Revengeful Billionaire

Revengeful Billionaire
Bab 71 | Rasa Bersalah Lombardi


__ADS_3

Gilagilagila kejar tayang gini amat. Udah jam set 12 malam moga2 keburu deh Crazy Up hari ini. Enjoy yaaa buat yang request kisah cinta Lombardi biar hidupnya ga diuber-uber Alessandro mulu hahaha luvvv banget deh ♡♡♡ Btw kalau ada yang mau request lagi boleh. Asal masih masuk ke plot utama aku, pasti aku kabulin ♡


Luvluv,


Alana


***


Sementara Alessandro pergi selama tiga hari penuh untuk berlibur dengan istrinya, Lombardi jadi mendapat jatah libur yang terbilang longgar. Untuk liburan dadakannya kali ini, Lombardi sudah punya agenda khusus. Ini berkaitan dengan Alicia Contadino, perempuan yang pernah datang ke Castello Ferrara membawa bocah berumur dua tahun dan mengaku-ngaku bahwa bocah itu adalah darah daging Ferrara.


Alicia Contadino mengaku masih perawan saat pertama bercinta dengan Alessandro. Gadis itu juga mengaku tidak pernah bercinta dengan laki-laki lain selain Alessandro. Saat itu, Lombardi meminta tim medis untuk memeriksa kecocokan DNA dengan amat tergesa-gesa. Kini, Lombardi mulai meragukan hasil tes itu.


Lombardi takut, hasil tesnya salah karena tim medis bekerja di bawah tekanan berat. Atau tertukar. Bagaimana jika pernyataan Alicia Contadino semuanya benar? Lombardi menekan rasa bersalah yang mulai menyelubungi hatinya. Jika dia benar-benar salah langkah, itu artinya Lombardi sudah menghancurkan hidup seseorang.


Tanpa menunggu lagi, Lombardi mulai melacak keberadaan Alicia Contadino. Gadis itu awalnya ia temukan di pinggiran Roma. Haruskah ia mulai menelusuri tempat asal Alicia?


Lombardi segera masuk ke dalam mobilnya dan meluncur tanpa gangguan menuju salah satu lokasi padat penduduk yang tidak sementereng pusat kota Roma. Awalnya, Lombardi melihat Alicia saat gadis itu sedang membeli sesuatu di minimarket dekat tempat itu. Alicia memiliki rambut pirang dan mata biru. Tidak secantik Nyonya Carlotta Ferrara yang terkenal itu, tentu saja. Tapi, Lombardi menemukan sesuatu yang unik pada wajah Alicia. Tulang-tulang pipi dan hidung Alicia lembut. Tetapi, ekspresinya kuat. Alicia jelas sudah terbiasa hidup di jalanan jika wajahnya yang lembut tidak sanggup melembutkan perangai dan menghilangkan ketajaman di matanya.


Baru saja Lombardi hampir berbelok di gang sempit tempat dulu ia menemukan Alicia, ponselnya berdering nyaring. Salah satu anggota timnya yang menghubungi.


"Ya, Tomasso? Ada informasi yang kau dapatkan?" Lombardi menempelkan bluetooth earphone-nya di telinga.


"Kami menemukan keberadaan Nona Alicia Contadino, Signor Lombardi." Jawab pria di seberang sana.


"Berikan koordinatnya padaku." Lombardi berkata.


"Baik, Signor. Sudah kami kirimkan ke ponsel Anda." Ujar Tomasso, sebelum mengakhiri panggilannya.


Lombardi menepikan mobilnya dan membuka koordinat yang dikirim anggota tim padanya. Ketika berhasil melakukan pelacakan menyeluruh, Lombardi terkejut bukan main saat mendapati lokasi Alicia Contadino ternyata berada di sebuah hotel mewah. Giacomo Suites and Hotel cabang Roma yang baru saja dibuka.

__ADS_1


Bukankah gadis itu mengaku hidup di jalanan kembali setelah malam bersama Alessandro? Lombardi sempat merasa agak iba dan mengira uang gadis itu habis karena dicuri atau dirampok orang-orang di jalanan. Lombardi tertawa terbahak-bahak. Menertawakan kebodohannya sendiri yang begitu mudahnya tertipu oleh kata-kata seorang gadis jalanan.


***


Alicia tidak pernah punya tamu. Ketika seseorang mengetuk kamar apartemen mewahnya, gadis itu mengira yang datang adalah room service. Giacomo Suites memang menyediakan fasilitas terbaik yang bisa didapatkan oleh penyewa apartemen mewah seperti dirinya. Jadi, layanan room service-nya tidak main-main. Tidak kalah dari room service hotel.


Rupanya, yang datang adalah Luca Lombardi. Alicia terhuyung mundur karena amat terkejut.


