x2


"Hoshimiya dan Andelona lantai satu."


"Dimengerti."


"Aku dan Lumia yang tidak ahli dalam pekerjaan rumah tangga akan memotong rumput di halaman."


"Aku terluka."


Dia seorang bangsawan jadi tidak pernah menyentuh pekerjaan seperti itu.


Aku melanjutkan.


"Yang lain juga akan membantu setelah selesai dengan pekerjaan mereka jadi semangat."

__ADS_1


"Hoy."


Aku memperhatikan mereka semua yang berpencar sesuai tugas masing-masing.


"Lumia?"


"Jangan bicara denganku, aku masih terluka."


"Aku cuma bercanda, aku hanya mengatakan itu agar kita bisa berduaan di sini."


"Kalau begitu oke."


Putri ini cukup mudah ditangani.


Aku memberikan peralatan yang sebelumnya kubeli pada Lumia.


"Ini senjata yang bagus."


"Itu hanya gunting rumput, aku lebih pandai menggunakan pedang jadi bagiku ini lebih dari cukup."


Syukurlah bahwa Lumia mengenakan gaun terusan panjang jadi itu tidak mengganggu konsentrasiku yang ada di belakangnya.


"Pakaianku sedikit gerah, mungkin aku harus mengangkat gaunku ke atas."


Merah muda?


"Kau sengaja melakukannya kan."


"Kita suami istri, tak masalah aku menggodamu kan."


"Situasinya tidak tepat," apa yang ingin kukatakan.

__ADS_1


Kami mengumpulkan rumput yang sudah kami pangkas menjadi gundukan yang nantinya akan kami bakar, karena terlalu luas kami yakin perlu waktu untuk menyelesaikan keseluruhannya.


Tak lama orang-orang yang bekerja di dalam berhamburan keluar dengan wajah panik, mereka melompat ke arahku dimana aku jatuh dan terhimpit oleh mereka.


"Kalian semua."


"Di dalam banyak kecoa kami merasa geli."


Kecoa tetap menjadi musuh terkuat bagi para wanita. Alya, Elma, Sento dan Cassiopeia muncul sebagai pekerja tambahan.


"Kami datang untuk membantu."


"Kepala sekolah datang."


"Aku sudah membawa peralatan bersih-bersih yang kupinjam dari guild."


"Soal kecoa aku memiliki banyak semprotan di tas, mari gunakan itu."


Mereka benar-benar dapat diandalkan, saat menjelang sore hari kami menggunakan ruangan tengah sebagai tempat makan, semua orang memiliki kursi mereka dan bersama-sama menyantap makanan yang kami pesan di restoran terdekat.


Uangku terhisap cukup banyak, masak sendiri memang lebih murah.


Dalam tiga hari kami menyelesaikan semuanya dan semua orang sudah mengisi perabotan untuk diletakan di dalam rumah. sekarang adalah rapat untuk menentukan aktivitas malamku.


Aku benar-benar tidak ingin ikut campur dengan ini dan memutuskan untuk membersikan kolam pemandian air panas yang berada di belakang mansion, seluruh mansion dikelilingi tembok tinggi kecuali bagian gerbangnya jadi tidak akan bisa dilihat dari luar.


Aku penasaran bangsawan seperti apa yang memiliki rumah seperti ini, saat aku bertanya pada agennya itu sesuatu yang mengejutkan.


"Bangsawan sendiri itu suka sekali mempekerjakan para wanita muda untuk hal-hal mesum hingga akhirnya mereka membunuh bangsawan tersebut bersama-sama"


Pantas saja mansion itu berhantu.

__ADS_1


"Jangan khawatir semuanya oke sekarang."


Karena tidak percaya aku meminta puluhan ahli spiritual untuk mengecek rumahnya dan saat mereka mengacungkan jempol akhirnya aku percaya.


__ADS_2