
Bab 62 Bom Atom
Akhirnya, waktu yang ditunggu pun tiba. Saatnya kembali ke Indonesia. Setelah seminggu Dea memenuhi permintaan Mark untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya atas izin Azka tentu saja, tibalah sekarang Dea dan Azka berpamitan kepada keluarga kak Limpo dan uni Rika.
Suasana haru mewarnai kebersamaan mereka karena si Faiq anak bungsu kak Limpo tidak ingin melepas Dea pergi. Faiq meraung-raung, membuang diri ke lantai kemudian berguling-guling bak tandem roller yang sedang meratakan jalan berkerikil. Semua menjadi tertawa melihat aksi Faiq yang pada akhirnya tertidur di dalam gendongan Dea setelah lelah menangis meminta perhatiannya.
"Terima kasih kak, uni untuk semua kebaikannya selama ini." Ucap Dea memeluk uni Rika saat mengantarkan kepulangan mereka di bandara.
"Uni juga berterima kasih sama kamu, maaf jika selama kamu di sini, kak Limpo dan uni pernah salah bicara atau ada kekurangan yang membuat kamu tidak nyaman."
Dea menggeleng, "kalian adalah orang-orang baik, Dea hanya bisa membalas kebaikan kalian dengan mendoakan kalian, semoga doa kalian yang paling ingin segera dikabulkan, dikabulkan oleh Allah, SWT. Aamiin.."
"Aamiin.. doa yang sama buat kalian." Ucap uni Rika tulus.
Azka berpelukan dengan kak Limpo sebagai pelukan perpisahan dan tak henti-hentinya Azka mengucapkan terima kasih kepada kak Limpo.
"Jika suatu saat kak Limpo rindu tanah air, maka datanglah kepadaku, kak." Azka begitu tulus mengucapkannya dan dijawab dengan anggukan dan senyum tulus dari kak Limpo.
Dan sekarang mereka sudah berada di atas pesawat Emirates boeing 777 dan mengudara dengan ketinggian 42.000 kaki di atas permukaan tanah. Pemandangan di atas langit terlihat cerah, menampakkan hamparan langit biru yang menenangkan.
Azka menggenggam erat tangan Dea dan tersenyum kepadanya di saat Dea mengalihkan pandangannya dari luar jendela pesawat.
"Tidurlah sayang, perjalanan kita masih cukup panjang." Ucap Azka menarik selimut menutupi tubuh Dea hingga leher.
"Abang juga tidur." Ucap Dea memejamkan matanya.
"Iya, sayang." Ucapnya kemudian merapikan macbook yang ada di atas pangkuannya sejak satu jam tadi.
Setelah menempuh perjalanan hampir sembilan jam berada di atas udara, akhirnya mereka mendarat di bandara Cengkareng lewat jam sepuluh malam. Aldo sudah menunggu mereka di pintu kedatangan. Ia segera menyambar barang bawaa Dea setelah keluar dari pintu gedung bandara.
"Welcome home, nyonya boss!" Senyum lebar Aldo menyambut kedatangan mereka dan dibalas senyum tipis oleh Dea. Dia sudah sangat cukup lelah untuk meladeni Aldo.
"Tidurlah, nanti abang bangunin kalau sudah sampai." Azka membawa kepala Dea bersandar di pundaknya saat mereka sudah di dalam mobil.
Aldo yang awalnya sudah sangat semangat ingin memberondong mereka dengan berbagai pertanyaan memilih diam karena melihat wajah lelah sahabatnya itu dan istrinya.
"Do, ke apartemen!"
"Gak langsung ke rumah bunda, bro?"
__ADS_1
"Besok aja, ini sudah cukup malam. Nanti bunda malah mensabotase Dea dengan kelakuan lebaynya ketemu menantu kesayangannya ini."
Aldo mengangguk setuju, kasihan Dea kalau terpaksa meladeni kehebohan bunda Aya tengah malam begini, belum lagi mereka masih sangat lelah setelah menempuh perjalanan panjang.
Tidur Dea sangat pulas, sehingga Azka tidak tega membangunkannya. Ia pun menggendong Dea menuju unitnya sementara Aldo mengikuti mereka dengan membawa barang-barang mereka.
"Masih butuh sesuatu?" Tanya Aldo saat Azka keluar dari kamarnya.
"Thanks, Do. Lo istirahat sekarang." Ucap Azka kemudian berlalu ke dapur mengambil air minum.
"Oke, gue keluar!" Ucap Aldo dan langsung meninggalkan unit Azka menuju unitnya sendiri di samping kiri unit Azka.
Sengaja Azka mengambil apartemen yang sama dengan Aldo, karena ini akan memudahkannya saat membutuhkan Aldo. Hanya saja apartemen ini hampir tidak pernah ia pakai mengingat bundanya tidak mengizinkannya tinggal di apartemen.
Pagi menjelang, bunyi alarm ponsel Dea dan Azka mengusik tidur lelap mereka. Dea memaksa membuka matanya lalu beranjak mematikan alarm ponselnya yang ada di atas nakas sisi Azka. Ia masih jetlag, ia fikir ini masih di Dubai.
