Revengeful Billionaire

Revengeful Billionaire
Bab 91 | A Night In Manhattan


__ADS_3

WARNING HOT HOT POP BOCIL DIHARAP MINGGIR ๐Ÿ”ž๐Ÿ”ž๐Ÿ”ž๐Ÿ”ž๐Ÿ”ž


Udah mulai hitung mundur nih guys btw. Tiga bab lagi bakal tamat. Thank you so much udah sempetin baca karya aku sampe sini. Semoga kalian terhibur yaa. Tolong banget jangan lupa dukungannya selalu dengan cara kasih LIKE, VOTE, COMMENTS, GIFT, 5 STARS ya guys.


Dan ayok buruan meluncur ke novel baru aku. Klik profile aku dan klik cerita baru aku yang judulnya SLEEPING WITH THE BULLY โ™ก


Luvluv,


Alana


***


"Aku tahu apa yang harus kita lakukan untuk menghentikan kegilaan papamu."


Carlotta memandang Alessandro penasaran. "Benarkah? Memangnya apa yang harus kita lakukan?"


Alessandro nyengir, lalu berdiri dan menghampiri Carlotta di tepi jendela. "Sebelum itu, katakan padaku kau mencintaiku."


Carlotta mengulurkan tangan untuk menyentuh bakal cambang Alessandro. "Aku memang mencintaimu."


Alessandro tersenyum lega. "Cium aku."


Carlotta melangkah maju ragu-ragu. Jarak di antara mereka semakin berkurang. Kemudian, Carlotta mundur kembali dan berpaling. "Aku tidak bisa. Kita tidak bisa. Tidak boleh. Keselamatanmu dan Maurizio adalah yang paling utama. Aku harus pergi dari sini dan kau harus kembali ke Roma. Kita sudah selesai, Alessandro."

__ADS_1


Alessandro maju dan mengguncang lengan istrinya marah. "Aku sudah bilang bahwa aku tahu apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi papamu. Percayalah padaku, Carlotta. Kau tidak bisa langsung kabur meninggalkanku seperti tikus penakut setiap papamu menggertakmu!"


Carlotta menggeleng lemah. "Aku tidak punya pilihan lain."


"Kalau kau benar-benar mencintaiku, kau tidak akan seenaknya melarikan diri dariku dan membuat kita berdua tersiksa, Sayang." Alessandro berkata dengan lebih lembut sekarang.


Carlotta justru menatapnya marah. "Aku terlalu mencintaimu sampai rela tersiksa demi keselamatanmu!"


Alessandro langsung memeluk istrinya erat-erat. "Oh, Sayangku. Maafkan aku. Aku seharusnya tidak berbohong padamu dan mengunjungi papamu diam-diam saat itu."


"Aku juga minta maaf." Carlotta berkata lirih. Perempuan itu membenamkan mukanya di dada bidang suaminya. "Seharusnya aku tidak pergi dan setuju saja bercerai darimu. Tapi sungguh, aku tidak melihat adanya jalan keluar lain. Kakekmu sudah berusaha melacak keberadaanmu dan beliau berkata bahwa kau ada di sebuah lokasi yang mustahil ditembus pihak kepolisian sekali pun. Aku tidak tahu lokasi apa yang dimaksud, tapi jika Ferrara tidak bisa membantuku, aku tidak tahu lagi harus meminta bantuan kepada siapa."


Alessandro hampir menyembur tertawa jika saja Carlotta tidak tampak begitu sedih. 'Lokasi itu adalah sarang kelompok mafia milik kakakmu, Sayang,' pikir Alessandro geli.


'Alessandro benar-benar marah,' pikir Carlotta takut. "S-sayang, aku tidak bermaksud untuk--"


Kata-kata Carlotta terpotong karena Alessandro sudah mengangkatnya dan menjatuhkannya ke atas kasur seolah ia bukan manusia, tapi sebuntal kapas yang ringan. Alessandroย  kemudian bergerak menuju salah satu nakas dan mengeluarkan beberapa tali pengikat gordin yang ada di sana.


"Ap-apa yang akan kau lakukan?" Cicit Carlotta. Perempuan itu beringsut mundur melihat kebuasan di mata Alessandro.


Alessandro tersenyum senang melihat Carlotta takut. "Apa lagi? Tentu saja aku akan mengikatmu agar kau tidak bisa lagi pergi dariku."


Carlotta terkesiap ketika Alessandro benar-benar melaksanakan kata-katanya barusan. Kedua tangan Carlotta direntangkan di atas kepala dan diikat ke tiang-tiang tempat tidur.

__ADS_1


"Kemudian, aku akan memakanmu karena aku sudah sangat kelaparan." Alessandro mulai menjilat dan menggigit seluruh tubuh Carlotta dimulai dari ujung kaki.


"Oh, Ya Tuhan!" Carlotta menjerit kecil ketika hanya dengan sedikit sentuhan, Alessandro telah berhasil meningkatkan gairahnya ke tingkat yang tak tertahankan.


Alessandro tersenyum puas mendengar respon Carlotta. "Aku sangat mengenal tubuhmu, Cara Mia. Dan malam ini, aku berniat untuk bermain sepuasku. Kau tidak bisa menolakku."


"Ya. Ya! T-teruskan! Kumohon, jangan berhenti!" Carlotta mulai terengah-engah menahan sensasi memabukkan yang dihasilkan oleh sentuhan Alessandro.


Alessandro masih menyentuh istrinya di tempat-tempat terlarang. Pada saat istrinya hampir mencapai puncak, ia menggantikan jemari dan bibirnya dengan miliknya yang telah siap sedari tadi. Carlotta menjerit dan meronta dengan hebat karena tangannya terikat. Alessandro tidak berhenti bergerak meskipun Carlotta sedang mendapatkan pelepasan. Carlotta sama sekali tidak diberi kesempatan untuk mengatur napasnya yang masih tak beraturan karena dalam sekejap gairah kembali menguasainya.


"T-tolong berhenti, Alessandro! Tidak! Jangan lagi! Oh!" Carlotta bergerak-gerak gelisah. Kata-katanya semakin tak terdengar jelas karena tertutup erangan. Otaknya juga sama sekali tidak dapat berpikir dengan jernih, jadi perempuan itu memutuskan untuk menyerah dan mengikuti saja kemauan Alessandro.


Mereka bergerak seirama, seperti percintaan yang telah mereka lakukan selama ini. Alessandro tahu betul apa yang diinginkan Carlotta, sehingga ia tak perlu melakukan banyak usaha untuk membuat Carlotta mencapai kepuasan berkali-kali.


Pada saat dilihatnya Carlotta sudah lemas dan hampir pingsan, Alessandro melepaskan ikatan di kedua tangan perempuan itu. Ia memeluk Carlotta dengan lembut dan tersenyum manis. "Kau cantik sekali, Cara Mia." Alessandro berbisik mesra.


Carlotta hanya sanggup menanggapinya dengan gumaman karena sekarang tubuhnya terlalu letih. Letih, tetapi sangat puas.


"Tidurlah, Sayang. Jangan memikirkan apa-apa lagi dan tidurlah." Alessandro mendekap tubuh polos istrinya dan mengecup puncak kepala perempuan itu.


Carlotta memejamkan mata, kemudian tertidur nyenyak di pelukan suaminya.


***

__ADS_1


__ADS_2