
Bab 61 Teman Lama
Dea sudah tiba di kantor setelah diantar oleh Azka, Azka sendiri pamit ingin menemui seorang teman lamanya di suatu tempat. Dea masih belum kefikiran bagaimana caranya menyampaikan keinginannya untuk resign.
Seperti halnya yang Dea lakukan di perusahaan sebelumnya, di sini pun ia mencoba membangun sistem sehingga siapapun manager-nya kelak, siapapun planner-nya, mereka sudah punya roleplay yang jelas. Jadi, tidak akan ada perubahan gaya kerja setiap ada pergantian manager, yang berubah paling gaya kepemimpinan karena setiap orang punya karakter masing-masing.
Salah satu keunggulan perusahaan Amerika dibandingkan perusahaan China/Singapore dan wkwkwk land adalah dari kualifikasinya dan persyaratannya, seperti job description-nya yang jelas, tidak ribet dan tidak melebar kemana-mana. Kalau butuhnya planner, ya planner saja, kualifikasinya cukup bisa operasikan Primavera, Ms.Project dan Ms.Excel. Atau yang dibutuhkan adalah video editor, kualifikasinya paling menguasai adobe premiere dan after effect. Nah, kalau di negeri wkwkwk land, yang dicari adalah video editor maka persyaratannya adalah mulai dari bisa operasikan adobe premiere, after effect, 3D animation, digital marketing, social media specialist, SEO, menguasai bahasa pemrograman, memiliki jiwa kepemimpinan, sabuk hitam taekwondo, punya sim mengendarai tank tempur, bisa mengoperasikan misil balistik, punya kemampuan menghipnotis binatang, dan good looking akan jadi nilai tambah. Bagaimana?
Yang punya kualifikasi di atas kira-kira alumni Universitas mana yah? Mungkin Universitas Tertutup, tertutup dari pandangan mata, hanya ada di alam ghaib. (Hehehe)
Selain itu, dari segi gaji, dari jumlah hari cuti dan berbagai benefit lainnya, memang cukup jauh bedanya. Bukan menggeneralisir, kasus seperti ini mungkin berbeda di tempat lain, bisa saja.
Sementara, di tempat lain, di salah satu restoran dekat dari kantor Dea, Azka sedang bertemu dengan teman lama, tepatnya atasannya saat masih bekerja di Mitsui Jepang dulu. Hubungan mereka cukup dekat, tentu saja karena saat di Mitsui dulu Azka adalah salah satu project manager terbaik dan termuda dan terkenal bertangan dingin menangani semua project yang ia in-charge di dalamnya.
"Hai, Mark! Lama tak jumpa." Sapa Azka mendekati Mark yang sudah menunggunya dengan segelas kopi panas yang masih mengepul.
Lelaki setengah baya itu langsung berdiri dan menyambut Azka dengan pelukan bersahabat. Beliau adalah Mark Lowman, General Manager McDermott Middle East saat ini.
"Azka.. bagaimana kabarnya?" Tanyanya kemudian mempersilahkan Azka duduk.
"Baik, Mark." Azka tersenyum ramah.
"Kopi?" Tawar Mark.
"Tidak, terima kasih Mark, tadi pagi sudah di rumah."
"Jadi, apa yang membawa kamu datang ke negeri mutiara hitam ini?" Tanyanya setelah menyesap kopinya.
"Takdir, mungkin!"
__ADS_1
Mereka berdua tergelak.
"Aku dengar kamu sudah tidak di Mitsui, jadi kemana kamu melanjutkan pengembaraanmu?"
"Tidak kemana-mana. Pulang. Aku sedang membantu perusahaan ayah. BM Shipyard." Jawab Azka santai.
"Apa? Tyra project, right?"
Azka tertawa, "sepertinya BM Shipyard mulai mendunia, Mark!"
"Siapa yang tidak tau, perusahaan galangan kapal yang tidak punya pengalaman dalam membangun struktur bangunan lepas pantai tetapi mendapat kepercayaan memegang proyek tersebut karena kegigihan general manager-nya yang katanya bertangan dingin itu."
