
Kami akhirnya telah sampai di salah satu pelabuhan kecil yang jauh dari wilayah pusat, aku mengutarakan rasa terima kasihku pada pemilik kapal sebelum melambaikan tangan untuk mengantarkan kepergiannya.
"Akhirnya aku bisa menyentuh tanah lagi, sekarang mari cari makanan."
Cassiopeia dan Andelona memimpin di depan sementara aku, Hoshimiya berada paling belakang setelah Geonia dan Sento, jika menghitung orang yang ikut ada dua tambahan di tubuhku.
Kami memesan beberapa makanan sama seperti di pelabuhan sebelumnya dan menikmatinya dengan senang hati. Yang membedakan hanyalah beda kerajaan.
"Weis?"
"Ah iya, kita memang diikuti tapi aku pikir mereka tidak berniat jahat, akan kuperiksa," aku mengatakan itu pada semua orang dan kembali beberapa menit setelahnya.
Sento yang paling penasaran.
"Apa yang mereka inginkan?"
"Kita dapat dukungan meski begitu kurasa kita terlibat sesuatu yang merepotkan."
Seperti yang kukatakan kami kini berada di dalam sebuah gua tersembunyi dari pelabuhan, beberapa orang yang bisa disebut demi-human berdiri dengan rapih. Demi human adalah hasil dari pernikahan manusia dan Beast, mungkin ini membingungkan jadi akan kujelaskan.
Beast adalah makhluk yang menyerupai hewan akan tetapi mereka berdiri dengan dua kaki dan bertingkah seperti manusia pada umumnya sementara demi-human mereka memiliki telinga dan ekor hewan akan tetapi seluruh bagian yang lain adalah manusia.
Tak hanya mereka ada beberapa manusia juga terlebih seorang manusia yang duduk di singgasana menilai ke arahku.
"Apa kita harus membunuhnya?" perkataan Andelona membuat semua orang menggigil.
"Kau, apa yang kau katakan pada orang asing."
"Dia musuh kan."
__ADS_1
"Musuh jidatmu, dia adalah putri kerajaan ini."
Itulah kebenarannya, di depanku adalah seorang putri yang mencoba merebut kekuasaan dari kakaknya yang bodoh yang menganggap makhluk lain selain manusia adalah pembawa bencana jadi harus diusir dan dibunuh.
Putri di depan kami memiliki kulit gelap berambut putih panjang serta memiliki mata biru besar, alih-alih menggunakan gaun mewah pakaiannya mirip seperti seorang wanita yang tinggal di gurun pasir paha dan dadanya terekpos juga.
"Maaf membuat kalian bingung, tapi aku sudah mendengarnya.. kalian dari kerajaan seberang yang mencoba membantu kami bukan untuk memulihkan kerajaan ini."
"Ini semua demi Geonia jadi jangan salah paham."
"Tidak masalah membantunya sama juga membantuku, seperti yang kalian ketahui semua ini karena kakakku, aku ingin merebut kembali kerajaan ini dan menjadikannya milikku kembali karena itulah bantu kami untuk melakukannya."
Geonia bersembunyi di belakang Sento dan itu bukan reaksi yang kuinginkan.
"Weis?"
"Ada yang salah di sini?"
Aku tersenyum masam.
(Wanita ini sungguh lucu, dia bilang kembali tapi dia menjadikan demi-human di sini sebagai budaknya, sudah jelas dia hanya ingin menguasai wilayah ini untuk dirinya sendiri)
(Yang dikatakan Casandra benar, orang ini orang yang tidak bisa dipercayai)
(Ini memang merepotkan)
Cassiopeia sudah tahu apa yang akan aku lakukan jadi dia sudah bersiap-siap melakukan kekerasan jika diperlukan tapi aku ingin membuat semua ini berjalan lancar tanpa ada perdebatan.
"Jika kau serius mengatakan itu, bagaimana jika kau mencoba membebaskan semua orang di sini dulu?"
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
"Bukannya mereka semua kecuali manusia adalah budak."
"Mereka budak tapi bukan aku yang menjadi tuannya."
Dia masih menyangkalnya.
"Kalau begitu mari buktikan, aku bisa menghubungkan budak dan pemiliknya jika salah satu dari mereka mati maka pemiliknya juga akan mati."
Aku menarik seorang wanita yang berdiri di dekatku.
"Sento?"
Alih-alih menggunakan pedangku, aku meminta Sento melemparkan pedangnya.
"Mari kita lihat apa ini bekerja?"
"Tunggu, tunggu apa yang kau lakukan?"
Para manusia mulai gemetaran terlebih putri tersebut yang tiba-tiba saja tertawa.
"Ya ampun, kau menyadarinya... aku minta maaf, jika kau menginginkan negosiasi maka akan kudengarkan."
Dari awal wajah polosnya tidak akan mengelabuiku.
"Maaf sudah menyanderamu."
"Tak apa, aku merasa Anda tidak berniat jahat."
__ADS_1
"Syukurlah."