Rekayasa Perasaan

Rekayasa Perasaan
Nepotisme


__ADS_3

Bab 52 Nepotisme


Rara


Di rumah, Rara termenung memikirkan keberadaan sahabatnya itu. Makan jadi tak enak, tidur tak nyenyak, gairah hidup jadi lesu. Ia belum bisa tenang jika kabar Dea belum ketahuan sampai sekarang.


"Kenapa? Masih kefikiran Dea?" Tanya Deon menghampirinya yang sedang menatap kosong televisi di hadapannya.


Rara menghela nafas pelan, kemudian mengangguk. "Aku gak nyangka aja, orang secerdas pak Azka bisa sebodoh ini dalam urusan rumah tangga."


"Kondisi orang beda-beda, Ra. Masalahnya juga beda-beda. Aku pernah baca sebuah artikel, ada seorang peneliti perkawinan gitu, lupa namanya siapa, beliau itu menyimpulkan bahwa, kecerdasan intelektual suami-istri tidak berpengaruh pada langgengnya pernikahan mereka. Kamu tau gak apa yang paling berpengaruh?" Tanya Deon meminta perhatian Rara.


Rara menggeleng kemudian mengedikkan kedua bahunya tanda tidak tau.


"Jadi, hal yang paling berpengaruh itu justru adalah kecerdasan emosi mereka. Orang yang cerdas secara emosi itu lebih mampu memperhatikan, memahami, dan mengekspresikan perasaannya, entah itu kesedihan, gembira atau rasa marah sekalipun. Pasangan yang cerdas secara emosional, cenderung lebih tahan terhadap gelombang-gelombang yang menghantam bahtera rumah tangga mereka. Jadi ketika mereka menghadapi masalah, mereka juga bertengkar, manusiawi, akan tetapi mereka tidak bertarung dengan kata-kata pedih dan menyakitkan sehingga sulit untuk dimaafkan oleh pasangannya. Mas tuh lihatnya, pak Azka itu orangnya tipe-tipe yang terlalu lama terjebak dalam emosi negatif, susah move on, gak mau belajar memaafkan, makanya logika sehatnya sudah menguap kalau marah."


"Ah, mas kebanyakan teori. Kalau aku ngambek sama mas, mas mana pernah faham." Sela Rara mengerucutkan bibirnya.


Deon terpaksa menelan ludahnya kasar, udah bicara panjang-panjang eh malah di-cut sama istri. Untung cinta, kalo tidak udah diumpanin buat mancing kepiting.


"Bukan gak mau faham, ayang cantik sih kalo lagi ngambek." Ucapnya tersenyum lebar.

__ADS_1


"Gombal."


"Nah..ngambek kan? Uuhhh...guemesssshhhh!" Kedua pipi Rara dijepit seperti kepiting oleh Deon membuat mereka yang pada akhirnya bergulat di atas tempat tidur.


*****


Dea


Dan di sinilah sekarang aku berada, berdiri di balkon dari atas ketinggian puluhan meter, merasakan udara yang terasa begitu panas membakar, memandangi gedung-gedung tinggi yang memenuhi seisi kota, tepatnya di sebuah apartemen yang terletak di sebuah kota pelabuhan, yang jaraknya sekitar 35 km dari pusat kota, Jebel Ali, Dubai.


Aku memutuskan mengambil sebuah tawaran dari senior aku saat kuliah dulu untuk bekerja di salah satu perusahaan Fabrikasi bangunan lepas pantai, yaitu McDermott Middle East, Inc. Perusahaan milik Amerika namun mempunyai beberapa lokasi fabrikasi di berbagai negara di dunia, salah satunya di kota Batam, Indonesia. Ada 8.000 perusahaan yang berbasis di Jebel Ali Free Zone (JAFZA), menyumbang 23% dari produk domestik bruto Dubai tahun lalu. Ini adalah zona perdagangan terbesar di Timur Tengah.


Banyak yang bilang perusahaan ini penuh Nepotisme karena kebanyakan yang bekerja di sana dari hasil rekomendasi orang dalam. Sebenarnya sih sah-sah saja kalau menurut aku, karena perusahaan butuh orang-orang yang skillfull, berbeda jika untuk fresh graduate, bisa difahami jika memerlukan banyak bimbingan dari manajemen. Tapi ketika meng-hire tenaga profesional, terkadang apa yang terlihat di CV dan interview, ternyata berbeda jauh dengan kemampuannya. Makanya, daripada buang-buang waktu, lebih baik cari yang sudah pasti-pasti aja, salah satunya dengan meminta rekomendasi dari karyawan terbaik yang dimilikinya. Ini akan menjadi tanggung jawab moral bagi perekomendasi, jadi mereka tidak mungkin main-main dalam merekomendasikan seseorang.


Karena pihak perusahaan yang sedang dalam posisi terdesak, sedang butuh, aku memanfaatkan situasi ini untuk bernegosiasi terutama dalam hal mengenai kehamilanku dan saat melahirkan nanti. Dan perusahaan memberiku kelonggaran untuk lebih banyak work from home setelah melahirkan nanti. Aku hanya akan ke kantor jika ada pekerjaan mendesak dan menghadiri meeting. Alhamdulillah, bersyukur banget bisa mendapatkan tempat bekerja yang mengerti kondisi kantong dan hidupku saat ini.


