Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 52 : Pertempuran Akhir Di Kerajaan Aloysius Bagian Dua


__ADS_3

Black Lily mengirimkan cambukan pada Hoshimiya yang menghindarinya dengan berlari ke samping, Hoshimiya mengarahkan ujung Hecate miliknya dan menembak saat dua tangannya berada dalam pelatuk, jika dia sembarangan menggunakan senjatanya hanya dengan satu tangan itu akan buruk bagi lengannya.


Door.


Letupan pertama terdengar bersamaan selongsong peluru yang terlempar ke udara. Black Lily menghitung arah tembakan yang dilesatkan musuhnya, dengan menarik sedikit tubuhnya peluru hanya menyibak sedikit rambutnya.


"Senjata yang aneh."


Hoshimiya memasukan amunisi ke dalam senjatanya dalam posisi sejajar dengan tanah, dan serangan kedua dilesatkan dan lagi-lagi pelurunya bisa dihindari.


"Kau pasti bercanda, Hecateku bisa dihindari."


Ujung cambuk mengikat kaki Hoshimiya secara tiba-tiba, menariknya ke atas sebelum melemparkannya jauh menabrak puing-puing bangunan sebelum cambuk di tangan Black Lily kembali kepada jangkauannya.


Ledakan terjadi di puing-puing yang menimpa Hoshimiya yang berubah wujud melalui Eternal Suitnya.


"Penampilan yang bagus, aku semakin bersemangat untuk menghukummu."


"Cambuk itu bisa memanjang dan bergerak sendiri bukan."


"Semua panglima memiliki senjata seperti ini, apa ada keluhan?"


"Yang ingin kukeluhkan hanya namamu, itu sama dengan nama dari unit Zeltras kami bernama Red Lily."

__ADS_1


"Mungkin kalian yang meniru namaku."


Black Lily mencambuk lantai dan dari bekas cambukannya memunculkan tanaman yang merambat dalam kecepatan tidak masuk akal membentuk dirinya menjadi sebuah bunga mawar dengan mulut serta tubuh yang bergerak seluas mungkin.


"Serang dia."


"Graaaagh."


Hoshimiya menggerakkan dua meriam dari punggung yang menyatu dengan sayap, itu menembakan peluru cahaya secara bergantian menumbangkan mawar tersebut dengan kerusakan cukup parah.


Black Lily mendecapkan lidahnya sebelum berlari menerjang ke depan, dia mengayun cambuknya dan ujungnya mulai bergerak layaknya tombak mengejar Hoshimiya yang terbang ke sana kemari.


"Tidak ada batasan dalam penggunaan senjata ini, kemana pun kau pergi cambuk ini akan terus mengikutimu."


"Itu jika kau bisa mendapatkanku."


Roket pendorong dari sayap Hoshimiya menambah kecepatannya dalam bergerak melebihi apa yang bisa diikuti oleh cambuk tersebut, Hoshimiya naik ke atas langit kemudian jatuh dengan kecepatan tinggi, lima meter dari permukaan tanah dia berbelok ke arah Black Lily yang tidak bisa mengantisipasi hal itu.


Mereka saling memandang satu sama lain sebelum Hoshimiya mendaratkan pukulannya di perut membuat Black Lily menembus beberapa rumah sebelum tertahan di salah satu dinding rumah.


"Apa-apaan dengan kekuatanmu itu?"


Black Lily memuntahkan darah dan melihat sosok Hoshimiya dari lubang yang dibentuk olehnya sebelum roboh ke depan.

__ADS_1


"Aku pikir mereka tidak terlalu kuat seperti yang dikatakan Eoni."


Hoshimiya beralih ke pakaian akademinya dan berjalan untuk mengambil senjatanya. Itu adalah kemenangan telak untuk Hoshimiya.


Di sisi lain pertarungan kelompok Cassiopeia cukup menyulitkan.


"Nona Cassiopeia bagaimana ini, mereka semua memakai meriam."


"Aku tahu dan panggil aku nona Cassiopeia yang agung."


"Itu terlalu panjang."


Seperti yang dikatakan bawahan sementaranya, musuh mereka menggunakan senjata yang menembakan bola peledak, berbeda dari meriam Cassiopeia, meriam yang mereka gunakan diberi empat roda agar bisa dipindahkan dengan mendorongnya.


Meriamnya cukup besar sehingga ledakannya juga sangat kuat untuk menghancurkan satu bangunan rumah.


"Mereka sudah gila menggunakan meriam seperti itu di wilayahnya sendiri," teriak Cassiopeia mengingat kehancuran di sekelilingnya.


"Bagiku itu mirip seperti meriam di atas kapal."


Cassiopeia mengintip saat sebuah bola meriam tertuju padanya.


"Lari lalu lompat."

__ADS_1


"Eh."


Semua orang melakukan hal yang dikatakan Cassiopeia dan di tempat dimana mereka sembunyi telah menjadi lubang ledakan.


__ADS_2