
Guys. Maapin banget aku gatau ternyata review bab yang ada 21+ nya makan waktu sehari. Padahal udah upload malem eh baru keupload paginya kan kemarin. Btw makasih banyak buat kalian yang masih lanjutin baca sampe sekarang, ngikutin perjalanannya si Carlotta sama Alessandro dari awalnya cinta-benci-jatuh cinta lagi-sampai akhirnya di bab ini mereka bakal tunangan! What a journey ya!
Tetep dukung terus cerita ini dengan cara LIKE VOTE GIFT TIPS & COMMENTS please! Itu bakal berarti banget buat aku ♡
Luvluv,
Alana
***
Setelah hari mereka bercinta di labirin, Carlotta merasa dirinya adalah wanita paling bahagia di dunia. Alessandro memeperlakukannya dengan sangat baik, jauh lebih baik daripada yang diharapkannya. Mereka selalu berpelukan dan berciuman setiap bertemu satu sama lain, kapan pun dan di mana pun. Kakek dan nenek Alessandro saja sampai merasa iri.
Dan Alessandro mengajarinya banyak hal tentang bercinta. Mereka juga melakukannya di berbagai tempat. Mulai dari kamar, walk in closet, ruang makan, kolam renang, sampai garasi mobil. Alessandro selalu mematikan CCTV di satu tempat setiap harinya. Carlotta selalu penasaran hari ini mereka akan melakukannya di mana.
Kemudian, pada suatu malam, Alessandro mengajak Carlotta makan malam di sebuah restoran di Venezia. Mereka juga naik gondola dan mendengarkan lagu-lagu yang indah di sepanjang kanal. Kemudian, di penghujung hari, Alessandro mengajak Carlotta berjalan-jalan di Jembatan Rialto. Suasana kota sangat romantis. Alessandro berlutut dengan satu kaki, lalu mempersembahkan sebuah kotak perhiasan beludru berwarna biru.
Begitu kotak itu dibuka, Carlotta melihat cincin berlian paling menakjubkan yang pernah ada. Potongannya sempurna. Warnanya sangat jernih. Bentuknya oval besar.
"Carlotta Marinelli, maukah kau memberiku kehormatan dengan menjadi istriku?" Alessandro bertanya.
Carlotta tidak menyangka akan dilamar seperti ini. "Kau tidak harus melakukan semua ini."
Alessandro tersenyum. "Tapi aku mau. Aku ingin membuatmu bahagia."
Carlotta tertawa, tetapi sudut-sudut matanya mengeluarkan air mata haru. "Tentu saja aku mau jadi istrimu." Jawabnya.
Carlotta merasa, mereka berdua sudah memulai awal yang baru dan melupakan masa lalu. Kisah mereka yang sekarang, menurut Carlotta, bahkan akan lebih indah dibanding cinta monyet mereka di masa muda.
Alessandro tersenyum lebar. Kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya. "Carlotta... Ya Tuhan, Carlotta... Kau bilang iya?"
Carlotta mengangguk.
Alessandro segera memasangkan cincin itu di jari manis tangan Carlotta. Ia kemudian berdiri dan mencium Carlotta sepenuh hati. Tanpa sadar, beberapa orang menonton mereka. Para penonton bertepuk tangan dan bersorak melihat lamaran yang diterima tanpa keraguan itu.
"Aku sangat bahagia sampai rasanya takut ini tidak nyata." Kata Alessandro sambil memeluk Carlotta erat-erat.
__ADS_1
Carlotta bersandar pada tubuh Alessandro dan merasakan hatinya mempercayai lelaki itu sepenuhnya. "Aku tidak takut. Aku tahu ini nyata dan aku tahu kita pantas mendapatkan kebahagiaan seperti ini."
"Kau benar." Alessandro berujar. "Kita sudah melalui banyak hal dan membuang sepuluh tahun dengan sia-sia."
Carlotta berjinjit sedikit untuk mencium pipi Alessandro. "Terima kasih karena tidak pernah melepaskan aku."
