Revengeful Billionaire

Revengeful Billionaire
Bab 93 | Meminta Restu


__ADS_3

Mau bilang makasih sebanyak-banyaknya buat kalian semua yang udah bacain karya aku. Jangan lupa dukungannya yaa ♡


Main-main yuk ke IG aku @alananourah ada link di sana buat semua novel yg pernah aku tulis online di mana pun. Kalian bisa add FB aku juga Alana Nourah. Send dm bilang pembaca novel aku pasti aku acc langsung. Atau yang mau liat ocehanku di Twitter boleh banget langsung search @alananourah.


Enjoy my last 2 chapters!


Love you always,


Alana Nourah


***


Rocco Marinelli lumayan terkejut mendengar Alessandro mencabut tuntutannya hanya berselang seminggu setelah ia dijebloskan ke penjara. Dasar anak setan si Alessandro itu, pikir Rocco kesal. Gara-gara Alessandro sialan itu hidupnya kacau balau selama lima tahun ini.


Rocco tidak lagi memiliki rumah dan bisnisnya. Tak hanya itu, statusnya sebagai buron membuat semua teman dan koleganya menjauhinya seperti wabah penyakit. Ia harus bersembunyi dari kejaran polisi dan meminta bantuan pada semua orang yang dulu sempat dibantunya, tapi memang pada dasarnya mereka semua manusia-manusia laknat, mereka justru meninggalkannya pada titik terendah kehidupan Rocco. Tak satu orang pun bersedia membantunya.


Tak ada yang cukup berani, atau bodoh, untuk menentang kekuasaan Ferrara.


Rocco tahu bahwa Lucia Russo, ibu dari Alessandro yang dulu bekerja di mansionnya, adalah seorang wanita yang cantik dan tidak jelas asal usulnya. Rocco hanya mengira bahwa wanita itu adalah wanita murahan yang asal tidur dengan sembarang pria sehingga melahirkan Alessandro tanpa ayah. Ia tidak menyangka bahwa ayah Alessandro adalah putra tunggal dari keluarga Ferrara yang terhormat!


Lihat saja kelakuan Alessandro yang luar biasa sombong itu. Rocco tidak menyukai Alessandro saat pemuda itu masih jadi tukang kebun di rumahnya hanya karena latar belakangnya yang miskin dan garis keturunannya yang tidak jelas. Namun Rocco lebih tidak menyukai Alessandro saat pria itu sudah mengukuhkan diri sebagai pewaris tunggal Ferrara karena tingkah lakunya yang angkuh dan arogan!


Rocco jelas tidak akan sudi memberikan putrinya pada orang yang sudah menginjak-injak harga dirinya selama lima tahun. Masih banyak pemuda baik-baik di luar sana. Contohnya saja Roberto Mancini. Pria itu halus, santun, terpelajar, dengan garis keturunan yang jelas, dan yang paling penting, Rocco tahu sudah sejak lama Roberto menyimpan rasa pada Carlotta.

__ADS_1


Carlotta juga sangat bodoh. Mau saja ditipu oleh Alessandro yang tukang mengumbar kata cinta. Memangnya Rocco begitu bodoh dan bisa begitu saja tutup mata dengan kelakuan bejat Alessandro yang doyan gonta-ganti wanita selama ini? Seburuk-buruknya Rocco berselingkuh, ia hanya pernah tidur dengan satu orang wanita lain selain istrinya selama ini, hanya karena mengira istrinya mandul! Sudah bertahun-tahun pernikahan akibat perjodohannya dengan Caterina berlangsung, tapi Caterina tidak juga memberinya keturunan. Baru setelah Giacomo lahir dan menjadi balita yang sehat, Caterina hamil anak pertama mereka. Carlotta. Semenjak itu, Rocco memutuskan semua hubungannya dengan wanita simpanannya.


Namun, Rocco tidak begitu saja melepaskan diri dari kewajibannya atas Giacomo. Rocco terus memberikan uang bulanan yang besar pada Fiametta, wanita simpanannya, untuk biaya hidup dan sekolah Giacomo. Bermodal keyakinan bahwa Giacomo akan bersedia membantunya sebagai balas budi atas semua uang yang telah diterimanya dari Rocco selama ini, Rocco bertolak ke Milan dan memohon bantuan pada putra sulungnya, Giacomo Marinelli.


