Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 58 : Kafe Kucing


__ADS_3

Dari tempatku berdiri. Aku bisa melihat Elma yang berlari ke arahku selagi tergesa-gesa.


"Maaf membuatmu menunggu Weis."


"Tak masalah, harusnya kamu tidak usah terburu-buru."


"Aku sangat menantikan hari ini jadi aku terlalu bingung untuk memilih pakaian."


Ia masih mengenakan gaun berenda hanya saja seutuhnya bertujuan untuk dikenakan dalam acara santai.


"Bagaimana menurutmu?"


"Kamu sangat cocok mengenakannya."


"Aku sangat senang."


Kami berjalan bersebelahan.


"Apa ada tempat yang ingin Elma kunjungi?"


"Hmm, itu aku ingin pergi ke kafe kucing, mereka menjalankan bisnis restoran dengan banyak kucing di dalamnya."


"Sepertinya itu menarik."


"Benar, bulu mereka pasti sangat lembut dan kuping mereka aku ingin menyentuhnya."


"Elma suka kucing?"


"Haha iya, sebenarnya aku sangat ingin menyentuh kuping Casandra tapi aku tahu dia akan marah."


"Maaf soal itu."


"Kenapa kamu harus minta maaf, ngomong-ngomong sebelumnya Weis bertanya soal roh agung sebenarnya apa mereka?"


"Roh agung sebelumnya sebenarnya manusia."


"Heh? Kamu tidak bohong."

__ADS_1


"Tentu saja, ketika manusia mati roh dan jasadnya akan terpisah dan mereka akan pergi ke dunia lain namun ada sebagian roh tidak melakukannya dan membuat ulang tubuh dirinya dengan mana."


"Itu mengagumkan."


"Meski mereka akan terlihat seperti manusia pada umumnya sebenarnya mereka roh karena itulah mereka tidak bisa memiliki anak."


"Aku mengerti, apa mungkin Casandra dan Talia juga roh agung?"


Sepertinya Elma sudah curiga, aku tiba-tiba menanyakan buku roh agung karena itulah ia pasti akan berfikir demikian.


Aku mengangguk sebagai jawaban, aku tidak enak juga menyembunyikannya.


"Begitu, Weis seorang pria pasti menyukai hal itu juga bukan."


Elma tertawa kecil dan rasanya barusan untuk kedua kalinya aku terbongkar, dia pasti berfikir bahwa aku mengumpulkan mereka hanya untuk hobi malam hari saja tapi sejujurnya aku memiliki alasan kuat dibandingkan itu.


Rasanya aku ingin menghilang sekarang.


"Kita sudah sampai Weis, kafe kucing asoy."


"Itulah daya tarik dari tempat ini, kita masuk."


"Tentu."


Kami duduk dilantai yang telah ditutup dengan tikar tebal, ada meja yang ditaruh untuk kami yang mana akan disisi oleh pesanan kami.


Para kucing mulai mendekat khususnya pada Elma. Dia sangat populer dengan kucing.


Seekor kucing melirik ke arahku seolah berkata. Berikan makananmu kau sudah berada dalam hipnotisku.


Sayang sekali tapi di kafe ini dilarang memberi makan, itu akan mengotori tempatnya tapi sebagai gantinya aku mengambil kucing tersebut lalu mengelusnya.


"Lembut sekali."


Elma sudah tenggelam di dunianya sendiri, kami cukup lama bermain-main dengan kucing serta memakan makanan yang disediakan di sini, selanjutnya kami berpergian ke tempat lain.


Kami belanja bersama, bermain dengan anak-anak di taman kota, meniup gelembung dan juga menghabiskan sore hari melihat pemandangan sebelum akhirnya malam hari telah tiba.

__ADS_1


"Benar Weis aku menjanjikan hadiah sebelumnya untukmu."


"Aku baru ingat, apa itu?"


"Hadiahnya adalah ini."


Elma menciumku beberapa saat sebelum mundur ke belakang.


"Uwah, hari ini aku sangat puas... aku juga bermain dengan banyak kucing, nah Weis apa kita bisa pacaran mulai sekarang dan pergi seperti ini lagi?"


"Aku mungkin akan banyak memiliki istri aku pikir Elma bisa mencari pria yang lebih baik dariku."


"Tidak, bagiku Weis adalah pilihan tepat, kau baik dan juga keren."


"Yah, kalau Elma tidak keberatan denganku... aku tidak masalah."


"Mulai sekarang kita bisa disebut sepasang kekasih."


"Tapi di guild kuharap kau tetap jadi biasanya."


"Siap laksanakan kalau begitu aku masuk dulu."


"Sampai nanti."


"Sampai nanti."


Casandra dan Talia muncul di sebelahku.


"Dia benar-benar menyukai tuan, Talia berapa istri yang akan dimiliki tuan."


"Lima puluh."


"Aku seratus."


Mereka malah menjadikannya taruhan.


"Kalian berdua berlebihan."

__ADS_1


__ADS_2