Alessandro balas mencium hidung Carlotta. "Tentu saja aku tidak akan melepaskanmu. Kau tidak perlu berterima kasih. Aku akan mencintaimu sangat lama sampai kau bosan berada di sisiku."
Carlotta senang mendengar itu semua. "Aku juga akan mencintaimu sangat lama sampai kau berharap aku bosan padamu. Tapi, tidak akan pernah."
Alessandro mengeratkan pelukannya pada Carlotta. Perasaan bahagianya meluap-luap. Ia saat ini yakin sepenuhnya bahwa ia tidak membutuhkan apa-apa lagi selain perempuan di pelukannya dan masa depan pernikahan indah yang terbentang di hadapan mereka.
***
Berita pertunangan Carlotta Marinelli dan Alessandro Ferrara tersebar ke mana-mana. Tak hanya tabloid gosip, koran lokal dan internasional juga mengabarkan hal tersebut. Breaking news tentang bisnis dan acara gosip di TV juga menayangkan kabar bahagia itu.
Judul berita yang digunakan juga amat beragam, mulai dari 'PEWARIS FERRARA MELEPAS MASA LAJANG', 'AKTRIS CARLOTTA MEMULAI PERAN BARU SEBAGAI ISTRI MILIUNER', 'PIMPINAN FERRARA GROUP MELAMAR KEKASIHNYA DI PONTE RIALTO', hingga berita paling juicy 'RUPANYA CARLOTTA MARINELLI BENAR-BENAR MENGANDUNG ANAK ALESSANDRO FERRARA'.
Namun, baik Carlotta maupun Alessandro tidak ambil pusing dengan berita-berita itu. Mereka terlalu bahagia untuk mendengarkan apa kata orang. Bila dibandingkan pertunangannya yang pertama lima tahun lalu, Carlotta lebih menyukai foto-foto yang diambil paparazzi di pertunangannya yang kedua ini. Carlotta dan Alessandro tampak berpelukan erat di Ponte Rialto, Venezia, tanpa memedulikan turis-turis yang berlalu-lalang. Di gambar lain, Alessandro tampak sedang menciumnya dengan begitu dalam. Mereka berdua bagaikan sepasang perangko dan amplopnya yang melekat erat. Tak terpisahkan bahkan sedetik pun. Di gambar lainnya lagi, paparazzi berhasil mendapatkan sekilas berlian besar yang menghiasi jari manis Carlotta.
Yang paling membuat Carlotta senang, semua foto-foto yang diambil paparazzi menunjukkan raut bahagia di wajah mereka berdua.
Selubung kebahagiaan menyelimuti Carlotta bagai kabut tebal yang memabukkan.
Kakek dan nenek Alessandro mengusulkan mempercepat pernikahan Carlotta dan Alessandro. Keduanya setuju. Pernikahan mereka rencananya akan digelar dua minggu lagi. Kakek Alessandro berencana membuka rumah Ferrara untuk publik dan mengundang banyak sekali orang yang pernah berhubungan dengan keluarga Ferrara. Ini adalah pesta pernikahan pertama yang ada di keluarga setelah berpuluh-puluh tahun, dalihnya.
Carlotta sibuk memilih dekorasi yang paling sesuai. Semua opsi yang diajukan wedding organizer terbaik di Italia itu memang luar biasa bagus. Namun, Carlotta menginginkan yang terbaik untuk pernikahan sekali seumur hidupnya. Untuk bagian konsumsi, Carlotta mempercayakannya pada Alessandro. Yang pasti, perempuan itu ingin Monsieur Pierre bertanggung jawab penuh pada hidangan penutup.
Giacomo Marinelli menawarkan pasukan keamanannya untuk bergabung menjaga keamanan di hari besar adiknya itu. Carlotta tidak ingin merepotkan, tapi terlalu terharu mendengar penawaran murah hati kakaknya. Jadi, Carlotta setuju.
