
Di dalam ruangan tertutup Sento menempel empat wajah pria. Sementara dia menjelaskan asal usul mereka kami hanya mendengarkan bersama Geonia yang akan sementara waktu ikut dengan kami.
Keempat pria yang ditunjuk oleh Sento disebut sebagai empat raja langit yang merupakan organisasi gelap, tak hanya berbisnis dalam penjualan budak, mereka juga mengirimkan barang haram serta bisnis ilegal lainnya.
Nama mereka mudah diingat, Ichi, Ni, San dan Yon.
Walau mereka berada di satu organisasi mereka bergerak secara terpisah karena itulah sulit untuk ditemukan, pelelangan yang kami hancurkan hanya sebagian cabang dari mereka saja.
Setelah penjelasan Sento disusul dengan Cassiopeia. Dia menunjuk wilayah di mana salah satu dari keempat raja langit berada.
"Di sini adalah persembunyian Ichi, cukup sulit karena mereka bersembunyi di medan curam, dari yang kudengar setiap empat raja langit memiliki Unit Zeltras yang berbeda-beda, jika kita mengambil datanya kita bisa menemukan tiga lainnya."
"Apa Unit Zeltras selalu dijual belikan untuk warga sipil?" atas pertanyaanku Cassiopeia menjelaskan.
"Tentu saja tidak, biasanya mereka mengambil dari negara tertentu atau membuatnya sendiri, biasanya saat negara melawan Demon Lord Terrytory mereka yang kalah cenderung meninggalkannya begitu saja."
Aku mengangguk sebagai tanda mengerti.
"Kalau begitu sore nanti kita akan berangkat karena Itulah kalian bisa beristirahat."
"Aah."
Rapat dibubarkan.
Aku meregangkan otot-otot tanganku yang kaku. Aku ingin berjalan-jalan sendirian hari ini namun Geonia memegangi tanganku.
"Bolehkah aku ikut denganmu?"
"Aku tidak masalah, benar juga... kukira kau perlu beli pakaian baru mari ikut."
__ADS_1
"Iya."
Geonia dengan senang mengikutiku ke toko pakaian, dia tidak bisa memilih apa yang cocok dengannya karena itu aku meminta pegawai toko untuk memilihkannya.
Itu sangat mempesona saat dia mencoba semuanya.
Pilihan terakhir jatuh pada gaun berenda yang imut.
"Ba-bagaimana?"
"Cocok denganmu, tolong beli semua yang dia kenakannya."
"Baik."
"Tuan Weis, itu.."
Aku bisa mendengar keluhan Casandra di dalam kepalaku.
[Curang... aku juga mau dibeliin, padahal tiap malam aku sangat bekerja keras untuk memuaskan tuan]
[Kau ini, aku akan membelikannya lain kali]
[Yeay]
Berhubung kantong penyimpanan dipegang oleh Hoshimiya, untuk sementara waktu aku menyimpan pakaiannya ke dalam sihir penyimpananku saja.
"Setelah membeli pakaian, mari beli makanan," aku mengatakannya dengan pandangan berbinar.
"Tuan Weis sangat bersemangat."
__ADS_1
"Makanan nomor satu."
Kami memesan meja di kendai populer di kota Restorasi, para pelayan meletakan banyak makanan di meja kami.
Casandra juga turut duduk di bangku kosong jadi aku harus menjelaskan sosoknya pada Geonia juga.
"Dia roh agung Casandra."
"Wah.. roh agung, apa kamu sama seperti nona Talia?"
Mendengar itu aku dan Casandra jelas terkejut, Talia adalah roh agung milikku juga di masa lalu.
"Benar, apa kamu pernah bertemu dengannya?"
"Iya, ia berada di Aloysius tepatnya di laut mengamuk. Beliau terkadang selalu pergi ke desa untuk membeli makanan dan juga bernyanyi untuk semua orang."
"Tuan."
"Aah, perjalanan kita tidak sia-sia... mari habiskan dulu makanannya."
"Oke, yang kalah harus cuci piring."
"Yah, kita di kedai... pelayan di sini yang akan melakukannya."
"Heh, tidak seru."
Aku melirik ke arah Geonia yang tampak sedikit menangis selagi memakan makanannya.
Mungkin dia teringat kampung halamannya termasuk keluarganya yang belum diketahui keberadaannya.
__ADS_1