Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat

Reinkarnasi "Penyihir" Menjadi Siswa Akademi Militer Terkuat
Chapter 28 : Tujuh Buku Roh Agung Avades


__ADS_3

Aku menceritakan soal reinkarnasi diriku pada semua orang khususnya tentang keberadaan Casandra, dari tujuh buku Avades dulu aku hanya memiliki empat saja dan sekarang aku perlu mengumpulkan semuanya.


Tepat saat aku mati aku berhasil menyebarkan semuanya dan untuk Casandra aku bisa merasakan keberadaannya di sini.


Cassiopeia yang sejak tadi berfikir bertanya ke arahku.


"Aku mengerti semuanya, lalu kenapa Weis ingin mengumpulkan semua buku, kudengar seluruh roh dari buku Avades adalah seorang wanita bertelinga hewan."


Hoshimiya mengangkat tangannya.


"Ugh... Weis memiliki hobi seperti itu, padahal kau sudah punya aku."


Dia pura-pura menangis.


"Bukan. Apapun itu aku tidak memiliki hal semacam itu."


"Hmmm."


Hoshimiya mendorong wajahnya dan itu terlalu dekat. Casandra di sebelahku juga tidak berhenti menempel padaku.


"Jika begitu, kau memiliki alasan yang bagus bukan?"


Aku mendesah pelan untuk membalasnya.


"Aku ingin meminjam kekuatan tujuh buku Avades untuk membuatku semakin kuat dan juga ingin memanggil dewi kedua ini."


Mendengarku semua orang terbelalak terkejut hanya Andelona yang sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan sedikipun.


"Weis, kau pasti bercanda?"


"Aku memiliki janji dengannya, aku memintanya untuk mereinkarnasikan diriku ke dunia ini lagi dan itu sebagai syaratnya, ia juga bilang akan lebih baik jika pergi ke dunia ini setelah 1000 tahun kemudian, jadi selama itu aku hanya menghabiskan waktu di alam dewi."


"Itu benar-benar mengejutkan."

__ADS_1


"Apapun itu, yang terpenting tuan kembali."


"Weis?"


Di tatap Hoshimiya aku berdeham sekali untuk merubah topik.


"Casandra maukah kau menjalin kontrak denganku lagi."


"Tentu saja tuan, dengan senang hati."


Aku melukai jariku dan saat darah menetes ke bawah, lingkaran sihir tercipta di bawah kaki Casandra yang memosisikan dirinya seolah sedang berdoa.


"Dengan kontrak darah ini, aku Weis Either menjalin hubungan dengan roh agung dari buku Avades. Saling berbagi jiwa dan raga. Tolong katakan jawabanmu."


"Casandra Lionora menerimanya."


Tepat saat dia mengatakannya Casandra berubah menjadi buku dan kemudian melayang sebelum masuk ke dalam tubuhku.


"Begini lebih nyaman."


"Curang aku juga ingin menyatu dengan Weis."


Sementara aku tersenyum masam Cassiopeia mencegah Hoshimiya untuk melakukan hal tidak-tidak.


"Jika kau menyatukan tubuhmu dengan Weis, itu artinya akan ada kehidupan baru di perutmu nanti jika begitu petualangan kita akan terhenti."


"..."


"Petualang kita, jangan bilang?"


"Bodoh, tentu saja aku akan ikut... kita satu kelompok aku juga akan membantumu sebisanya, benar Andelona?"


"Selagi aku bisa memotong daging semuanya oke."

__ADS_1


Hoshimiya juga mengangguk mengiyakan.


Kurasa aku beruntung telah datang ke akademi ini, walaupun berhubungan dengan orang-orang aneh.


[Sekarang tuan sudah banyak teman, aku senang melihatnya]


[Begitukah]


Aku dan Casandra hanya saling berhubungan dengan telepati saja, dengan Casandra berada dalam tubuhku maka aku bisa menggunakan sihir api.


"Mari kita kembali ke akademi."


[Tuan, di depan singgasanaku ada sebuah lingkaran teleportasi, jika anda menggunakannya semua orang bisa kembali dengan cepat ke luar]


[Owh... kami sangat terbantu, terima kasih Casandra]


[Yeey]


Kami menggunakan lingkaran teleportasi tersebut dan dalam sekejap kami telah dikeluarkan ke luar labirin.


"Kalau saja kita bisa melakukannya dari awal, kita tidak perlu bertarung dengan monster."


"Lingkaran sihir barusan hanya digunakan untuk perjalanan satu arah saja."


"Itu mengecewakan, sekarang Weis gendong aku."


"Baik."


Aku melakukannya.


"Aku sangat bau, aku ingin segera mandi."


"Aku juga, banyak darah yang mengering di pakaianku juga."

__ADS_1


Rasanya semua perkataan yang dikeluarkan Andelona selalu menakutkan, besok pagi aku harus memberikan laporan pada Alya dan itu pasti menyusahkan.


__ADS_2