
•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”
(HR. Bukhari no. 6412)
Ketika Allah Azza wa Jalla mengaruniakan nikmat sehat dan waktu senggang kepada kita, justru kita seringkali melalaikannya. Baru terasa betapa nikmat sehat ketika kita sakit, betapa nikmat waktu senggang ketika kita sibuk dengan berbagai aktivitas yang begitu melelahkan...
Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa menggunakan semua waktu dalam hal baik sedemikian rupa sehingga tidak sempat melakukan hal batil untuk meraih ridha-Nya.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷
Tanpa rasa takut akan bahayanya bisa ular, Leo dengan santainya, menghisap bisa-bisa ular yang terdapat pada betisnya Yasmin. Setelah ia rasa bisa tersebut sudah keluar semua. Leo pun langsung berdiri, sambil matanya, seperti mencari sesuatu di sekitar mereka berada.
"Tunggulah sebentar disini. Dan jangan banyak bergerak oke. Aku akan segera kembali, setelah mendapatkan daun putri malu ataupun daun kari. Untuk mengobati bekas gigitan ular itu. Kamu nggak papakan aku tinggal sebentar?" ujar Leo, seraya ia menutup betis Yasmin, dengan rok panjangnya.
"Iya.. nggak papa kok pak," balas Yasmin dengan suara yang terdengar mulai lemah.
"Ya sudah, aku tinggal sebentar ya? Oh iya, kamu juga tidak boleh memejamkan mata kamu. Tunggulah sebentar, aku akan segera kembali," kata Leo lagi. Lalu tanpa menunggu balasan dari Yasmin, ia sudah melangkah pergi untuk mencari dedaunan yang ia katakan tadi.
__ADS_1
Pada awalnya, ia mencari disekitar mereka. Namun daun-daun tersebut, tak ia temui, hingga akhirnya ia berjalan semakin jauh. Kini tinggallah Yasmin seorang diri. Yang tampaknya, ia mulai kesulitan untuk menahan matanya, yang sepertinya selalu ingin terpejam.
"Aah.. Ana nggak kuat lagi. Rasanya mata ini sangat berat, untuk dibuka," gumam Yasmin, yang terlihat ia sedang berusaha menahan matanya agar tidak terpejam. Seperti yang di pesankan oleh Leo.
"Hmm... apa yang akan terjadi, kalau Ana memejamkan mata Ana? Apakah akan terjadi sesuatu pada Ana?" gumamnya lagi dan masih berusaha untuk menahan matanya. Namun rasanya begitu sulit baginya. Bahkan dengan perlahan ia mulai memejamkan matanya.
"Humm.. Ana.. su..dah ti..dak ta-han la-gi..hm.."
Yasmin akhirnya memejamkan matanya juga. Namun baru beberapa menit ia memejamkan matanya. Tiba-tiba, tubuhnya seperti sedang di guncang-guncangkan oleh seseorang. Bahkan ia juga dapat mendengar suara seorang pria memanggil-manggil namanya.
"Yasmin! Yasmin..! Kamu tidak boleh tertidur! Bangunlah Yasmin!" teriak orang tersebut, terus memanggil-manggil namanya. Namun matanya terasa begitu berat untuk dibuka. sehingga pria itu kembali mengguncang-guncangkan tubuhnya lagi. Dan kali ini guncangannya terasa begitu kuat.
"Yasmin! Yasmin, bukalah mata kamu Yasmin! Ayolah Yasmin buka mata kamu!" kata pria tersebut, membuat Yasmin dengan akhirnya membuka matanya juga, namun masih terasa begitu berat.
"Aah.. syukurlah akhirnya kamu membuka mata kamu juga. Tahanlah sebentar lagi, oke. Lihat Aku sudah mendapatkan daun kari-kari" ujar Leo, seraya ia menunjukkan sebuah daun pada Yasmin.
"I-itu un-tuk a-pa Pak?" tanya Yasmin terdengar begitu lemah. Dan masih berusaha agar tetap terjaga.