"Kau? Mau apa kau kemari? Bagaimana kau bisa menemukanku?" Tanya Alicia panik.


"Di mana putramu? Aku ingin melakukan tes DNA ulang karena takut hasilnya tidak sesuai." Lombardi menuntut. Pria itu mendorong pintu dengan kasar, lalu menyelinap masuk ke dalam apartemen Alicia.


Alicia hampir saja mulai berbohong, tapi gadis itu tahu yang lebih baik. Utusan keluarga Ferrara yang bisa menangani perkara tes DNA yang seharusnya memakan waktu lama ini pasti juga bisa melacak dan menggali informasi lengkap tentangnya. Jadi, Alicia merasa sia-sia saja untuk menutupi apa pun dari pria di hadapannya.


"Tidak ada. Aku tidak punya bayi." Jawab Alicia.


Alicia melangkah masuk dan mulai duduk santai di ruang tamu. Gadis itu tidak mengundang Lombardi duduk, tapi pria itu toh sudah duduk di sofanya tanpa diminta. "Aku menyewanya dari seseorang. Kau pasti sudah tahu."


"Kenapa kau melakukannya?" Lombardi bertanya lagi. Matanya menatap Alicia lurus-lurus.


Alicia tertawa. "Kau pikir kenapa lagi? Aku ingin jadi Nyonya Ferrara."


Lombardi tidak bergeming sedikit pun. "Kau tahu bahwa anak yang kau bawa pasti akan dites. Kenapa masih nekat melakukannya?"


"Kau yang menghancurkan rencanaku, Signor Lombardi yang terhormat. Jika saja tes DNA itu berlangsung lama, maka aku akan berhasil membuat Nyonya Carlotta ragu akan ketulusan Signor Alessandro. Mereka akan renggang, dan aku bisa menggoda Signor Alessandro." Kata Alicia.


Lombardi memicingkan matanya. "Kau sudah pernah tidur dengan Signor Alessandro, dan beliau tidak tertarik untuk memiliki hubungan lebih denganmu. Apa yang membuatmu berpikir kau akan berhasil menjeratnya?"


Alicia tertawa lagi. Lombardi tidak senang karena tawa gadis itu terdengar merdu. "Tidak, Signor Lombardi. Aku belum tidur dengan siapa pun. Signor Alessandro mabuk berat saat bermalam denganku. Dia tidur sambil terus mengigau, menyebut nama 'Carlotta'. Jadi, aku belum mendapat kesempatan untuk menyenangkan Signor Alessandro."

__ADS_1


Sekarang, Lombardi merasa lebih marah lagi. "Aku memberimu banyak uang, tapi sebenarnya kau tidak melakukan apa-apa dengan tuanku?"


Alicia mengangguk. "Bukan salahku kalau dia mabuk. Memangnya apa lagi yang bisa kulakukan?"


Lombardi mendengus. "Kau benar-benar seorang pembohong besar, Nona Alicia."


Alicia tidak menyangkal itu. "Aku melakukannya demi uang. Aku sudah punya tempat tinggal, tapi aku masih butuh makan. Dan aku tidak mau menjual tubuhku ke sembarang orang. Jika Signor Alessandro menginginkanku, aku bisa jadi seorang ratu."


Sekarang, giliran Lombardi yang tertawa. "Ratu? Jangan mimpi, Sayang. Ratu di hati Signor Alessandro hanya Nyonya Carlotta."


Alicia mengangguk-angguk. Sama sekali tidak merasa tersinggung. "Sekarang aku tahu itu."


Lombardi menghela napas berat. "Apa kau juga berbohong saat berkata bahwa kau masih perawan hingga sekarang?"


"Untuk yang satu itu? Tidak." Jawab Alicia serius.


Lombardi merogoh kantong jasnya dan melemparkan seikat tebal uang ke pangkuan Alicia. "Aku ingin membuktikannya."


Alicia terkesiap. Gadis itu memandang bolak balik antara uang di pangkuannya dan Lombardi di hadapannya. Jantungnya berdegup keras.


"Apa jawabanmu?" Tanya Lombardi.


Alicia mulai menyentuh uang di pangkuannya dengan tangan gemetaran. Uang ini bahkan lebih banyak daripada yang dulu diberikan Lombardi untuk memuaskan Alessandro Ferrara. Untuk level gadis jalanan, Alicia merasa bahwa sebenarnya harganya tidak setinggi ini.


Alicia berusaha agar bibirnya tidak bergetar. "Aku lebih memilih untuk bercinta denganmu daripada kelaparan. Jadi, ya. Aku mau."


Lombardi tersenyum manis. Dipandanginya wajah Alicia yang sudah memerah hingga ke leher dan bagian atas dadanya. "Bagus. Kalau begitu, kau bisa mulai melepas pakaianmu."


***

__ADS_1


__ADS_2