Revengeful Billionaire

Revengeful Billionaire
Bab 30 | Dunia Runtuh


__ADS_3

Selamat malam, Sayang-sayangnya Alana


Pindah jam tayang gapapa yaa, ternyata enakan update malem hehehe. KLIK LIKE dulu sebelum baca yaa ♡


Jangan lupa difavoritin biar kalian dapet notifnya setiap aku update!


Happy reading!


Luvluv,


Alana


***


Giacomo Marinelli hidup di jalanan sejak kecil. Ibunya merupakan pekerja **** komersial yang kebetulan sedang tidak mujur ketika disewa semalam oleh ayahnya, Rocco Marinelli. Ia hamil, tetapi Rocco tidak mau bertanggung jawab. Rocco telah memiliki istri, meskipun istrinya belum memiliki anak ketika Giacomo lahir.


Giacomo pernah mendatangi mansion Marinelli di masa kecilnya. Saat itu usianya baru sepuluh tahun. Ayahnya mengusirnya, ibu tirinya menatapnya jijik, sementara adik-adik perempuannya memandangnya iba. Ia menangis meraung-raung, berusaha membuktikan diri sebagai seorang Marinelli. Giacomo berulang kali meminta tes DNA pada ayahnya, yang sebetulnya tidak perlu karena kemiripannya dengan ayahnya terlihat jelas.


Ayahnya menunjukkan gelagat akan memukulnya, tetapi tiba-tiba adiknya yang paling besar, Carlotta, maju ke depan dan menahan pukulan itu untuknya.


"Tidak apa-apa, Kakak, aku sudah sering dipukul." Begitu kata Carlotta, yang saat itu baru berumur tujuh tahun.


Giacomo mundur dengan shock. Bahkan Carlotta yang merupakan anak sah saja diperlakukan begini. Giacomo tidak ingin tahu perlakuan apa yang akan didapatkan anak haram seperti dirinya jika ia ngotot ingin tinggal di sana. Bocah itu memandang terakhir kali pada ayahnya dengan penuh kebencian. Ia segera mengubur mimpinya tinggal di mansion mewah keluarga Marinelli saat itu juga.


Giacomo mengingat Carlotta dengan jelas, seolah kejadian itu baru terjadi kemarin. Carlotta anak yang manis. Selalu siap berkorban demi saudaranya yang lain. Ia terkejut ketika mendengar berita bahwa ibu Carlotta pergi dengan lelaki lain. Dan ia lebih terkejut lagi saat mendengar keluarga Marinelli bangkrut lima tahun lalu.

__ADS_1


Yang paling membuatnya jijik, rupanya ayahnya meninggalkan ketiga putrinya di jalanan begitu saja. Giacomo marah sekali. Ketiga adiknya adalah perempuan di masa remaja. Banyak kejadian buruk bisa terjadi pada mereka di jalanan yang keras.


Giacomo anak laki-laki. Karena terbiasa hidup di jalanan, dia pintar berkelahi untuk melindungi diri sendiri. Beberapa hari setelah ia mendatangi rumah keluarga Marinelli, seorang pria merekrutnya sebagai 'penjaga keamanan'. Ia masuk pada suatu organisasi elit dan mendapatkan pelatihan khusus. Pada usianya yang ke-16, dia diperkenalkan kepada bos besarnya.


Rasa terima kasih setelah diberikan pekerjaan dan penghidupan membuat Giacomo siap melakukan apa pun yang bosnya inginkan. Menggusur rumah orang, bertarung, berjudi, melakukan penyerangan, bahkan pembunuhan berencana. Pria itu tidak punya rasa takut. Ia juga tidak memiliki tujuan hidup. Itu membuatnya sangat ditakuti oleh lawan dan disegani oleh rekan.


Satu-satunya titik kelembutan di hatinya hanya tersisa untuk adik-adik perempuannya. Terutama Carlotta.


Pada saat usia Giacomo menginjak delapan belas tahun, bos besarnya meninggal tanpa meninggalkan keturunan. Beliau mewariskan seluruh bisnis kotor dan kekayaan yang dia dapatkan dari bisnis itu kepada Giacomo. Sejak saat itu, Giacomo menjadi pemimpin salah satu kelompok mafia terbesar di Italia.


Ketika ayahnya datang ke gedung mewah di pusat kota Milan yang kini jadi miliknya, meminta bantuan finansial akibat kebangkrutannya, Giacomo hanya menertawakan pria tua yang telah kehilangan tanduk itu.


Namun, di dalam hatinya, ia mengkhawatirkan adik-adik perempuannya.