"Ini untuk menetralisir bisa ular. Karena beberapa kandungan yang terdapat dari daun kari adalah alkaloid, glikosida, hingga senyawa fenolik. Hal ini membuat daun kari bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, tanaman yang satu ini juga telah digunakan oleh orang-orang terdahulu sebagai tanaman untuk mengobati gigitan ular. Bahkan, banyak yang bilang jika racun ular dalam tubuh bisa keluar dengan cepat" jelas Leo, Seraya ia memisahkan antara dan batangnya. Setelah itu ia seperti mencari sesuatu yang berada di dekatnya.
"Aah.. kenapa disini tidak ada batu sih?" gumamnya, sembari ia melihat-lihat di sekelilingnya. Namun batu yang ia cari tak satupun kelihatan. Lalu ia kembali mengalihkan pandangannya pada wajah Yasmin. Dan ternyata Yasmin sudah kembali memejamkan matanya.
__ADS_1
"Hei! Kenapa kamu memejamkan mata lagi sih? Yasmin kamu dengar sayakan? Cepat buka lagi mata kamu!" ujar Leo, sambil menepuk pelan pipihnya Yasmin. Sehingga mau tak mau akhirnya Yasmin membuka matanya lagi, dalam keadaan berat.
"Ah..Sa-ya, su-dah ng-gak ku-at la-gi Pa-k," balas, Yasmin terbata-bata.
"Harus kuat! Saya akan kunyahkan obat untuk kamu!" ujar Leo terdengar tegas. Lalu ia pun mengambil daun kari yang tadi sudah ia pisah-pisahkan dari batangnya, kemudian ia masukkan daun-daun itu kedalam mulutnya, lalu daun tersebut ia kunyah sampai halus.
Setelah di rasa daun itu, telah halus, Leo pun membangunkan tubuh Yasmin setengah duduk. Dan kemudian ia pun mendekati mulutnya, kemulutnya Yasmin, dan tak berapa lama, mulut mereka pun menyatu. Membuat mata Yasmin yang begitu berat dibuka, kini langsung terbuka lebar, tampak sekali ia begitu terkejut.
Sebenarnya Yasmin ingin sekali mendorong tubuh Leo, dan ingin sekali marah-marah ke padanya. Namun saat ia merasakan ada sesuatu yang mengalir dari mulutnya Leo. Ia pun langsung menyadari kalau Leo ternyata sedang memberikan dirinya obat. Dan karena tubuhnya memang sangat lemah, akhirnya ia hanya bisa pasrah dan menelan, air liur Leo, yang sudah tercampur dengan air daun kari tersebut.
Setelah, dirasa cukup, Leo pun kembali membaringkan tubuh Yasmin disemak-semak lagi. Setelah itu ia mendekati kakinya Yasmin, lalu kembali membuka rok panjangnya, dan tampaklah bekas gigitan ular tadi, di betisnya. Kemudian ia pun mengeluarkan daun yang ia kunyah tadi dari mulutnya. Lalu ia bubuhi betis Yasmin dengan dedaunan yang sudah halus tadi. Setelah itu, ia pun merobek baju kemeja dengan belatinya. Setelah itu potongan bajunya, tersebut ia balutkan pada kakinya Yasmin.
"Alhamdulillah.. sekarang ayo kita kembali ke tenda," katanya, seraya ia mengangkat tubuh Yasmin.
"Gi-ma-na de-ngan Rin-dhi, pak?" tanya Yasmin setelah ia berada di gendongannya Leo.
"Kamu tak perlu khawatir! Karena setelah mengantar kamu ke tenda, aku akan kembali mencarinya lagi," balas Leo sambil ia melangkah menuju ke tempat perkemahan mereka. Dan disaat mereka sudah hampir mendekati tempat perkemahan, tiba-tiba terdengar suara anak kecil memanggil-manggil nama Leo dari tempat perkemahan.
"Uncle Leo! Bu Yasmin!"
...*••••••••••⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶•••••••••*...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰
__ADS_1