Azka tersenyum lebar dan mengedikkan bahunya, membuat Mark memikirkan sesuatu.
"Oh..****, jangan bilang bahwa kamu adalah general manager bertangan dingin itu, Azka?" Tanyanya tak percaya.
Mark menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia sebenarnya sudah bisa menebak saat ia menyebut nama BM Shipyard, hanya saja Mark merasa cukup kaget mengetahuinya.
"Luar biasa. Pantas saja kamu selalu menolak tawaranku ikut bergabung di sini."
"Aku hanya sedang beruntung, Mark." Ucap Azka merendah.
Hampir sejam lebih Azka dan Mark menghabiskan waktu untuk saling bertukar kabar dan pengalaman. Mark sendiri sudah hampir tiga tahun meninggalkan Mitsui dan selama itu juga ia menjabat sebagai general manager di McDermott Middle East.
Mark mengajak Azka ikut bersamanya ke kantor. Beliau masih belum puas berbagi cerita dengan Azka sementara ia sudah ditunggu untuk meeting paginya. Azka sendiri tidak menolak, karena maksud utamanya bertemu dengan Mark belum ia sampaikan kepada Mark.
Sesampainya di kantor Mark, agar Azka tidak bosan menunggunya, Mark meminta salah satu karyawannya mengantar Azka jalan-jalan memutari Yard dengan menggunakan motor mini trail gokart. Ini sangat membantu, mengingat lokasi yard yang cukup luas, capek juga jika dikelilingi dengan jalan kaki.
Setelah selesai berkeliling, Mark juga sudah selesai meeting dan kembali mereka melanjutkan perbincangan yang sesungguhnya tidak akan ada habisnya jika yang dibahas adalah masalah pekerjaan.
__ADS_1
Akhirnya Azka pun menyampaikan maksud dan tujuannya menemui Mark. Kembali Mark harus mengerutkan keningnya mendengar pengakuan Azka yang ternyata adalah suami dari manager planning baru mereka. Padahal, Mark merasa sudah sangat puas dengan cara kerja Dea meskipun baru sebulan lebih bergabung di sini.
Mau tidak mau, Mark mengabulkan permintaan Azka. Azka sangat berterima kasih dan menyampaikan harapannya jika suatu saat Mark ingin mencoba tantangan baru, maka Azka mengajaknya suatu saat nanti bergabung dengannya membesarkan galangan yang baru saja dibuka Azka di daerah Papua.
Mark memgambil gagang telponnya kemudian mendial sebuah nomor ekstensi, "ke ruangan saya sekarang juga." Ucapnya kemudian langsung menutup panggilannya.
Tidak berselang lama, sebuah ketukan dari pintu menjeda pembicaraan mereka.
"Masuk!"
Nampak Dea membuka pintu dan matanya membulat melihat suaminya ada di ruangan bosnya.
"Bang Azka!" Ucapnya melirik Azka saat ikut duduk di sofa.
"Jadi, benar kamu adalah istri Azka?" Tanya Mark kepada Dea.
"Iya pak, benar!" Jawab Dea sambil menatap Azka penuh rasa tanya.
"Oke, kalau kamu memang ingin pergi, tidak ada masalah, itu menjadi urusan saya dengan pihak HRD, tetapi saya harap kamu tetap menyelesaikan tugasmu sebelum kamu benar-benar sudah meninggalkan perusahaan ini. Satu minggu, saya minta satu minggu lagi, bagaimana?" Tanya Mark, namun sepertinya pertanyaan itu diarahkan pada Azka.
×××××
\=\=\=\=\=***\=\=\=\=\=
Kasi like, comment dan vote-nya yah, biar jadi suntikan semangat buat author dan popularitas novel ini semakin meningkat.
Jangan lupa baca juga novel author lainnya, KAPAL CINTA AYANA.
Thanks, 😘
__ADS_1