Diam-diam, Giacomo mengirim seseorang untuk memastikan keamanan adik-adiknya. Carlotta dengan bodohnya menyewa sebuah apartemen kecil di daerah yang rawan kejahatan. Beberapa kali orang-orang Giacomo menangkap para pria yang berniat buruk kepada Carlotta. Keadaan baru membaik ketika Carlotta pergi ke Roma untuk menjadi seorang aktris. Belum cukup sampai di situ, Giacomo harus menyusupkan orang-orangnya ke dalam dunia perfilman untuk menjaga jangan sampai ada hal buruk terjadi pada Carlotta.


Giacomo mengira, keadaan akan kembali membaik. Adiknya tidak terlihat mengalami trauma terhadap orang yang bermalam bersamanya saat itu. Mereka bahkan tampak akrab di lokasi syuting film terbaru Carlotta.


Kemudian, tiba-tiba Carlotta menghilang bagai ditelan bumi. Sekarang, gadis itu masuk halaman depan tabloid gosip dengan judul yang mengerikan.


'AKTRIS CARLOTTA MARINELLI HAMIL ANAK ALESSANDRO FERRARA'.


Jika berita itu benar, Giacomo bersumpah ia akan menuntut Ferrara bertanggung jawab. Ia tidak peduli lagi apa konsekuensi yang akan dihadapinya nanti.


Ia tidak mau keponakannya lahir sebagai anak haram seperti dirinya.

__ADS_1


***


Carlotta gelisah bukan main. Perasaannya memang sudah kacau sejak bertemu dengan Alessandro. Namun, kali ini berbeda. Ia merasa ada sesuatu yang buruk sedang terjadi. Entah mengapa, intuisinya berkata begitu. Hal buruk sedang menimpa Alessandro.


"Anak-anak sudah tidur. Bersantailah sedikit, Sayang. Sini, duduklah bersamaku. Aku akan menonton berita." Bibi Valentina mengajak Carlotta duduk di ruang tengah untuk menonton televisi.


Berita di TV lokal menayangkan penjualan wine dari daerah Veneto yang sedang meningkat pesat. Beberapa berita selanjutnya tentang kondisi pasar saham. Kemudian, tiba-tiba ada sebuah Breaking News yang menayangkan sebuah kecelakaan tunggal.


"Pewaris Ferrara Group, Alessandro Ferrara, mengalami sebuah kecelakaan tunggal yang dahsyat sore tadi. Kecelakaan tersebut terjadi di jalanan pedesaan Veneto, sebuah jalur yang diduga menuju ke kediaman pribadi beliau." Begitu kata si pembaca berita, Emilia Brignone.


Carlotta merasa lemas seketika. Perempuan itu tidak sadar kalau dirinya sudah jatuh ke lantai sebelum Bibi Valentina menangkapnya. Bibi Valentina segera membantunya berdiri dan memapahnya. Wanita itu membantu Carlotta duduk di sofa merah marun di tengah ruangan.


Saluran berita lokal di televisi kemudian menayangkan tampilan mobil Lamborghini hitam milik Alessandro yang terbalik dan hancur sebagian di tengah perkebunan anggur. Garis polisi mengelilinginya.


"Kondisi Alessandro Ferrara belum diketahui hingga kini. Peresmian anak perusahaan Ferrara Group kabarnya diundur untuk waktu yang tidak dapat ditentukan. Sekian Breaking News hari ini. Selamat malam."


Carlotta merasa dunianya runtuh seketika. Tidak, ia tidak pernah mengharapkan ini. Ia memang ingin menjauh dari Alessandro, tetapi tidak sejauh kematian. Dia tidak pernah ingin hal buruk menimpa Alessandro. Perempuan itu menangis hingga bahunya berguncang hebat. Kedua tangannya melingkari perut dengan gerakan yang protektif. Nyonya Valentina juga terkejut dan sedih, tetapi kesedihannya tidak mungkin melebihi Carlotta. Walau bagaimana pun juga, Alessandro adalah ayah dari bayi dalam kandungan Carlotta.


"Tenanglah sedikit, Nona Carlotta." Nyonya Valentina memeluk Carlotta dan mengusap-usap lengan gadis itu. "Kita doakan saja semoga Alessandro baik-baik saja."


Carlotta berusaha bicara, tetapi napasnya tersengal-sengal. "B-bibi... Alessandro..."


Nyonya Valentina mengangguk. "Iya, Nona Carlotta, aku tahu. Namun kau harus menenangkan dirimu. Stres tidak bagus untuk kesehatan janinmu."


Sekarang, Carlotta memaksa dirinya untuk lebih tenang. Pikirannya kacau dan hatinya berkecamuk, namun ia juga takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada bayinya. Ia terancam kehilangan Alessandro. Dan ia tidak akan sanggup jika ia harus kehilangan bayinya juga.

__ADS_1


***


__ADS_2