Revengeful Billionaire

Revengeful Billionaire
Bab 40 | Bersamamu


__ADS_3

Helloooo guys please banget yang masih di bawah umur, get out of here fast! Hahaha. Bab ini full adegan berbahaya buat anak kecil, ya! You've been warned!


Tapi tetep klik LIKE VOTE GIFT TIPS dan tinggalin COMMENTS yaa! Makasih banyak ♡


Luvluv,


Alana


***


Alessandro menggendong Carlotta ala bridal style, kemudian membawa perempuan itu ke bagian taman yang lebih tertutup.


"Aku tahu tempat yang tidak tersorot kamera CCTV." Alessandro berkata dengan meyakinkan.


Carlotta terkikik kecil.


Alessandro mendesah pura-pura sedih. "Rumah ini terlalu besar dan jaraknya terlalu jauh. Aku takut kau berubah pikiran ketika kita sampai ke dalam."


Carlotta memukul dada Alessandro sambil tersipu malu. "Aku tidak akan berubah pikiran."


Alessandro cemberut. "Kali ini kau tidak boleh bilang ini pelecehan."


Carlotta tertawa. "Oh, diamlah."


Benar saja. Tempat yang dimaksud Alessandro tersembunyi rupanya adalah sebuah labirin. Labirin itu berbentuk persegi empat. Seluruh sisinya simetris. Alessandro setengah berlari menuju bagian paling dalam labirin, sementara Carlotta mengeratkan lengannya mengalungi leher Alessandro. Mereka berdua tertawa bersama-sama. Angin musim panas yang sejuk menerbangkan rambut mereka dan awan-awan putih menghalangi sinar matahari sore membakar kulit mereka.


Di bagian paling dalam labirin terdapat air mancur. Alessandro mendudukkan Carlotta di salah satu pinggiran kolam air mancur tersebut. Pria itu bergegas melepas jasnya yang berwarna merah marun dan membentangkannya di atas rerumputan di bawah kaki Carlotta.


Kemudian, Alessandro tampak gugup. "Sebelum kita melakukannya... Kau tahu... Apakah boleh melakukannya dengan kondisimu?"


Carlotta tertawa. "Tidak boleh saat hamil muda. Tapi usia kandunganku sudah menginjak dua puluh dua minggu. Sepertinya cukup aman."


Alessandro tampak muram. "Aku tidak ingin membahayakan dirimu dan bayi kita lagi."


Carlotta berdiri. Ia masuk ke pelukan Alessandro dan menyandarkan kepalanya ke bahu bidang pria itu. "Kami baik-baik saja."


Alessandro balas memeluk Carlotta. "Itu bagus."


Carlotta mendongak. "Tapi aku tidak berpengalaman. Sedangkan kau..."


Alessandro sekarang balas tertawa. "Pernyataanmu menjebak. Jika aku bilang aku tidak berpengalaman, kau tidak akan percaya. Jika aku bilang aku berpengalaman, kau akan marah."


Carlotta memukul dada Alessandro main-main. "Kalau kau bilang kau tidak berpengalaman, itu artinya kau bohong."

__ADS_1


Alessandro tertawa hingga rambutnya terlempar ke belakang. Ketika tawanya reda, ia menunduk dan mengecup ujung hidung Carlotta. "Tapi Demi Tuhan, aku tidak pernah menyentuh wanita mana pun setelah malam bersamamu."


Carlotta memicingkan matanya tak percaya. "Kau berselibat selama hampir enam bulan?"


Alessandro mengangguk.


Carlotta masih tampak ragu.


"Coba beritahu aku, bagaimana rasanya mencicipi kue cokelat di tempat lain setelah mencicipi kue cokelat buatan Monsieur Pierre?" Alessandro bertanya.


Carlotta tertawa. "Kau selalu membandingkan aku dengan makanan."


Alessandro mengangguk. "Karena aku suka makan. Dan kau adalah makanan terlezat yang ada di muka bumi. Tidak ada yang bisa menandingimu."


Carlotta tertawa lagi. Kemudian, Alessandro menciumnya di sela-sela tawa gadis itu. Awalnya hanya kecupan main-main. Namun, ketika Carlotta memejamkan mata, Alessandro mulai menuntut lebih. Carlotta berpegang kuat pada Alessandro karena tidak mempercayai kakinya sendiri. Alessandro yang menyadari itu langsung membaringkan Carlotta di atas jasnya.


"Pipimu masih bersemu merah setelah aku menciummu. Sama seperti dulu." Bisik Alessandro.


Carlotta yang merasa seolah kehabisan napas, tak sanggup membalas ucapan pria itu. Alessandro mencium keseluruhan diri Carlotta. Mulutnya, bibirnya, perutnya, tubuhnya, hingga jari kaki Carlotta. Ketika Alessandro mencapai pusat diri Carlotta, gadis itu terkesiap keras.


"Kau suka aku melakukan itu kepadamu?" Alessandro menyeringai jahil kepada Carlotta. Menggoda gadis itu.