Dan kabar bahagia lainnya, aku tinggal di unit samping seniorku yang mengajakku bekerja di Dubai, namanya kak Limpo. Beliau tinggal bersama istri dan ketiga anak-anaknya. Istrinya sangat ramah, anak-anaknya lucu dan menggemaskan. Mereka membawa salah satu anggota keluarganya dari kampung untuk membantu mengasuh anak-anaknya dan beliau tidak keberatan akan membantu aku nantinya mengurus bayiku. MaasyaAllah.


Mungkin salah satu hal yang paling mengesankan dari mengenal orang-orang Makassar adalah rasa persaudaraannya yang tinggi dimanapun berada. Sejak awal menginjakkan kaki di kampus, kami selalu dicecoki tentang kekompakan antar sesama teman, bagaimana menghormati para tetua di kampus, dan yang paling menarik di Fakultas Teknik waktu itu, bagaimana kami yang mahasiswa perempuan sangat dimuliakan dan dijaga. Sekeras apapun masa ospek kami, tapi bisa dipastikan tidak akan terjadi pelecehan seksual karena barisan perempuan dan laki-laki dipisah, dan yang meng-handle mahasiswa baru perempuan adalah senior perempuan juga, senior laki-laki hanya mengawasi dari jauh mengingat jumlah laki-laki memang jauh lebih besar dibanding perempuan.


Alumni dari jurusan kami juga bisa dipastikan tidak akan dibiarkan menganggur, selama mau bekerja, maka senior-senior kami yang akan berusaha mencarikan pekerjaan sampai dapat. Contohnya si Badai dan Rara, selesai kuliah langsung kuajak kerja di tempatku bekerja. Bahkan beberpa juniorku juga sudah ada yang bekerja di sana atas rekomendasiku.

__ADS_1


Aku bersyukur bisa berada di sini sekarang, mungkin aku akan bisa secepatnya melupakan masalah rumah tanggaku. Aku sadar, kabur seperti ini sungguh kekanak-kanakan dan bukannya menyelesaikan masalah. Tapi kali ini aku ingin egois sedikit untuk diriku sendiri. Kalau memang bang Azka ingin menikah lagi, aku sudah ikhlas. Toh dia bisa menikah kapanpun tanpa perlu izin aku.


Berarti aku ceritanya akan dipoligami? Yaaa.. gak masalah, aku bukan orang yang anti terhadap syariat poligami, tapi bukan berarti aku siap menjalani hidup rumah tangga berpoligami. Aku hanya tidak suka sama laki-laki yang menghalalkan zina atas nama poligami. Udah selingkuh duluan, bahkan sudah berzina, terus bilang mau poligami buat menutupi kelakuan bejatnya. Laki-laki seperti inilah yang merusak syariat agama. Padahal dalam beberapa kasus, poligami adalah solusi, selama semua pihak ridha menjalaninya.


Jika bang Azka benar sudah menikah lagi, suatu saat aku akan meminta cerai jika sudah waktunya. Aku tidak mau pusing, laki-laki jika memang mencintai istrinya dan tujuan menikahnya adalah sehidup sesurga, tentu akan berfikir jutaan kali jika ingin berpoligami. Karena berpoligami itu artinya menambah tugas, kewajiban dan tanggung jawab. Mempertanggung jawabkan satu istri saja di akhirat kelak pasti sudah puyeng, bagaimana kalau banyak?


×××××


\=\=\=\=\=\=***\=\=\=\=\=\=


Dear Readers,


Hari ini kita santai-santai dulu yah, kemarin-kemarin bikin nyesek mulu. hehe..


Jadi...author itu agak sulit kalau mau crazy up, soalnya dalam menulis, author kadang baca-baca beberapa buku dan artikel dulu baru bisa menyusun 1 bab. Author sadar genre yang paling populer di NT salah satunya adalah genre pernikahan kontrak dan menghadirkan adegan-adegan panas. Tapi bagi author, tulisan itu punya tanggung jawab moral dan akan dipertanggungjawabkan di dunia maupun akhirat. Jadi sebisa mungkin author akan selalu menyelipkan nasehat-nasehat yang baik, kadang juga ada kritikan, dll.


Meskipun dari dua novel author semuanya adalah tentang perjodohan, tapi author ingin keluar dari tema pernikahan kontrak. Karena dalam agama yang author anut, nikah kontrak itu adalah haram. yaaa.. meskipun dalam novel2 sebelah akhirnya ujung2nya keduanya saling jatuh cinta, tapi tetap saja author tidak ingin membawa cerita nikah kontrak menjadi isu utama dalam tulisan author.


Ini bikin Dea kabur aja udah bikin kepikiran, karena wanita surga itu tidak akan kabur ketika menghadapi masalah dalam rumah tangganya, tapi bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk menyelesaikannya😍


Oke, thanks banget yah untuk dukungannya, tekan like, comment sebanyak-banyaknya dan kasi votenya yah biar popularitas novel ini terus meningkat.

__ADS_1


Thanks berat yah🤗


__ADS_2