RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
MAFIA PLIN-PLAN.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•


CINTAI DIRI SENDIRI. Jangan hancurkan diri sendiri karena orang lain. Jika merasa tidak dicintai oleh suami, orangtua, anak, sahabat, jangan hancurkan dirimu dengan menangis berlebih, tidak makan, tidak tidur sepanjang malam berhari-hari apalagi sampai melukai diri sendiri karena merasa diri tidak berarti di mata mereka.


Cintailah diri sendiri karena Allah selalu mencintaimu. Dan dipandangan Allah, saat kita memelihara diri kita dari keburukan dan kedzaliman tangan sendiri, kita telah menjadi seorang hamba yang mentaati perintah-Nya.


"Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu." (QS. An Nisa : 29)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•


Setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah bersama istrinya. Haidar langsung pergi entah kemana. Tampak sekali ia seperti sedang menghindari istrinya. Membuat Fatimah yang merasakan hal itu menjadi bertanya-tanya.


"Mas Haidar kenapa ya? Kok kayaknya dia menghindari Ana terus? Apa Dia kembali membenci Ana?" gumam Fatimah, ketika ia sedang mempersiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Suaminya.


"Aah.. itu mungkin hanya perasaanku saja. Jadi jangan berprasangka buruk dulu deh. Bisa jadikan, kalau Mas Haidar memang sedang sibuk, soalnya diakan sudah beberapa hari ini nggak pergi kerja. Jadi wajar dong kalau dia sibuk hari ini," gumam Fatimah, yang terlihat ia sedang berusaha menepis prasangka yang sejak tadi, menyelimuti hatinya.


"Alhamdulillah.. akhirnya selesai juga masakan Ana. Kalau begitu Ana tinggal manggil Mas Haidar saja. Biar bisa sarapan bersama," gumam Fatimah lagi. Seraya ia melepaskan celemeknya. Setelah itu ia bermaksud ingin memanggil suaminya.


Namun baru saja Fatimah keluar dari ruangan makannya, tiba-tiba terdengar suara lengkingan seorang anak kecil memanggil dirinya.


"Umii Fatimah!!"


Fatimah langsung menoleh ke sumber suara tersebut, dan tampaklah olehnya seorang gadis kecil yang terlihat baru saja memasuki ruang tamu. Dan ia pun langsung berlari menuju ke tempatnya berdiri.


"Rindhima! Kamu sudah datang Nak?" kata Fatimah, terlihat begitu senang saat melihat wajah gadis kecil itu, yang sedang tersenyum padanya.


"Iya Umi! Aah.. Indhi kangen banget sama Umi," balas Rindhima, sambil ia memeluk pinggangnya Fatimah.

__ADS_1


"Aah..Umi juga kangen banget sama Indhi," kata Fatimah, seraya ia menekukan kedua lututnya. Agar tubuhnya bisa sejajar pada pada putri sambungnya itu. Lalu ia pun langsung memeluk tubuh kecilnya Rindhima. Bahkan ia juga menciumi seluruh wajah cantiknya Rindhima. Begitu juga dengan Rindhima, yang terlihat ia juga tak mau kalah, dan ikut menciumi wajahnya Fatimah.


"Oh iya, kamu datang sama siapa Nak?" tanya Fatimah, setelah mereka melepaskan rasa kangen-kangenannya.


"Ya sama Uncle Leo dong Umi. Cuma Uncle masih ada perlu, makanya dia langsung pergi," balas Rindhima berkata apa adanya.


"Ooh gitu. Oh iya kamu sudah sarapan belum Nak?" tanya Fatimah lagi.


"Belum Umi. Indhikan emang sengaja nggak sarapan dari rumah. Soalnya Indhi ingin makan, makanan yang dimasak oleh Umi. Habis Indhi juga kangen banget sama masakan Umi, hehehe," balas Rindhima, sambil menujukkan barisan gigi susunya nan putih itu.


Fatimah, langsung tersenyum lembut mendengar perkataannya Rindhima, "Ya sudah kalau begitu, Indhi tunggu di meja makan dulu ya? Biar Umi panggil Daddy kamu dulu, setelah itu baru kita sarapan bersama, oke?" kata Fatimah, seraya ia bangkit dari bersimpuhnya.


"Oke Umi!" balas Rindhima begitu bersemangat.


"Ya sudah, kamu tunggu sebentar ya Nak? Umi panggil Daddy dulu," kata Fatimah lagi.


"Oke Umi,"


"Masuk!!" seru Haidar dari dalam ruang kerjanya. Dan Fatimah pun langsung membuka pintu ruangan tersebut. Dan tampaklah olehnya, Haidar yang terlihat sedang fokus pada layar laptopnya.


"Mas?" panggil Fatimah dengan lembut. Seraya ia mendekati meja kerja suaminya.


