
"Uwah... Weis kau benar-benar maniak bertarung."
"Ini menyenangkan."
"Aku sudah melihat master beberapa kali, ia tidak bisa dihentikan saat seperti ini."
Sementara aku menahan serangan bombardir musuh, aku juga menyelipkan serangan balasan dari tebasan milikku, dua pedangku mengikis tubuhnya secara horizontal. Tak ingin kalah San mengayunkan kapak dari atas dan dua pedangku menahannya cukup baik meskipun aku sedikit berlutut untuk menahannya kemudian mendorongnya untuk mundur ke belakang.
Di saat yang sama kuayunkan pedangku membuat percikan kembang api ke udara dengan luka gores cukup dalam.
"Sialan, raja langit sepertiku tidak akan kalah dari anak kecil."
Kapak itu berubah menjadi meriam yang mana menembaki sekitar ruang kokpit, ada sedikit getaran tapi selain itu kerusakan tidak terlalu mengancam.
"Ini hebat, jadi ini rasanya menonton pertarungan dari jarak dekat."
Eoni tak berhenti untuk bertingkah bersemangat.
Aku menembuskan pedang Nemesis ke dalam tubuh unit robot San hingga dia jatuh berlutut.
Wajahnya muncul di layar monitorku.
"Mari bernegosiasi, jika kau melepaskanku maka aku akan memberikanmu banyak budak, kau pasti akan menyukainya."
"Haha sayang sekali tapi alasanku melawan kalian adalah demi menyelamatkan mereka, karena itu aku tidak tertarik... maaf, waktumu sudah berakhir di sini."
Aku menendang tubuh San sembari menarik pedangku. Kedua pedang di tangan Nemesis berubah menjadi meriam yang mana membombardirnya hingga selanjutnya dia meledak dahsyat.
"Tanda-tanda kehidupan sudah tidak ditemukan lagi, Anda menang master."
__ADS_1
"Barusan pertarungan yang lumayan, tapi sepertinya tidak ada bagian yang bisa kita bawa untuk Sento."
"Sudah jelas, apapun itu dengan kalian aku yakin bisa merebut kembali kerajaan ini."
"Jangan lupa soal kesepakatannya."
"Tentu saja, kalau mau kita bisa melanjutkan kesepakatannya di atas kertas putih."
Aku mengangguk mengiyakan, meskipun aku tahu dia tidak akan melanggarnya paling tidak itu memang perlu dilakukan sebagai jaminan di masa depan nanti.
Sekarang bagaimana dengan yang lainnya?
Sento mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi sementara Hoshimiya menembaki mobil-mobil yang mengejarnya termasuk satu unit Zeltras yang berada di belakangnya.
"Banyak pepohonan sulit untuk membidik."
"Kalau begitu kita akan keluar," kata Sento membanting stir.
"Cukup bagus, unit yang mengejar kita memiliki banyak persediaan energi bahkan bisa mengejar kita sampai ratusan kilometer jauhnya."
"Itu artinya percuma saja jika kita lari."
"Begitulah, aku akan membuat ledakan, Hoshimiya gunakan Eternal Suit dan bawa Andelona terbang."
"Oke."
Cassiopeia berdiri namun karena tubuhnya pendek Hoshimiya yang mengangkatnya naik.
"Aku selalu berfikir kapan aku bisa tumbuh, rasanya mustahil."
__ADS_1
"Ini bukan waktunya depresi."
"Aku tahu."
Cassiopeia mengeluarkan meriamnya, hanya membidik sebentar dia menembakan misil yang tepat menghantam salah satu mobil hingga meledak dahsyat.
Api bercampur material tanah menyembur ke udara. Setelah tiga kali Hoshimiya menurunkannya lalu merubah dirinya dengan body suit serta sayap meriam di punggungnya, dia menarik Andelona terbang bersamanya.
Beberapa misil dari unit Zeltras bernomor 4, berterbangan mengincar keduanya di udara namun mereka berhasil melewatinya, Sementara itu mobil di bawahnya masih menembaki Sento dan Cassiopeia yang bersembunyi di balik mobil.
"Mereka sangat keras kepala," Cassiopeia melemparkan beberapa granat yang meledak saat menyentuh tanah.
"Sepertinya itu menarik, beri aku juga."
"Gunakan saja sekotak penuh ini."
"Dengan senang hati."
Hoshimiya menembaki unit Zeltras di mana yang berada di dalamnya adalah raja langit bernama Yon.
Ketika ia kehilangan keseimbangannya Andelona melompat di atasnya kemudian menggergaji bagian kokpit hingga terbuka menampilkan wajah Yon yang ketakutan.
"Maaf saja tapi unitmu kami ambil."
"Tidak."
Andelona mencengkeram Yon untuk membuatnya terlempar keluar, di saat yang sama sebuah tembakan menembus tubuhnya hingga dia tumbang bermandikan darah segar.
Yang melakukannya adalah Sento yang menggunakan senapan milik Hoshimiya setelah menjatuhkan musuh yang lainnya.
__ADS_1
Jika Andelona menghabisinya di dalam kokpit darahnya akan mengganggu kerja mesin karena itulah mereka memilih untuk melakukannya dengan cara seperti ini.