Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 34 : Mengambil Alih


__ADS_3

"Apa yang harus kulakukan sekarang Weis?"


"Terus awasi saja, saat mereka berhasil membawa semua orang keluar kita akan mulai bergerak, tak masalah untuk membunuh mereka semua."


"Dimengerti."


Ada dua tahapan dalam acara pelelangan budak ini, pertama para budak akan secara bergiliran melangkah di depan orang-orang layaknya pertujukan model dan kedua akan bergiliran untuk menentukan harga.


Dari keseluruhan aku bisa melihat beberapa orang yang mencolok mereka wanita dengan telinga sirip.


"Jadi mereka yang disebut Mermaid."


"Weis, mereka sudah mulai bergerak."


"Aah."


Ketiganya menyelinap ke layar belakang, alih-alih mencoba bersaing dalam menentukan harga ini cara cepat untuk menyelesaikannya.


Lima orang dalam sekejap terlempar ke belakang menghancurkan setiap meja serta gelas-gelas di sana, semua pengunjung mulai berlarian ke luar kecuali staf pelelangan.


Sento menarik pedangnya bersamaan Andelona yang menggunakan gergajinya dan untuk Cassiopeia dengan stun gun di tangannya. Dia bilang itu lebih efektif digunakan untuk melawan manusia.


"Tembak mereka."


"Baik."


Atas arahanku, letupan senjata api terdengar nyaring membelah kesunyian malam, itu tembakan head shot yang mengarah dari belakang kepala.


"Satu orang kena, dua orang di belakang Andelona."

__ADS_1


Door... Door.


"Kena, orang yang membawa pedang."


Door.


"Sisanya habisi."


Baik.


Dalam waktu singkat tanpa membuat keributan yang lebih besar, semua orang berhasil dibunuh tanpa mereka bisa melawan.


Mereka penjahat berbahaya kami tidak begitu naif untuk tidak membunuh, ketika kau ragu untuk melakukan maka akan ada seorang yang tidak bersalah terbunuh, inilah hal yang diajar oleh militer kerajaan.


Aku dan Hoshimiya bergabung dengan yang lainnya.


"Semuanya berjumlah 20 orang sayang sekali bahwa kita tidak bisa membunuh pemimpinnya, tapi aku menemukan di mana dia berada."


"Harusnya kita menghukum mereka sebelum mati."


"Aku ingin memotong-motong tubuh mereka."


Jika bukan karena Hoshimiya akan banyak darah di tempat barusan, dari keseluruhannya ada lima budak Mermaid di dalamnya.


Mereka membungkuk kepada kami.


"Terima kasih banyak, kami selamat."


"Ada banyak hal yang ingin kutanyakan..apa dari kalian ada yang mau ikut dengan kami. Untuk sisanya akan diantar ke akademi Rosenbag dan tinggal di sana sementara waktu sampai dipulangkan ke rumah masing-masing," ucap Sento.

__ADS_1


"Biar aku saja."


Yang akan menceritakan semuanya bernama Geonia.


Dia menceritakan bahwa Aloysius telah terjadi pemberontakan dan kecuali ras manusia semua ras diusir dari sana kebetulan saat mereka pergi para penjual budak menangkap mereka dan sisanya yang melarikan diri terjebak di sana.


Ada dua masalah yang kami dapat sekarang, pertama menangkap para pemimpin penjual budak dan kedua memeriksa keadaan kerajaan Aloysius.


Sento sebagai instruktur kami juga tidak keberatan.


"Mereka telah melanggar hukum internasional di mana tidak ada diskriminasi antar ras di dalam satu negara, kita memiliki hak untuk menghentikan mereka."


Kalau begitu untuk malam ini kami harus mencari penginapan bagi mereka dan menunggu utusan akademi datang kemari.


"Cassiopeia?"


"Akan kulakukan."


Atas perintah Sento, Cassiopeia membakar bangunan pelelangan budak tersebut. Soal ini saja dia tanpa ampun.


Satu hari berikutnya semua budak dibawa oleh beberapa kereta menuju akademi, tak tanggung-tanggung Alya sendiri yang memimpin.


"Kalian melakukannya dengan cepat, aku benar-benar kagum."


Dibanding kami, aku lebih kagum dengannya yang sigap. Kami menjelaskan tujuan kami selanjutnya dan dia hanya bilang "Oke, setelah selesai jangan lupa untuk kembali ke akademi."


"Bagaimana dengan para Mermaid?"


"Kita akan memikirkannya nanti tergantung apa yang akan kalian perbuat, kalau begitu aku menunggu pencapaian yang lainnya."

__ADS_1


Dia pergi seenaknya.


__ADS_2