"Hemm.." balas Haidar, hanya ber hmm, ria tanpa melirik sedikit pun pada Fatimah.


"Thiyah sudah menyiapkan sarapan paginya Mas. Kita sarapan dulu yuk?" ajak Fatimah, dengan tutur kata yang terdengar begitu lembut.


"Kamu sarapanlah duluan, Mas nanti saja. Karena ada perkejaan yang sangat mendesak!" balas Haidar terdengar datar. Dan masih terlihat begitu enggan menatap wajah istrinya.


"Tapi Mas, apa kamu bisa fokus kalau perut belum diisi begitu? Lagiankan sarapan tidak memakan banyak waktu Mas. Oh iya Indhi juga sudah datang dan sekarang dia sudah menunggu kita diruang makan loh Mas. Jadi ayo dong kita sarapan bersama," kata Fatimah lagi, terlihat sekali ia begitu berharap, agar suaminya mau sarapan bersama mereka.

__ADS_1


"Oooh.. mereka sudah datang? Kalau begitu, kamu tinggallah dulu bersama Indhi disini ya? Soalnya Mas ada perkerjaan yang sangat mendesak. Dan kamu tidak usah khawatir, karena aku akan kembali dalam waktu dua hari, oke?" ujar Haidar, seraya ia bangkit dari kursi kebesarannya. Lalu tanpa menunggu jawaban dari istrinya, Ia pun langsung melewati Fatimah dengan wajah datarnya.


Fatimah yang melihat itu benar-benar merasa heran, "Hah? Kenapa sikapnya sangat berbeda Bang sama yang tadi malam? Ada apa sebenarnya? Apakah mas Haidar sedang marah padaku?" gumam Fatimah terlihat sangat bingung melihat sikap suaminya, yang Pergi begitu saja.


"Aah.. sudahlah! Mungkin memang benar karena pekerjaannya sedang banyak, jadi Mas Haidar bersikap seperti itu," gumam Fatimah yang berusaha memahami sikap suaminya, "Eh! Rindhi! Astaghfirullah, kenapa Ana lupa ya? Dia pasti sudah menunggu Ana, ah sebaiknya Ana ke ruang makan sajalah," gumamnya lagi, seraya ia bergegas pergi meninggalkan ruang kerja suaminya itu. Dan langsung menuju ke ruang makan karena Rindhima sudah menunggunya di sana.


...*****...


Sementara itu di sisi lainnya.


Setelah meninggalkan Fatimah, Haidar langsung bergegas menuju ke halaman Villanya yang ternyata disana, masih ada helikopter yang membawa Rindhima tadi. Setibanya ia di helikopter tersebut ia pun langsung bergegas menaiki helikopter tersebut. Membuat Leo yang kebetulan ada disana langsung terkejut melihatnya.


"Eh! Tuan! Kok Anda disini?" tanya Leo, sedikit formal karena, disana ada beberapa anak buahnya Haidar.


"Jangan banyak tanya! Cepat suruh Nick jalankan helikopternya, kita akan langsung saja perusahaanku!" titah Haidar terdengar begitu tegas dan dingin.


"Ke perusahaan? Hari Inikan Akhir pekan Tuan. Jadi semua karyawan sedang liburankan? Palingan cuma scurity aja yang masih bekerja," balas Leo, dengan wajah yang terlihat heran melihat tingkah Bosnya, yang sepertinya sedang bermood buruk.


"Aakh..! Berbisik Lo! Cepat jalankan saja helikopternya!" bentak Haidar, yang tampaknya ia benar-benar sedang kesal. Membuat Leo akhirnya tak berani berkomentar lagi. Sehingga ia pun langsung menjalankan perintah dari Haidar. Setelah itu ia pun bermaksud ikut naik kedalam helikopter tersebut, namun baru saja ia hendak melangkah kakinya masuk tiba-tiba.


"Lo mau kemana?" tanya Haidar dengan wajah dinginnya.


"Mau masuk Tuan!"


"Tidak boleh! Kau tetap disini! Jaga anak dan istriku! Paham!" tegas Haidar, "Nick! Jalankan helikopternya!" katanya lagi pada sang pilot helikopternya tersebut.


"Baik Tuan!" balas Nick dan Leo secara bersamaan.


"Ada apa lagi sih sebenarnya? Aah.. bodo amatlah! Dasar mafia plin-plan! Sikap berubah-rubah Mulu! Kemarin aja kayak orang yang lagi kasmaran! Sekarang kayak orang baru putus cinta! Haiis ribet banget ya jadi orang!" batin Leo, seraya ia menatap kepergian helikopter yang membawa Haidar.

__ADS_1


...⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶...


Kasih dong votenya guys 🙏 biar Author semangat lagi nih. Okay🙏


__ADS_2