
"Kalau begitu, Daddy harus Jadikan Aunty itu bodyguardnya Indhi !" ujar Rindhima seraya ia menunjukkan jari telunjuknya kearah wanita bercadar tersebut.
Haidar langsung tersentak kaget tatkala ia mendengar syarat yang diberikan anaknya agar ia mendapatkan maaf darinya. Dan seketika itu juga ia langsung mengikuti arah jari telunjuknya Rindhima, "Apaa!! Hah? Wanita bercadar yang tadi? Apa Kamu tidak salah Indhi? Menginginkan Wanita itu menjadi bodyguard kamu, hm?" tanyanya. yang sepertinya ia kurang menyukai akan keinginan putri kecilnya itu.
"Tidak Dad! Indhi tidak salah! Lagian, buat apa Daddy menempatkan banyak bodyguard didekat Indhi, tapi lihatlah mereka tidak ada gunanyakan? Buktinya Indhi tetap diselamatkan oleh Aunty itu, iyakan?" balas Rindhima, masih dengan gaya melipat tangannya di dada. Sehingga ia terlihat seperti orang yang benar-benar sudah dewasa.
"Benar juga sih! Tapi Sayang, kan ada Uncle Leo, dan mulai sekarang Daddy akan menugaskan Uncle Leo secara langsung yang akan menjaga kamu. Gimana sayang Apakah kamu setuju?" ujar Haidar, yang terlihat ia sedang berusaha mengalihkan keinginan putrinya tersebut.
"Nggak mau Daddy! Uncle Leo kan laki-laki! Indhi maunya tuh Bodyguard Indhi harus perempuan juga seperti Indhi, Daddy!" balas Rindhima, yang tampaknya ia begitu Keukeh, menginginkan wanita bercadar tersebut yang akan menjadi Bodyguardnya.
"Tapi Nak, kitakan nggak tau siapa diakan? Bisa saja dia itu seorang ******* yang menyamar ingin menculik kamu! Tapi sayangnya sudah keburu Daddy datang, benar tidak Leo?" ujar Haidar, yang tampaknya ia seperti meminta bantuan dari Leo.
Leo yang sepertinya paham maksud dari Abang iparnya itu, akhirnya ia pun ikut menimpalinya, "Benar Tuan! Melihat Nona itu memakai penutup wajah seperti itu saja saya sudah merasa aneh. Dan kebanyakan para ******* itu biasanya kan pakai penutup wajah juga, Tuan! Jadi saya sedikit khawatir Tuan! Gimana kalau ternyata wanita itu ternyata benaran *******, kan bahaya Tuan," katanya, sambil ia tetap fokus pada mengemudinya.
__ADS_1
"Tuh Nak, Uncle Leo aja sampai khawatir, makanya kamu janga.." sambung Haidar lagi. Namun belum lagi ia menyelesaikan kata-katanya, Rindhima sudah langsung menyelanya.
"Huh! Daddy dan Uncle Leo, lebay banget sih! Mana ada seorang ******* bertindak terang-terangan seperti itu! Lagian asal Daddy tau aja ya! Aunty itu temannya Bu guru Yasmin gurunya Indhi tau!" sela Rindhima terdengar ketus, "Aah.. sudahlah! Kalau memang Daddy nggak mau memenuhi keinginan Indhi juga nggak papa kok!" lanjutnya seraya ia kembali menatap kearah jendela mobilnya.
"Eh! Benaran nggak papa Nak?"tanya Haidar, terlihat sedikit ada kelegaan dari raut wajahnya. Karena ia berpikir Rindhima telah mengurungkan niatnya.
"Hmm!" balas Rindhima yang hanya berhmm saja, tanpa melirik sedikit pun pada Haidar.
"Aah.. syukurlah! Hmm.. tapi kamu tetap memberikan maaf pada Daddykan Nak?" tanya Haidar sambil menatap wajah Rindhima, dengan tatapan penasaran. Lama Haidar menunggu jawaban dari Rindhima. Namun yang di tunggu malah tak meresponnya sama sekali.
Hal itu membuat Haidar, terlihat sedikit frustasi, "Haiiis... sebenarnya sifat siapa sih yang di turunkan kedia! Kenapa wataknya keras banget sih?" gerutu Haidar, seraya ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Sehingga membuat rambut yang terlihat klimis tersebut jadi terlihat berantakan.
Mendengar gerutuannya Haidar, Leo langsung menahan senyumnya, "Maaf Tuan! Tapi setau saya wataknya almarhum Nyonya Keyla, tidak keras kok, Tuan! Malahan Almarhum dikenal dengan orang yang penyabar, lemah lembut pada siapapun," timpal Leo, yang tampaknya ia sangat tahu betul bagaimana watak dari almarhum kakaknya itu.
__ADS_1
"Eh..apa maksudnya kamu mengatakan seperti itu hah? Ooh.. jadi kamu sebenarnya ingin mengatakan, kalau watak kerasnya Rindhi, berasal dari saya, gitu ya?" tanya Haidar, seraya ia menatap dingin pada wajah Leo, dari kaca spion tengahnya.
"Eh.. nggak kok Tuan! Saya tidak bermaksud untuk mengatakan seperti itu kok Tuan!," dalih Leo. seraya bergidik. Karena mendapatkan tatapan yang begitu dingin dari Haidar.
"Huh! Beralasan saja kamu! Aah.. sudahlah tidak usah di bahas lagi!" kata Haidar terlihat kesal. Lalu ia kembali menatap wajah dingin putrinya, yang terlihat masih menatap kearah luar dari jendela mobilnya.
"Eh! Iya juga ya? Kalau dilihat-lihat seperti ini! Rindhi memang banget mirip denganku! Apa memang sebenarnya watak kerasnya Rindhi itu, berasal dari aku ya?" batin Haidar yang tampaknya ia malu untuk mengakuinya.
...⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷...
Hari ini badan Author sedikit lemas. jadi hanya bisa segini 🙏
OH iya, selagi menunggu Ramanda update, yuk mampir kekaryanya Author 💓 Nirwana Asri 💓 Pokoknya Karyanya keren banget loh guys. Makanya cus buruan, kepoin ya. Dan jangan lupa juga berikan dukungannya juga ya guys 🙏😉
__ADS_1
Syukron 🙏