
"Karena aku melanggar aturan aku akan dibebaskan tugas selama 1000 tahun, mungkin lebih baik kau menunggu pengggantiku tapi aku yakin itu sulit memindahkanmu ke dunia yang sama."
"Itu akan merepotkan bagiku."
"Karena itulah jika kau mau menunggu aku tidak masalah mengabulkannya hanya saja dengan satu syarat."
"Syarat apa?"
"Tolong panggil aku ke dunia sana saat kau berada di sana, ini mungkin melanggar tugasku lagi tapi paling tidak hukumanku akan berada di dunia sana selama 1000 tahun berikutnya."
Weis kini terasa tidak enak, tapi dia juga tidak bisa melewatkannya.
"Sepakat, tapi apa itu tidak akan berpengaruh pada pekerjaanmu."
"Aku hanya dewi peringkat rendah jadi tak masalah, kalau begitu selama itu kamu akan tinggal bersamaku di alam dewi."
"Aku mengerti, tapi ngomong-ngomong bagaimana soal makhluk itu?"
"Dia berasal dari dunia bawah jadi akan sulit dihadapi tapi asalkan aku datang ke duniamu aku bisa melakukan sesuatu nanti, segelnya akan terlepas 1000 tahun lagi jadi masih banyak waktu."
Itu jelas kesepakatan yang bagus.
Semenjak itu aku tinggal di alam dewi dan mulai bekerja untuk melayani sang dewi, seperti membersihkan kediamannya, mencuci serta menyirami bunga-bunganya juga, saat itu ia juga mengatakan sesuatu yang penting.
"Saat kau nanti kembali kupikir kau akan banyak mendapatkan masalah dengan wanita, lakukan yang terbaik."
Aku tidak tahu apa maksudnya dan sekarang aku mengerti semuanya.
"Weis kau baik-baik saja?" tanya Alya.
"Bukan apa-apa, aku hanya sedikit lelah."
__ADS_1
"Maaf aku memaksamu cukup lama."
"Tidak masalah juga, aku akan merapihkan rambutmu sebelum orang tadi datang."
"Aku sangat terbantu."
Aku mengunjungi bengkel dan melihat Cassiopeia sedang sibuk mempersiapkan beberapa unit zeltras untuk digunakan semua orang.
"Andelona dan Hoshimiya juga."
"Bagaimana unit kami."
"Kalian mendapatkan satu juga."
"Akan lebih baik jika kami juga bertarung di garis depan."
Aku melirik ke arah Cassiopeia dan ia tersenyum bangga selagi menganggukkan kepalanya dan di saat yang sama aku juga melihat Lita, sepertinya dia juga dipekerjakan cukup keras.
Diam-diam aku menyemangatinya dalam lubuk hatiku, selang dua hari saja sebuah pertempuran berlangsung.
Di pimpin oleh jenderal Vardia yang pernah aku hadapi, dia muncul bersamaan pasukannya yang mengenakan unit Zeros lebih sederhana darinya.
Kini ini menjadi pertarungan antar unit.
Aku dan Sento menjadi pemimpin untuk mengarahkan siswa akademi lainnya termasuk Andelona dan Hoshimiya.
Kami semuanya menggunakan unit Zeltras.
Layar menampilkan sosok Sento di sana.
"Akhirnya aku punya waktu untuk menguji Red Lily."
__ADS_1
"Kau sangat bersemangat."
"Sudah jelas, aku berdebar-debar."
Andelona, Hoshimiya juga ikut menimpali.
"Ayo hancurkan mereka."
"Aku juga tidak sabar."
Apakah pengaruh Andelona telah meracuni mereka, hal itu tidak bisa dijawab juga.
Qiora mulai mengindetifikasi pasukan musuh.
"Ini akan jadi pertarungan sulit meski begitu masterku tidak akan kalah."
"Tentu saja, kalau begitu kita mulai."
Aku memerintahkan untuk semua orang mengangkat senjata sebelum akhirnya melesat maju dan saling bertubrukan dengan pasukan lawan. Figo terlihat kesal karena aku yang memimpin tapi dia sebelumnya kalah dariku maka dia harus menerimanya dengan lapang dada.
Bunyi dentuman terdengar di sekelilingku bersamaan roket yang meledak setelahnya, musuh utamaku adalah Vardia jadi hampir yang lainnya aku lewatkan begitu saja dan langsung mengincarnya.
Pedang kami bertubrukan dengan percikan kembang api ke udara.
"Ahaha dalam pertarungan ini aku pasti akan mengalahkanmu."
"Apa kau yang menyerang ibukota?"
"Tidak, itu mungkin Hugo.. targetku hanya wilayah ini"
"Aku jelas tidak akan membiarkannya jatuh pada kalian."
__ADS_1