
Dalam perjalanan aku selalu berfikir seperti apa ibukota yang dikatakan itu, namun sayangnya hidup terkadang tidak sesuai yang diinginkan tepat di depanku ibukota telah rata dengan api.
Aku, Sento, Hoshimiya, Cassiopeia dan Andelona hanya melihat bagaimana setiap bangunan terbakar oleh gelombang besar, kami tidak bisa melakukan apapun kecuali diam mematung.
Demon Lord Terrytory telah melakukan hal sejauh ini, bukan hal aneh ini adalah awal keruntuhan dari kerajaan Fortagan sendiri.
Meski kami semua tidak terikat dengan kerajaan tetap saja tempat ini rumah kami yang harus kami lindungi.
Tidak ada alasan untuk menetap karena itulah kami melanjutkan perjalanan kembali. Di dalam hutan aku membuat sup kentang dan daging yang bisa dinikmati kami semua.
"Itu pemandangan yang mengerikan, ibukota Tarnes telah hancur dengan kata lain apa negara kita akan runtuh," ucap Hoshimiya.
"Tentu saja tidak, kita memiliki putri Lumia dengan kata lain ada kemungkinan selanjutnya tujuan penyerangan Demon Lord adalah kota kita, Trivia."
Cassiopeia mengatakan hal yang kutakutkan sekarang, kami tidak mungkin kembali lagi ke kota Trivia sebelum mendapatkan buku milikku, yang bisa kami lakukan hanya mempercayai semua orang di sana.
Casandra dan Talia memegang tanganku.
"Kurasa sudah waktunya melakukan aktivitas kami, kalau begitu kami permisi."
Aku dan dua pelayanku masuk ke tenda dan tak perlu dijelaskan mereka semua tahu apa yang tengah kulakukan.
"Aku juga ingin."
"Itu ide buruk Hoshimiya, paling tidak tunggulah sampai kau lulus, Cassiopeia dan Andelona juga."
"Aku tidak ingin tahu itu."
"Aku hanya sedikit penasaran."
Sento yang bijak memberikan ceramahan soal hal dewasa pada ketiganya.
__ADS_1
Dapline adalah sebuah kota di ujung kerajaan yang menawarkan bangunan tinggi bagi penduduknya, tidak ada bangunan yang memiliki satu lantai semuanya berakhir di antara tiga sampai lima lantai.
Ini disebut sebagai kota malam di mana perjudian, penjualan terlarang serta kejahatan berada.
Kami jelas tidak melakukan hal seperti itu bahkan jika aku memiliki aktivitas malam aku tidak memaksa siapapun untuk melakukannya.
Untuk pertama kalinya aku melangkahkan kakiku untuk masuk ke dalam sebuah bangunan Kasino, Sento sebagai wanita dewasa mulai tertarik soal perjudian namun aku menghentikannya saat dia mencoba bertaruh.
Judi bukanlah cara untuk mendapatkan kekayaan melainkan cara lain untuk membuatmu bangkrut dalam waktu singkat.
"Sekali saja aku mohon."
"Tidak, kurasa tidak."
"Benar Sento jika kau mencoba sekali maka kau tidak akan berfikir untuk berhenti," Hoshimiya mengatakan hal bagus untuk menghentikannya juga.
"Aku mengerti."
"Apa anda yang bisa saya bantu?"
Aku memberikan sebuah catatan padanya.
"Silahkan ikuti saya."
Kami dipandu ke ruangan berbeda di mana di dalam sana sama persis seperti sebuah teater pementasan hanya saja yang berada di panggung bukan pertujukan melainkan seorang pria berjas yang mulai memukul dengan palu di tangannya.
Beberapa wanita dengan penampilan seksi berdiri di belakangnya selagi menunjukan berbagai barang di tangannya.
"Sudah terjual."
Aku berbisik pada Bunny Girl.
__ADS_1
"Apa kami sudah melewatkan pelelangan bukunya?"
"Itu berada di akhir acara, saya rasa lima buah barang lagi yang akan dilelang baru bukunya."
Itu informasi bagus.
Aku mengambil sekantong uang berisi 8 koin emas dan memberikan padanya.
"Terima kasih atas bantuannya."
"Kapanpun tuan, aku juga bisa melakukan hal lain sebagai wanita."
"Ah iya."
Kebutuhan seksualku sudah terpenuhi, jadi aku tidak perlu menyentuh dunia gelap seperti itu.
Seseorang harus memesan kursi untuk bisa ikut pelelangan ini, berkat wanita barusan kami mendapatkan kursi yang bagus.
"Tunggu di mana aku duduk, Weis aku rasa kursinya kurang."
"Mau bagaimana lagi, duduklah di pangkuanku."
"Aku yang duduk di pangkuan Weis," Hoshimiya memberikan usul dan Cassiopeia dengan senang mengangguk setuju.
Hoshimiya malah memberikan kursi empuk padanya, sekarang karena Hoshimiya aku kesulitan melihat ke depan.
Untuk menjahilinya aku menjilat punggungnya yang seutuhnya terbuka, alih-alih berpenampilan seperti akademi kami menggunakan pakaian resmi.
Hoshimiya menahan suaranya dengan pipi memerah.
Kurasa aku baru membuka fetish baru.
__ADS_1