
"Heh, kukira tuan benar-benar serius akan melakukan hobi seperti itu dengan seorang guru."
"Memangnya kau pikir aku ini apa, dibanding melakukan hal seperti itu, lebih baik aku belajar sihir sekarang... aku hanya membuatnya lengah lalu menggunakan sihir tidur agar dia tak sadarkan diri."
"Begitukah, lain kali anda harus berhati-hati dengan orang seperti itu."
"Ngomong-ngomong Casandra kau roh kucing kenapa tidak berbicara dengan akhiran nyan."
"Ogah."
Di ruangan latihan aku mulai mencoba untuk menggunakan sihir penggabungan, pertama adalah membuat lingkaran sihir dasar. Seperti yang dikatakan Casandra aku perlu membuat lingkaran yang bisa menerima lingkaran yang lainnya, itu tidak boleh memiliki atribut apapun, dengan kata lain saat mana dikeluarkan aku harus menyaringnya dari energi elemen.
Mana dan elemen adalah sesuatu yang sudah tergabung dalam tubuh manusia, singkatnya itu adalah berkah yang diberikan dewi terhadap manusia. Tergantung keberuntungan ada yang memiliki jumlah mana banyak, sedikit ataupun special.
Sejauh itu semua orang pasti memilikinya namun tergantung orangnya beberapa orang memilih untuk hidup sebagai manusia tanpa sihir.
Percobaan pertama sihirku langsung pecah.
Percobaan kedua itu tidak membentuk lingkaran sempurna.
Dan beberapa percobaan lain telah gagal dengan hasil yang sama.
Di percobaan 200 akhirnya aku bisa membentuk lingkaran sihir dasar dengan pola rumit.
Saat aku kehilangan keseimbangan Casandra dengan cepat menahan tubuhku.
__ADS_1
"Itu hampir saja tuan."
"Iya, terima kasih."
"Bukan masalah."
"Aku terlalu memaksakan diri, mari lanjutkan besok saja."
Casandra berubah jadi buku dan kembali masuk ke dalam tubuhku, hari yang melelahkan.
Aku menyadari telah melewatkan makan malamku syukurlah aku meletakkan beberapa makanan di asrama, saat aku kembali ke kamarku mereka bertiga telah tidur terlelap.
"Mereka memang cantik kalau diam seperti ini."
"Aku sudah menunggu kalian, aku memanggil kalian untuk melakukan misi kuharap sebulan terakhir ini kalian sudah banyak bersantai."
"Aku pikir kami terlalu bersantai hingga bosan," balasku demikian.
"Begitu."
Alya memberikan satu lembar kertas yang dia berikan pada Sento Maria.
"Akan ada pelelangan budak di kota Restorasi, aku ingin kalian menggagalkan transaksi ini dan menangkap semuanya tanpa terlewat seorangpun."
"Bukannya penjualan budak hal legal?" tanya Cassiopeia demikian.
__ADS_1
"Itu beberapa bulan yang lalu tapi sekarang perbudakan dilarang... biasanya budak berasal dari orang-orang yang memiliki hutang, kriminal dan hal lainnya tapi di zaman sekarang banyak budak yang didapatkan dengan cara menyerang desa lemah lalu menjual mereka, karena itulah perbudakan dihapuskan dan peraturan baru telah ditegakkan di benua ini."
"Jadi begitu."
"Setiap misi yang berhasil akan diberikan bonus jadi jangan khawatir soal uang, kalian bisa pergi dan aku menantikan hasil terbaik kalian."
"Baik."
Kami memberi hormat sebelum akhirnya menyiapkan segala hal untuk pergi ke sana, kami menggunakan mobil terbuka dengan aku yang mengemudi dan Sento di sebelahku.
"Sampai kapan kau cemberut instruktur, aku minta maaf soal waktu itu, hatiku belum siap untuk melakukannya."
Semua orang menaruh kecurigaan atas pernyataanku, saat aku menjelaskannya mereka mendesah pelan.
"Aku seharusnya tidak mendengar hal itu, maaf."
Cassiopeia menarik dirinya secepat yang dia bisa lakukan bersama Andelona, sementara Hoshimiya tampak berusaha mencekikku.
"Uwaah hentikan, aku tidak melakukan apapun."
"Aku butuh alat untuk memeriksa keperawanan."
"Oi."
Kelompok ini memang kelompok yang bermasalah.
__ADS_1