Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 39 : Waktu Bersantai


__ADS_3

Kami kembali ke tempat dimana aku meninggalkan semua orang, aku cukup terkejut saat melihat Hoshimiya dan Sento saling melepas pakaian mereka.


"Apa yang mereka lakukan?" tanyaku pada Andelona.


"Mereka bertanding batu kertas gunting dimana yang kalah harus melepas pakaiannya, Hoshimiya terus menang jadi Sento memaksa untuk melepaskan pakaian Hoshimiya sebagai bentuk protes."


Kalian berdua bocah kah.


Aku tak habis pikir tapi biarlah lagipula ini pemandangan yang patut disyukuri.


Mari kembali ke kota, aku tidak bisa mengantarkan mereka jadi aku memberikan uang dan meminta mereka kembali ke rumah masing-masing.


Semua orang menundukkan kepalanya sebelum kami melambaikan tangan untuk mengantar kepergian mereka.


Cassiopeia berkata selagi memasukan roknya ke kepalaku, sudah minta digendong dia malah melakukan hal bodoh.


"Nemesis masih harus banyak melakukan perbaikan jadi kita akan bersantai dalam beberapa waktu sampai selesai diperbaiki."


"Aku mengerti, maaf telah merusaknya."


"Mau bagaimana lagi."


"Aku akan berterima kasih jika kau melepaskanku juga."


"Fufu padahal kau menyukainya."


Geonia tampak menemukan sesuatu dengan wajah cerahnya.


"Jadi begitu Weis orang yang mesum rupanya dan juga tanpa pilih-pilih orang."


"Reputasiku mulai buruk sekarang, tapi memang aku tidak membenci hal seperti itu."


"Aku bingung harus kagum atau tidak atas kejujuran Weis."


Sekarang Geonia mewaspadaiku.


Sementara aku menyerahkan Nemesis untuk diperbaiki Cassiopeia aku menghabiskan waktu di dekat danau selagi memancing beberapa ikan bersama Casandra.

__ADS_1


Kucing suka ikan jadi ia menyukai kegiatan seperti ini, adapun untuk yang lainnya mereka sedang menyiapkan kemah serta keperluan lainnya.


"Ini jadi sebuah kelompok yang besar tuan."


"Menurutmu begitu."


"Aah, aku senang anda tidak harus selalu berpergian sendirian."


"Bukannya dulu aku bersamamu dan yang lainnya."


"Memang benar tapi saat itu tuan lebih memperlakukan kami sebagai alat."


"Entah kenapa aku minta maaf."


"Aku tidak memikirkannya, begitu yang lainnya juga kurasa."


Aku tersenyum lembut sebelum pancinganku ditarik ikan.


"Uwah... itu ikan besar."


"Aku akan memberikannya padamu asal bicara Nyan."


"Kau benar-benar membencinya."


Padahal dia ras kucing.


Sekitar sepuluh ikan telah kupanggang di dekat api unggun pada malam harinya dan semua orang mendapatkan bagiannya termasuk roti serta menu pelengkap lainnya.


"Masakan Weis cukup enak, aku suka, supnya juga seperti darah."


"Jangan membuatnya terdengar mengerikan."


"Weis sayangku memang pandai memasak kalau begini aku akan kesulitan jadi istrinya."


"Soal itu aku akan mengajari semua hal yang kubisa pada Hoshimiya."


"Yattaa."

__ADS_1


"Kalian benar-benar mesra, Weis tolong nikahi aku juga."


"Kau meminta hal sulit pada pria muda sepertiku."


Kecuali tubuhnya aku tidak tahu apa yang bisa kusukai dari Sento. Mari sembunyikan hal itu darinya.


"Kalau aku tidak masalah tidak menikah juga, tuan bisa memiliki tubuhku juga."


Itu jelas terdengar ekstrim.


"Geonia kau mau tambah lagi?"


"Um."


"Kita akan tidur lebih awal jadi pastikan untuk makan dengan kenyang."


"Baik."


Aku selalu mengurung diriku dalam ilmu pengetahuan, berkumpul dengan orang lain, menikmati makanan bersama adalah hal yang tidak pernah kulakukan di kehidupanku sebelumnya.


Kurasa.


Ini tidaklah terlalu buruk.


Aku membangunkan Hoshimiya yang tertidur di sebelahku.


"Selamat pagi Weis."


"Kita harus cepat berangkat."


"Aku mengerti, ngomong-ngomong aku tidak menemukan braku."


Gadis ini memang penuh godaan.


Cassiopeia memasang sebuah kotak pemancar ke dalam komputernya.


"Dapat, sepertinya ada satu unit Zeltras sama di pelabuhan di depan dan dua lagi di Aloysius, dari posisinya sudah jelas kerajaan itu terlibat penjualan budak."

__ADS_1


"Kita akan memastikan semuanya nanti."


__ADS_2