Tanpa disangka, Giacomo juga menolak untuk membantunya. Rupanya, Fiametta selama ini tidak pernah memberikan uang yang seharusnya menjadi tunjangan anak pada Giacomo. Giacomo tumbuh besar mengira ia tidak pernah disayangi oleh orang tuanya, dan menjadi luar biasa benci pada ayahnya. Tapi, ketika menyebut bahwa Carlotta dan adik-adiknya hidup sendirian di jalanan, Giacomo justru bersedia untuk mengirim bantuan dan menjaga ketiga putri Rocco dari jauh. Rocco cukup bersyukur akan hal itu.


Semua hal tidak menyenangkan yang terjadi padanya disebabkan oleh Alessandro Ferrara! Pria kurang ajar itu bahkan sudah melakukan hal di luar batas dan membuat Carlotta hamil. Rocco merasa jijik sekali pada cucu yang belum pernah ditemuinya itu karena dalam diri bayi itu mengalir darah orang yang dibencinya setengah mati.


Ketika akhirnya keluar dari jeruji besi, Giacomo dan Carlotta menyambutnya di luar rumah tahanan. Mata Rocco terbelalak, tak menyangka mereka akan datang.


"Papa ...." Carlotta maju mendekat dengan hati-hati.


Rocco justru berhenti berjalan dan terdiam di tempatnya berdiri. "Kalian?"


Perlahan, tangan Rocco bergerak membelai rambut pirang putrinya. Ia berdeham pelan. "Apakah sekarang kau sudah sadar bahwa semua kata-kata Papa benar?"


Carlotta menggeleng pelan. "Aku memang bersalah karena terus menentangmu. Tapi kesalahanku tak berhenti sampai di situ. Aku tidak pernah berusaha menjelaskan perasaanku pada Alessandro, Pa ...."


Rocco langsung meludah jijik mendengar nama Alessandro disebut.


"Dengarkan aku dulu, Pa ...." Carlotta menggenggam tangan ayahnya erat-erat. "Aku sangat mencintai Papa. Hanya Papa yang aku punya sejak kecil. Tapi aku juga sangat mencintai Alessandro. Dia adalah papa dari putraku Maurizio."


Carlotta kemudian menoleh ke belakang dan memberikan kode bagi Marco untuk membawa Maurizio mendekat. Napas Rocco tercekat di tenggorokan begitu melihat bayi mungil itu dari dekat.

__ADS_1


"Rambut dan matanya benar-benar mirip denganku." Rocco bergumam pelan.


"Ya! Bukankah dia sangat mirip dengan Papa?" Carlotta mengangkat bayinya dan menyodorkannya pada ayahnya. "Apa Papa mau menggendongnya?"


Ragu-ragu, Rocco mengulurkan tangan untuk menyentuh Maurizio. Maurizio terkekeh pelan karena merasa geli.


"D-dia seperti boneka!" Rocco berseru senang dengan napas tertahan.


Carlotta tersenyum. "Papa benar. Seharusnya aku membawanya untuk menemui Papa lebih cepat. Maafkan aku."


Rocco kini mengangkat Maurizio di udara. "Namamu Maurizio, ya? Aku kakekmu!"


Maurizio tertawa-tawa lagi saat merasakan tubuhnya diayun ke udara. Angin dingin membelai rambut bayi itu dan membuat pipinya semakin kemerah-merahan.


"Tolong restui aku dan Alessandro, Papa. Lagipula aku sudah tidak memiliki kesempatan dengan Roberto Mancini." Carlotta berkata dengan tegas.


Rocco berhenti menjunjung Maurizio di udara dan mendekap bayi itu erat. "Apa maksudmu?"


Ciara muncul dari belakang sambil menggandeng Roberto dan berkata dengan sumringah. "Kakak tidak bisa menikah dengan Roberto karena Roberto akan menikah denganku."


Ciara kemudian memamerkan cincin batu safir di jari manisnya. Roberto mengangguk. "Aku dan Ciara akan segera menikah. Aku datang untuk meminta restumu, Signor Marinelli."


***

__ADS_1


__ADS_2