Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 11 : Unit Zeltras


__ADS_3

"Aku mengerti, kalian diizinkan untuk pergi ke sana."


Aku berterima kasih untuknya.


"Kalau begitu aku permisi."


"Oh yah, Weis luangkan waktumu ke bengkel akademi kau pasti akan menyukainya."


Aku mengangguk mengiyakan dan bertemu kembali dengan anggota partyku di luar sana, sampai sekarang aku masih bingung kenapa malah aku yang harus memimpin kelompok ini, meski begitu jika salah satu dari mereka benar-benar jadi pemimpin aku tidak bisa membayangkannya.


Atas penjelasanku Hoshimiya tersenyum senang.


"Dengan mengalahkan mereka kita bisa berada di kelas di Akademi ini."


"Iya."


"Walau berada di kelas membosankan aku pikir tak masalah bertindak seperti siswa lainnya."


Dan Andelona tersenyum jahat, yang mana aku segera memegangi bahunya lalu menatapnya lurus.


"Dengar Andelona kau tidak boleh membunuh siapapun siswa di Akademi, tahan dirimu oke, atau kita dalam masalah."


"Aku tahu."


Syukurlah jika dia mengerti.


Entah karena sudah terbiasa atau tidak, aku menggendong Cassiopeia di bahuku lalu bersama-sama kami pergi ke bengkel akademi, itu adalah ruangan sangat luas yang benar-benar luar biasa.


Di dalamnya banyak orang-orang yang sedang merakit banyak senjata terutama robot mesin setinggi 25 meter yang disebut sebagai unit Zeltras, beberapa negara memang sebagian menggunakan hal ini.


Seorang wanita dengan pakaian bengkel berambut ekor kuda berkata ke arah kami.


"Ada yang kalian butuhkan di sini?"


"Kami hanya diminta untuk mampir ke sini oleh kepala sekolah."


"Tak biasanya dia meminta seseorang untuk mampir, tak masalah... namaku Lita, aku pemimpin di bengkel ini."


Kami juga secara bergantian memperkenalkan diri. Aku menjelaskan keadaan kami.


"Haha kalian ditantang oleh bangsawan. Yah itu merepotkan apalagi mereka bisa menggunakan unit Zeltras."

__ADS_1


Aku sekali lagi melihat bagaimana robot itu berdiri dengan gagah, warna dasarnya adalah biru yang entah kenapa mengingatkanku pada rambut tuan putri.


Cassiopeia turun dari bahuku dan mulai menganalisis satu robot.


"Jadi apa kalian akan bertarung dengan unit ini juga."


"Tidak, kami pikir kami akan bertarung tanpa menggunakannya."


"Kau serius? Robot ini sulit untuk dikalahkan dengan cara seperti itu."


Cassiopeia memotong.


"Kurasa itu benar Weis, mereka menggunakan sistem ESD [ Eternal Shield] yang memungkinkan sihir tidak bisa mempan melawannya tapi kurasa senjata Hoshimiya bisa menembusnya jika menembak lima peluru di tempat yang sama."


"Itu jelas mustahil," balas Hoshimiya.


"Bagaimana dengan gergajiku, apa masih bisa digunakan."


"Kurasa gergajimu akan rusak Andelona."


"Itu menyebalkan."


"Unit Zeltras bisa dikalahkan dengan unit yang sama, tapi jika kalian menggunakan Eternal Suit itu bukan masalah."


Membayangkan aku mengenakan hanya pakaian dalam membuatku tidak nyaman karena itu memang senjata yang dikhususkan untuk wanita.


"Apa kau memilikinya Lita?"


"Tentu karena sangat langka aku hanya memiliki satu, apa dari kalian mau mencobanya."


Aku segera mengangkat tanganku.


"Aku ingin melihat Hoshimiya melakukannya."


"Yaw, Weis sangat terang-terangan."


Dari siapapun Hoshimiya memiliki tubuh bagus jelas aku tidak bisa melewatkan kesempatan ini. Dan karena dia setuju maka tidak ada masalah.


"Ikuti aku, bagaimanpun Eternal Suit adalah barang yang tidak boleh ditunjukkan dengan mudah pada orang lain."


Kami mengikuti Lita ke atas gedung di mana di sana tidak ada siapapun kecuali kami, dia memberikan sebuah kubus yang menyerupai Rubix.

__ADS_1


Rubix adalah energi yang digunakan sebagai pengganti mana dalam senjata semi otomatis, bedanya adalah Eternal Suit seutuhnya terlihat seperti besi.


"Jadi ini."


Lita memberikannya pada Hoshimiya.


"Senjata itu telah dirubah sedemikian rupa menjadi sebuah molekul dan saat diaktifkan, molekul itu akan membentuk ulang sendiri seperti bentuk aslinya dan pakaian pengguna akan digantikan dengan ini."


"Jadi seperti itu jalannya, lalu bagaimana dengan Rubix?" tanyaku demikian.


"Rubix hanya kubus yang diisi oleh batu energi, mereka menghancurkannya lalu memasukannya ke dalam kubus," balas Cassiopeia.


Itu menganggumkan.


Lita melirik ke arah Cassiopeia.


"Kau memiliki banyak pengetahuan apa kau berniat untuk bergabung dengan bengkel kami."


"Aku suka bekerja sendiri tapi jika membutuhkan sesuatu aku akan meminjam bengkelnya dan orang-orangmu."


"Itu tidak masalah."


Orang jenius selalu menarik orang jenius lainnya. Sekarang aku tidak sabar melihat Hoshimiya.


"Apa aku nanti boleh mencobanya juga?"


"Tentu, aku juga ingin melihat Andelona setengah telanjang."


"Kalau aku Weis?"


"Maaf Cassiopeia aku tidak berminat."


"Dasar pemuja dada besar."


Dia mencekikku.


"Aku mengerti, aku mengerti, aku juga ingin melihatmu."


"Fufu itu jawaban bagus."


Lita hanya tersenyum masam.

__ADS_1


__ADS_2