
Andelona dan Cassiopeia benar-benar tidak kembali ke asrama malam ini, sementara jantungku berdegup kencang gadis bernama Hoshimiya hanya menantapku dengan tatapan basah dari tempat tidurnya yang hanya berjarak sekitar beberapa sentimeter saja.
Aroma wangi tercium darinya yang bisa aku yakini dia baru saja mandi, kulit yang merah merona adalah suatu yang tampak darinya, dibanding aku yang tidak tahu harus melakukan apa Hoshimiya berkata dengan polos.
"Cepat lakukan Weis, kita akan tubuh dewasa bersama dan tolong lakukan dengan lembut."
Aku tidak berniat melakukan hal itu jadi mari sudahi komedi tak berarti ini dengan menutup mataku dan bangun di pagi hari tanpa kehilangan apapun untuk disesali.
Aku memutuskan hal itu jadi aku menutup mulutnya dengan pita perekat agar dia tidak mengigau hal aneh-aneh.
Dengan itu aku memiliki malam yang tenang dan damai, keesokan paginya Hoshimiya hendak mencekikku.
"Uwah, Andelona, Cassiopeia selamatkan aku."
Mereka tidak ada di sini.
"Kenapa kau menutup mulutku?"
"Maafkan aku, tapi kau selalu mengigau."
"Aku tidak mungkin mengigau."
"Kau mengigau hal aneh-aneh bahkan berbicara yang kotor-kotor."
"Katakan padaku apa itu?"
"Seperti banyak adegan berbahaya di sana."
Hoshimiya duduk di pojokan selagi menutup wajahnya.
__ADS_1
"Aku sudah tidak bisa lagi menikah, aku ternyata cewek nafsuan."
Dia baru menyadarinya.
Gadis ini tidak tahu bagaimana aku menahan ketegangan selama ini. Lain kali aku tidak akan berusaha menutup mulutnya lagi.
Aku mendesah pelan saat Hoshimiya berjalan di sampingku dengan senang.
Sebagai ucapan minta maaf aku telah memberikan berbagai makanan yang dia sukai dan itu menguras isi dompetku sangat dalam.
Kami berdua mengunjungi Andelona dan Cassiopeia yang masih disibukan di bengkel sebelum akhirnya pergi ke guild untuk mengambil sebuah pekerjaan, kami dilarang untuk mengambil quest seperti petualang lain dan kami berdua hanya ingin mencari tahu material monster seperti apa yang dijual dengan harga tinggi.
"Serigala bertaring 10 koin emas untuk tubuh utuh, kelinci jahanam 20 koin emas sementara pembasmian slime pembunuh 100 koin emas."
"Apa kau baru mengatakan slime pembunuh?"
"Bayarannya cukup tinggi tapi kita tak bisa melakukanya itu pekerjaan petualang."
"Omong kosong."
Kami terkejut dengan suara Elma yang tiba-tiba terdengar dari belakang kami.
"Elma tolong jangan tiba-tiba."
"Maaf, maaf tapi aku punya berita bagus hari ini."
"Begitukah."
"Lihat ini."
__ADS_1
Aku cukup terkejut karena Elma yang manis memberikan kami kartu petualang berada di peringkat A.
"Bukannya kami siswa akademi, seharusnya kami dilarang."
Aku menerima kartu tersebut di sana ada milik Andelona dan juga Cassiopeia dengan foto wajah kami masing-masing. Aku akan memberikannya nanti.
"Apa aku terlihat gemukan di kartu ini?" Hoshimiya lebih mempermasalahkan hal itu sedangkan Elma menjelaskan.
"Ini pengecualian, karena kalian berdua sangat bekerja keras untuk menyelamatkan kota ini maka guild master mengizinkannya."
"Tapi bukannya itu berbahaya jika melakukannya semaunya saja."
"Soal itu tidak masalah karena ini juga disetujui oleh tuan putri."
Aku tiba-tiba mengingat wajahnya, dia adalah siswa akademi juga yang tempo hari terlibat dengan perdebatanku dengan Figo si anak bangsawan Marquez. Jika begitu aku harus berterima kasih nanti.
"Kalau begitu kami ingin mengambil quest slime pembunuh."
"Baik, lakukan yang terbaik."
Kami pamit setelahnya, slime pembunuh belakangan ini mencoba masuk ke dalam kota namun karena penjagaannya yang ketat mereka beralih ke desa-desa sekitar. Slime ini memakan daging sayangnya malah menargetkan manusia bukannya monster di hutan monster.
Kami perlu menghabisinya sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Apa menurutmu slime-slime ini disebar oleh raja iblis?" itulah yang sedang kupikirkan.
"Mungkin saja, slime yang melarutkan pakaian sudah menakutkan apalagi melarutkan daging manusia."
Aku bisa mengerti itu.
__ADS_1