
Hari ini aku dan Sento mencoba untuk menguji kemampuan unit Zeltras kami, aku dengan Nemesis, sementara dirinya dengan Red Lily yang memiliki empat tangan serta busur besar sebagaimana senjata.
Jika bertarung dari jarak dekat busur itu bisa digunakan layaknya pedang dengan ke dua sisinya yang tajam.
Beberapa waktu kami saling membenturkan senjata sebelum secara bersamaan mundur menjaga jarak.
Pedang Nemesis berubah menjadi meriam sementara Red Lily menarik busur dan panah yang seutuhnya dibuat dari laser.
Qiora mengidentifikasi serangan.
"Panahnya jelas akan lebih kuat dari master."
"Itu terbukti bagaimana Red Lily bisa menembak objek dari jarak jauh, kalau begitu."
Ketika aku menembakan beberapa peluru aku melindungi Nemesis melalui sihir dan itu benar-benar terhantam oleh panah tersebut, meski tidak menembus lingkaran sihir itu cukup menenggelamkan setengahnya.
Suara Cassiopeia masuk ke dalam telingaku.
"Bukannya Red Lily hebat."
"Itu hebat, berapa kemenanganku jika melawannya."
"Enam puluh persen tapi aku tidak ingin kau bertarung secara sungguh-sungguh itu akan membuatku lelah jika harus memperbaiki keduanya."
"Aku mengerti."
Layar monitor menampilkan Sento yang cengar-cengir.
__ADS_1
"Weis bagaimana kemampuanku?"
Dia instruktur jelas dia hebat, jika aku bukan seorang yang bereinkarnasi sudah jelas dia berada di atasku.
"Itu bagus, kita akhirnya latihan ini."
"Oke."
Aku rasa peranku terbalik dengannya, kokpit terbuka dan aku melompat ke bawah menyaksikan semua orang yang kagum dengan kekuatan Red Lily, Sento juga senang jadi aku tidak keberatan untuk itu.
Lita menepuk punggungku dan itu rasanya cukup sakit.
Lita adalah orang yang bertanggung jawab untuk bengkel akademi.
"Haha kalian makin lama semakin bertambah kuat, akademi pasti bangga memiliki kalian semua."
"Itu berlebihan, kami hanya siswa akademi biasa."
"Ah iya, aku sebenarnya ingin banyak menghabiskan waktu di akademi sayangnya banyak hal yang harus kulakukan di luar sana."
"Heh begitu."
"Sesekali aku ikut kelas juga dan menghabiskan waktu di perpustakaan, tanpa akademi ini aku sama sekali tidak akan berkembang."
"Apapun itu, semoga beruntung."
Keheningan sesaat terasa di antara kami sampai Lita membuka obrolan kembali.
__ADS_1
"Soal Cassiopeia aku akhirnya memiliki informasi tentangnya."
"Cassiopeia?"
"Iya, dia dikenal sebagai anak jenius dari kota mesin dan namanya adalah X-13."
"X-13, nama apa itu?"
"Itu artinya dia adalah manusia percobaan."
"Kau yakin tentang itu?"
"Aah, kota mesin bukan kota indah seperti kota Trivia atau kota lainnya itu kota yang diisi oleh para ilmuwan gila yang terobsesi dengan pengembangan umat manusia, sepertinya Cassiopeia lari dari tempat itu dan pasti suatu hari mereka akan datang membawanya."
"Jika demikian aku akan mengalahkan mereka."
"Kuharap kau bisa melakukannya, sampai nanti."
Aku hanya bisa melihat bagaimana dia berjalan menjauh.
"Weis, kenapa kau diam di sana cepat kemari, kita mau pergi makan-makan sekarang sebagai perayaan."
"Aku akan ke sana."
Apapun yang terjadi aku akan melindungi mereka dan membuat kebersamaan ini terus berlanjut.
Setelah meminta izin kami akhirnya melakukan perjalanan untuk pergi ke kota Dapline, aku menandai beberapa titik kepergian kami, pertama kami akan singgah di desa Andelona, selanjutnya ibukota baru pergi ke tempat tujuan untuk mendapatkan dua buku milikku.
__ADS_1
Ini akan jadi perjalanan panjang, aku memegang kemudi mobil dan memacu kecepatan di atas 80 km/jam, itu cukup mengagumkan bahwa aku memiliki banyak mana untuk membuat mobil ini terus berjalan, semuanya mungkin karena kontrak yang kubuat.
Dibandingkan menggunakan Rubix akan lebih baik menggunakan manaku sebagai sumber tenaga.