Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 56 : Melawan Hydra


__ADS_3

"Jadi di sini tempatnya?"


Itu adalah sebuah danau beracun di tengah hutan yang mulai mengering seutuhnya, dikatakan Hydra ini sebelumnya tinggal di laut namun dia malah pindah kemari dan mencemari seluruh ekosistem.


Para petani bahkan gagal panen karena danau ini satu-satunya air yang mengalir ke sungai mereka dan para pencari rumput untuk pakan ternak telah kehilangan mata pencariannya.


"Apa kita akan membunuhnya tuan?" suara itu datang dari Casandra.


"Kalau bisa aku ingin dia kembali ke laut saja agar semuanya kembali sedia kala."


"Kurasa itu sulit, Hydra termasuk ras naga mereka cenderung sombong," tambah Casandra.


"Aku tidak sombong."


"Maaf Talia, maksudmu bukan kau."


Aku mengambil batu sekepalan tangan lalu melemparkannya ke tengah danau, dalam waktu singkat sembilan kepala menyeruak ke luar dan masing-masing menatapku dengan mata yang cukup mengintimidasi.


Talia mencoba berbicara padanya atas sesama naga. Beberapa naga memang kesulitan berbicara dengan bahasa manusia.


"Sepertinya dia tidak mau kembali, katanya di sini banyak manusia dan rasa mereka sangat enak."

__ADS_1


"Dengan kata lain kita harus membunuhnya, kalau begitu apa boleh buat mari bergerak."


"Baik."


Casandra dan Talia mengambil jalan memutar saat aku membekukan danau tersebut, dengan dua kontrak dari roh agung sihirku juga meningkat.


Kalau begitu aku jelas bersemangat. Aku menarik pedangku selagi menghindari semburan api yang meluncur ke arahku, ada beberapa semburan racun juga.


Talia Bergerak lebih dulu dengan sebuah pukulan bertubi-tubi memaksa Hydra melawannya satu sama lain, Casandra telah melompat dan memberikan tendangan gunting untuk menekan satu kepala jatuh ke bawah di saat yang sama aku memenggal kepalanya.


Kepala lain menghempaskan kami semua dalam waktu singkat hingga kami mundur ke belakang.


"Casandra, Talia."


Dari leher yang terpotong tumbuh kembali kepala, sementara kepala sebelumnya membusuk menjadi tulang berulang.


Talia berkata.


"Kita harus memenggal kepalanya sekaligus, aku akan membuat persiapan, tuan dan Casandra tolong ulur waktu."


"Baik."

__ADS_1


Aku dan Casandra melesat maju, danau yang kubekukan tidaklah licin karena itu kami bisa menjaga keseimbangan dengan baik, dibanding itu aku lebih menghawatirkan soal racunnya.


Casandra menciptakan api di tangannya yang secara bergiliran ditembakan mirip nafas naga, aku tidak bisa menggunakan air saat ia menggunakan api karena itu aku lebih menggunakan sihir pendukung.


Pertama aku tingkatkan kecepatan serta kekuatan pada Casandra kemudian menghentikan gerakan Hydra dengan Gravitation.


Casandra dan aku secara bergantian menyerangnya, dia meraung selagi menghembuskan nafasnya, pertama adalah racun aku sebisa mungkin menahan pernapasanku selagi mundur menjaga jarak. Roh agung kebal terhadap racun jadi serangan seperti itu tak bisa berpengaruh padanya.


"Aku sudah selesai," atas pernyataan Talia kami segera mundur.


Dan bersamaan itu, empat sabit terbuat dari air menyeruak dari sekeliling Hydra kemudian memotong secara bersamaan hingga seluruh kepalanya terpenggal termasuk tubuhnya itu sendiri.


"Owh, itu sangat mengagumkan...air memang daerah kekuasaan Talia."


Aku juga setuju dengan perkataan Casandra. Casandra api jadi dia sedikit merasa kurang nyaman bergerak di atas air.


"Kerja bagus kalian berdua, saat di kota aku akan mentraktir kalian makanan yang lebih mahal."


"Aku sangat menantikan hal itu."


"Aku juga."

__ADS_1


Hadiah dari Hydra cukup lumayan walau dibagi 50 orang uangnya tetap banyak, sebagai bukti aku mengambil sembilan kepala Hydra untuk ditunjukkan nanti.


__ADS_2