"Morning, mommy!" Ucap Azka memeluknya, menarik kesadarannya kembali.
"Morning, daddy."
Azka menyalakan lampu yang sakelarnya ada di antara tempat tidur dan nakas. Dea mengedarkan pandangannya. Ia merasa sangat asing dengan kamar ini.
"Di apartemen." Jawab Azka kemudian buru-buru beranjak ke kamar mandi.
Dea membuka sedikit tirai yang menutupi dinding kaca tebal ruangan ini, diluar masih gelap, namun kerlap-kerlip lampu-lampu di seisi kota tidak pernah padam.
Azka memeluknya dari belakang, menempelkan bibirnya di ceruk leher Dea yang terekspos bebas karena rambut Dea sudah ia cepol ke atas.
"Wudhu." Perintahnya namun ia membuat tanda kepemilikan terlebih dahulu di leher jenjang milik Dea sebelum melepasnya ke kamar mandi.
"Abang, ih.. selalu deh gitu." Protes Dea yang merasa sedikit kesakitan.
Azka hanya menyunggingkan senyum manisnya kemudian mengambil dan mengganti pakaian untuk sholat.
Cukup lama Dea di kamar mandi karena menuntaskan panggilan alam yang tiba-tiba menyerangnya, belum lagi perempuan memang cenderung mengalami konstipasi saat dalam kondisi hamil.
Tok tok tok!
"Sayang, masih lama? Ini udah selesai adzan." Ucap Azka yang mulai gelisah menunggu Dea keluar.
__ADS_1
"Eemmmm..." hanya itu yang terdengar dari dalam.
"Cepat yah, abang tunggu!" Teriak Azka lagi, bagaimanapun ia merasa sudah gelisah menahan sesuatu yang sewaktu-waktu bisa membatalkan wudhunya jika tidak ia tahan.
Dan setelah sholat, maka terjadilah perang gas diantara mereka. Awalnya mereka sama-sama terdiam, merasa shock karena ketahuan mengeluarkan bunyi yang cukup menggetarkan gendang telinga. Namun sesaat kemudian mereka tertawa sampai terpingkal-pingkal karena kelakuan absurd mereka berdua.
Mungkin bagi sebagian pasangan, kent*t di depan pasangan adalah perilaku yang jorok dan nemalukan, padahal berbagai jurnal penelitian menunjukkan bahwa kent*t di depan pasangan memiliki manfaat tersendiri. Misalnya, sebagai tanda kepercayaan kepada pasangan, Jika sudah berkomitmen untuk menerima apa adanya sepenuh jiwa raga, masak iya kent*tnya tidak diterima?
Selain itu, ini juga akan menumbuhkan rasa empati di antara suami dan istri, apalagi bagi pasangan baru. Wanita selalu ingin tampil cantik. Lelaki selalu ingin tampil gagah. Satu kent*t tak akan mengubah keadaan itu jadi sebaliknya.
Kent*t adalah peristiwa alami seperti halnya menangis, tertawa, maupun makan. Jika ingin hidup selamanya bersama pasangan, jangan pernah menahan kent*t kita.
Karena, kent*t di depan pasangan akan menumbuhkan empati di dalam hatinya bahwa apapun keadaan kita, pasangan tetap akan menganggap kita adalah manusia biasa yang punya capek, emosi, kesedihan, tawa, dan kent*t seperti manusia lainnya.
Namun, jika kita adalah tipe orang yang kent*t dengan suara dan bau yang luar biasa, tunjukkan empati dengan memberinya peringatan bahwa kita akan menjatuhkan 'bom atom' tersebut. Ini dilakukan agar pasangan yang sedang dalam kondisi makan dan melakukan hal lainnya bisa bersiap melakukan evakuasi.
Setelahnya, proses menjatuhkan 'bom atom' dan evakuasi selesai, jangan lupa tertawa bersama pasangan. Tertawalah selagi tertawa itu gratis dan tidak ada yang melarang.
×××××
\=\=\=\=\=***\=\=\=\=\=
Kasi like, comment dan vote-nya yah, biar jadi suntikan semangat buat author dan popularitas novel ini semakin meningkat.
Jangan lupa baca juga novel author lainnya, KAPAL CINTA AYANA.
Thanks, 😘
\=\=\=\=\=&&&\=\=\=\=\=
Beberapa readers meminta IG author.
Maaf, othor belum pede membuka identitas asli othor. Belum ada satupun orang yang mengenal othor yang tau kalau othor punya tulisan di sini, NT. Meskipun rata2 orang yang mengenal othor tau kalo dari dulu saya suka nulis. Suami othor aja belum tau, padahal hampir tiap hari beliau meminta othor nulis novel karena menurutnya othor punya bakat menulis. Tapi sampe sekarang othor belum pede menunjukkan dua novel tulisan othor ini kepada suami. hehehe..
Ini nulisnya sembunyi2 dari suami😁
Intinya, othor sangat senang dengan sambutan hangat dan dukungan dari semua readers di sini. MaasyaAllah, jujur, sangat terharu dengan respon kalian semua.
_Big Hug_🤗😘
__ADS_1