Kedua adiknya, Ciara dan Carina, akan menjadi gadis-gadis pembawa bunga sekaligus bridesmaids Carlotta. Mereka berdua sangat bersemangat dalam mengemban tugas itu. Tanpa diminta, Ciara dan Carina juga datang setiap hari ke rumah Ferrara untuk membantu Carlotta memilih buket bunga, furnitur untuk pernikahan outdoor, hiasan di jalan masuk, sampai mengepas gaun pengantin.
"Tidak ada gaun yang pas denganku. Aku membesar..." Keluh Carlotta.
Alessandro mengecup puncak kepala Carlotta sambil tertawa. "Kau adalah makhluk besar paling cantik di dunia. Percayalah, pakai kardus sekali pun kau tetap terlihat cantik."
__ADS_1
Ciara tertawa mendengar gombalan Alessandro, sementara kakak perempuannya justru cemberut karena kesal.
"Kau mau aku pakai kardus di hari pernikahan kita?" Carlotta bersungut-sungut.
Alessandro menjawab serius setelah berpikir sejenak. "Aku mau kau tidak pakai baju..."
Carlotta langsung bergerak menutup telinga kedua adiknya dan memelototi Alessandro, sementara lelaki itu tertawa terbahak-bahak.
Giacomo juga datang ke rumah keluarga Ferrara. Pria itu tampak tidak enak hati saat Alessandro menyambutnya dengan tangan terbuka. "Ayo, silakan masuk, Gio. Adik-adikmu ada di dalam semuanya."
Tangan Giacomo bergerak ke bagian belakang kepala dan mengusap-usap rambutnya yang sebetulnya tidak gatal. "Ah, Bro, aku ingin bicara sesuatu dulu denganmu."
Alessandro langsung paham pembicaraan macam apa yang dimaksud oleh kakak Carlotta itu. Ia mengangguk dan membawa Giacomo menuju salah satu sudut taman yang sepi. Seluruh pengawal bersenjata Alessandro dilarang mendekat. Alessandro hanya bisa berdoa semoga Giacomo tidak menonjoknya terlalu keras kali ini, meskipun ia merasa pantas mendapatkannya. Hanya saja, pernikahannya berada di depan mata dan ia tidak mau tampil babak belur di hadapan tamu-tamunya.
"Adikku Carlotta mencintaimu." Giacomo mengawali pembicaraan.
Alessandro lekas menjawab, "Aku tahu, dan aku juga sangat mencintainya."
Giacomo mengangguk-angguk. "Bagus kalau begitu."
Alessandro menunggu dengan sabar kalimat Giacomo selanjutnya.
"Kau tahu, kan, aku tidak akan membiarkanmu begitu saja kalau kau sampai menyakiti adikku?" Gio pada akhirnya berkata. "Dan aku tidak main-main dalam hal ini."
Alessandro mengangguk. "Aku tahu. Aku juga sudah menyelidiki latar belakangmu. Aku tidak ingin menjadikanmu lawan."
Giacomo agak terkejut mendengar Alessandro ternyata telah mencaritahu tentangnya. Namun, seharusnya Giacomo sudah tahu Alessandro akan melakukan itu. Pria dengan koneksi sebesar Alessandro Ferrara bisa melakukan apapun dengan mudah. Sungguh bukan lawan biasa.
Tapi, Gio berdiri tegak penuh pengendalian diri di tempatnya. "Aku juga tidak ingin menjadikanmu lawan, tapi aku tidak akan segan-segan jika memang diperlukan."
Alessandro tersenyum dan berkata dengan bangga, "Terima kasih sudah mengatakan itu demi Carlotta. Aku berjanji akan berusaha menjaganya dengan baik."
Gio tampak sedikit rileks. "Baiklah. Hanya itu yang harus kukatakan."
Alessandro diam-diam merasa lega karena tonjokan yang ia kira akan ia dapatkan ternyata tidak terjadi. "Kalau begitu, mari masuk dan bergabung dengan para gadis."
__ADS_1
Gio mengangguk dan mengikuti langkah Alessandro.
***