Carlotta terengah-engah. "Ya. Ya. Lakukan lagi."


Carlotta menggeliat dan terkesiap sekali lagi. Belum lama Alessandro bermain, Carlotta sudah menjerit, menegang, dan gemetar hebat. Setelahnya, tubuh gadis itu lunglai seolah tak memiliki tulang.


"Dio Mio, Carlotta, kau terlalu sensitif." Alessandro menyeringai. "Aku menyukainya."


Kemudian, Alessandro mulai bercinta dengan perempuan itu.


***


Setelah sesi bercinta mereka yang luar biasa hebat, Carlotta berusaha mencari pakaiannya untuk menutupi diri. Namun, Alessandro tidak membiarkan Carlotta mencapai kain-kain sialan itu. Ia menyembunyikan pakaian perempuan itu di belakang punggungnya.


"Kembalikan bajuku, Alessandro!" Carlotta berusaha menarik salah satu pakaiannya dari balik badan Alessandro.


Alessandro tertawa senang. "Biarkan aku melihatmu sebentar. Kau begitu cantik."


Carlotta berusaha menutupi tubuhnya dengan kedua tangan, tetapi usahanya tampak sia-sia. Tangan Alessandro mulai menelusuri kulitnya lagi.


"Hentikan, Alessandro." Carlotta cepat-cepat menyingkirkan tangan pria itu.


"Satu sesi lagi. Bagaimana menurutmu?" Tanya Alessandro.

__ADS_1


Carlotta melotot. "Tidak."


Alessandro pura-pura cemberut. "Padahal waktu itu kita melakukannya sepanjang malam."


Carlotta menggeleng. "Cukup sudah. Anak ini sudah cukup berkenalan dengan ayahnya." Carlotta melingkarkan tangannya di perut.


Alessandro tertawa. "Tidak, menurutku belum cukup."


Carlotta memejamkan matanya lelah. "Simpan gairahmu untuk hal yang lebih berguna, Alessandro."


"Aku cukup berguna untuk membuat bayi." Balas Alessandro. Carlotta tertawa mendengarnya.


Mereka berdua berbaring di rerumputan dengan damai. Alessandro memosisikan tangannya sebagai bantal untuk Carlotta, sementara Carlotta berbaring miring menghadap dadanya. Tangannya yang satu lagi bergerak membelai rambut keemasan gadis itu.


"Kita sedikit berkeringat. Bagaimana jika kita berenang di kolam air mancur sebentar sebelum berpakaian?" Alessandro mengusulkan.


Carlotta langsung memelototi pria itu. Belum juga jadi istrinya, Carlotta sudah diajak melakukan hal-hal yang memalukan. Pertama, bercinta di taman. Kedua, berenang tel*njang di kolam air mancur. Carlotta tidak berani membayangkan hal yang akan menjadi nomor tiga. Atau nomor empat.


Alessandro tertawa melihat ekspresi Carlotta. "Ayolah, Cara Mia. Tidak ada yang melihat kita."


Carlotta memutar bola matanya.


"Kudengar-dengar, berenang bagus untuk ibu hamil." Alessandro mencoba taktik lain. "Aku hanya ingin bayi kita sehat. Kau juga, kan?"


Carlotta tidak punya kata-kata lagi untuk memprotes karena Alessandro sudah bergerak untuk mengangkatnya dan memasukkannya ke kolam air mancur super besar itu. Carlotta menjerit kecil ketika tubuhnya merasakan air dingin.


Kolam itu dibuat mirip seperti Trevi Fountain. Bedanya, bentuknya lingkaran. Kemudian, patungnya tidak sebesar Trevi. Tidak ada pilar-pilar besar di sana. Kakek Alessandro sendiri yang mendesain air mancur yang ini. Lantainya terbuat dari batu pualam. Kolam ini memiliki kedalaman satu koma delapan meter. Tidak ada yang melempar koin di sini selain Alessandro. Tapi, koin di dasar kolamnya sudah terkumpul agak banyak.


Daun-daunan di sekeliling mereka tertiup angin. Suara gemericik air mancur menambah kesan syahdu.


Alessandro segera menyusul Carlotta masuk ke dalam kolam. "Menyegarkan, bukan?"


Carlotta menangkup air dengan tangannya, kemudian menyiramkannya ke muka Alessandro sambil tertawa.


Alessandro terkejut dan tertawa. "Gadis nakal! Lihat saja pembalasanku!"


Carlotta cepat-cepat berenang ke arah lain, menghindari serangan balasan Alessandro.


"Tidak! Jangan!" Carlotta meluncur cepat memutari kolam. Namun, Alessandro adalah perenang yang lebih handal. Pria itu menangkap Carlotta dengan mudah, secepat kilat. Ketika Carlotta berhasil melepaskan diri, Alessandro menyelam ke dasar kolam, menangkap pergelangan kaki Carlotta, dan menggelitiki telapak kakinya hingga gadis itu minta ampun.


Mereka berdua berenang dan tertawa hingga matahari terbenam.


***

__ADS_1


__ADS_2