
Seminggu semenjak Aloysius dipimpin oleh Eoni setiap budak telah ditarik kembali ke negara tersebut, bahkan para Mermaid yang sebelumnya di biarkan tinggal di akademi telah dikirim kembali ke sana, Geonia banyak sekali berterima kasih untuk itu dan aku kesulitan untuk menghadapinya.
Seperti yang disepakati, kini Aloysius memiliki wilayah khusus untuk demi-human maupun ras lainnya kini kejadian sebelumnya tidak akan terulang kembali, aku melaporkan hal itu pada Alya selaku kepala sekolah Akademi ini dan ia malah tidak peduli, atau sejujurnya fakta bahwa aku adalah orang yang sama yang dulu pernah bersamanya telah menghilangkan minatnya tentang masalah tersebut.
Dengan keberadaan Casandra dan Talia membuatku kesulitan untuk menyembunyikannya lagi.
"Bodoh, kenapa kau tidak bilang lebih awal."
"Aku perlu waktu yang tepat untuk melakukannya, apa kau ingin membunuhku?"
"Mana mungkin aku melakukannya."
"Tolong jatuhkan dulu pedangmu."
"Aku hanya bercanda."
Dia memelukku erat sebagai gantinya.
"Sekarang aku sudah terlihat seperti wanita dewasa karena itu kau tidak memiliki alasan untuk menolakku bukan."
"Ah iya."
Karena ini juga aku tidak ingin memberitahukannya, Casandra dan Talia menonton dari samping selagi menikmati pemandangan aku dan Alya yang saling berciuman.
"Sepertinya tuan menambah Harem lagi di antara kita."
"Seperti itulah, yah.. aku tidak keberatan lagipula ini cukup menyenangkan," balas Casandra demikian sebelum mengalihkan topik selanjutnya.
"Kita harus menemukan buku roh agung yang lainnya, apa kau merasakan mereka di mana?"
"Tidak sama sekali, biasanya kita terhubung satu sama lain tapi rasanya mustahil untuk menemukannya."
__ADS_1
"Itu menyulitkan."
Aku meninggalkan Alya yang terlihat puas di kantornya sebelum berjalan bersama dua orang roh di sampingku, fokus utamaku masih mencari buku selanjutnya kini aku harus mencarinya dari awal.
Cassiopeia dan yang lainnya disibukkan dengan pembuatan unit Zeltras untuk Sento maka dari itu aku akan sendirian untuk beberapa hari ke depan.
"Mari ambil pekerjaan sebagai petualang selagi mencari informasi."
"Kedengarannya menarik."
"Aku juga setuju."
Resepsionis guild tampak terkejut saat melihatku datang dengan wanita baru.
"Kamu memiliki hobi yang luar biasa Weis."
"Ahaha."
"Banyak hal terjadi."
"Hoh, banyak hal terjadi kah? Kau beruntung karena sebagian petualang juga melakukan hal sama jadi tak masalah."
Aku berterima kasih untuk pengertiannya.
Aku adalah siswa akademi militer namun guild ini mengizinkanku untuk mengambil quest sebagaimana mestinya petualang lainnya, singkatnya aku diberikan sebuah kelonggaran.
"Ngomong-ngomong apa tak masalah Weis tidak belajar? Ini waktunya akademi sangat sibuk-sibuknya."
"Aku tidak mau bilang tapi aku maupun anggota yang lain adalah siswa berprestasi jadi kami bisa hidup di akademi sebebas kami."
"Itu menganggumkan."
__ADS_1
"Apa ada misi yang cocok untukku sekarang?"
"Mari kita lihat."
Aku lebih meminta resepsionis untuk memilihkannya lagipula aku cukup dekat dengannya jika ada para petualang kesulitan aku akan senang mengambil pekerjaan tersebut sebagai gantinya.
"Melawan goblin."
"Itu terlalu biasa."
"Bagaimana melawan Hydra, biasanya petualang melakukannya dalam party besar tapi kurasa Weis bisa melakukannya dengan sedikit orang, kebetulan makhluk itu sangat sulit dihadapi."
"Itu saja."
Casandra dan Talia mengangguk mengiyakan.
"Ada denda jika tidak bisa menyelesaikannya, apa tak masalah?"
"Iya."
Satu quest tinggi telah kami ambil.
"Benar juga, bisakah carikan informasi tentang sebuah buku roh agung?"
"Buku roh agung, apa Weis memiliki minat terhadap buku itu aku dengar tidak ada yang bisa membukanya meski memilikinya."
"Tak masalah aku seorang kolektor soalnya."
"Baik, aku akan cari tahu."
"Aku sangat terbantu."
__ADS_1
Aku merahasiakan soal Casandra dan Talia yang merupakan roh agung agar tidak terjadi kegemparan.