RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
APAKAH DIA SEORANG BIDADARI?


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•


Takdir tidak selamanya sesuai dengan harapan kita. Hidup tidak selalu menyuguhkan kesenangan dan kebahagiaan. Karena satu masa ada kalanya kesedihan seakan tak habis-habisnya datang, namun ada masanya kebahagiaan menghapuskan semua duka lara seakan dia tak pernah ada mengisi hari.


Akidah yang kokoh adalah kunci bagi jiwa mampu kuat dan tangguh melalui semua masa itu. Tak putus asa ketika berduka, tak lupa diri ketika bersuka ria.


Keyakinan yang jadi sandaran hati, bahwa Allah sudah merencanakan semua terbaik untuk hidup kita apapun itu. Janji Allah tentang ajal, jodoh, dan rizki yang tak bakal tertukar, pasti mendatangi pemiliknya sesuai jadwal yang Allah sudah tentukan, sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Jauh sebelum kita lahir.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•


Beberapa hari kemudian setelah hari pernikahannya. Haidar tak pernah sekalipun menemui Fatimah. Karena bagi dirinya, perusahaan adalah yang terpenting. Makanya ia lebih banyak meluangkan waktunya hanya diperusahaannya saja. Apalagi perusahaan baru mengalir kerugian yang begitu besar, akibat ulah putrinya. Makanya ia jadi tak memiliki waktu yang luang untuk keluarganya sendiri. Seperti saat ini sudah menjelang larut, namun mereka masih berada di kantornya Haidar.


"Bang, apakah hari ini Anda juga akan tidur dikantor lagi?" tanya Leo, pada Haidar, yang terlihat masih fokus pada layar laptopnya.


Mendengar pertanyaan Leo, Haidar langsung mengerenyitkan dahinya sambil menatap Leo, "Tumben kamu tanyakan itu? Apa ada masalah kalau Aku tidur di sini, hm?" tanyanya, sambil mengalihkan pandangannya kembali ke layar laptopnya.


"Tidak juga sih! Hanya saja saya takut, kalau Abang sering membiarkan Rindhi, dengan ibu barunya, yang ada peluang Abang dihatinya Rindhi akan semakin hilang! Karena dihatinya sudah terpenuhi dengan kasih sayangnya Nyonya Fatimah," balas Leo. Membuat tangan Haidar yang sedang menari diatas tuts-tuts keyboard laptopnya langsung terhenti dan seketika pandangannya langsung mengarah ke wajahnya Leo.

__ADS_1


"Kamu menyebut wanita Aneh itu apa tadi?" tanyanya sambil mengerutkan dahinya lagi. Dan sambil menatap tajam pada Leo.


Leo langsung tersentak mendapatkan tatapan tajam tersebut "Eh! Maaf Bang, apakah saya tidak boleh memanggil Nyonya? Terus, saya harus memanggilnya apa Bang?" tanyanya tampak bingung.


"Aah.. sudahlah! Mau panggil apa juga nggak penting! Ayo sekarang kita kembali ke Mansion!" balas Haidar seraya ia bangkit dari kursi kebesarannya. Lalu ia langsung mengambil jasnya yang ia sampirkan disandaran kursinya. Setelah memakainya ia pun langsung bergegas meninggalkan ruangannya.


"Baiklah Bang!" Leo pun langsung mengikuti langkahnya Haidar, menelusuri koridor kantornya tampak sudah lengang. Karena hari memang sudah mendekati tengah malam, jadi otomatis perusahaan sudah amat sepi, yang tersisa hanyalah beberapa scurity yang sedang bertugas malam. Dan beberapa saat kemudian, ia sampai di perparkiran khusus. Lalu keduanya juga langsung menaiki mobilnya. Dan tak berapa lama kemudian Leo pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan perusahaannya Haidar.


Malam semakin larut, jalanan pun begitu lengang. Hal itu memudahkan Leo, mempercepat laju mobilnya tanpa ada hambatan sedikit pun. Sehingga perjalanan yang biasa membutuhkan waktu satu jam setengah bila jalanan sedang normal. Kini tak sampai membutuhkan satu jam, mobil Haidar sudah memasuki gerbang Mansionnya.


Setelah mobil terparkir dengan sempurna keduanya langsung bergegas turun. Seperti biasa keduanya selalu disambut oleh para bawahannya. Tetapi tetap seperti biasanya juga Haidar tak menghiraukan mereka. Namun berbeda bila dengan kepala pelayannya. Karena sudah pasti ia meminta laporan dari kepala pelayan tersebut, selama ia tak di rumah.


"Bagaimana keadaan rumah selama aku tidak ada Butler?" tanya Haidar seraya ia duduk di salah satu sofa yang berada di ruang keluarga.


Mendengar perkataan dari kepala pelayannya tersebut dahi Haidar pun langsung berkerut, "Tak pernah sepi lagi?" Haidar mengulangi perkatanya Markum.


"Benar Tuan! Mansion ini jadi terlihat hangat, apalagi, bila mendengar suara tawa Nona Indhi, membuat kami jadi ikut merasa bahagia melihatnya. Bahkan Nona Indhi tak pernah lagi murung Tuan! Setiap saat ia selalu terlihat bahagia, bersama dengan Nyonya," jelas Markum, dengan wajah yang terlihat tak biasa. Karena biasanya ia begitu kaku dan dingin. Namun kali ini ada kehangatan dari raut wajahnya. Membuat Haidar, merasa heran melihatnya.


"Heh? Luar biasa! Baru beberapa hari saja ternyata Dia sudah menguasai Mansionku ya?" gumam Haidar sambil ia tersenyum sinis melihat perubahan wajah dari kepala pelayannya. Membuat Markum langsung bergidik melihatnya, dan ia pun langsung menundukkan wajahnya.

__ADS_1


"Sekarang wanita itu ada di kamar mana?" tanyanya lagi dengan wajah datarnya.


"Sudah hampir satu minggu nyonya tidur bersama Nona Indhi Tuan!" balas Markum.


"Apa! Kenapa dia bisa tidur di sana hah?! Apakah kalian tidak menyediakan kamar untuknya?!" tanya Haidar dengan memasang wajah yang terlihat tidak senang.


"Maaf Tuan! Saya sudah menyediakan kamar untuk Nyonya! Akan tetapi Nona Indhi sendirilah yang bersih keras mengajak Nyonya untuk tidur di kamarnya Tuan!" balas Markum berkata apa adanya.


"Aah.! Ya sudahlah kamu boleh pergi sekarang!" titah Haidar terdengar tegas.


"Baiklah Tuan, kalau begitu saya permisi!" balas Markum lalu ia langsung bergegas pergi. Kini tinggallah Haidar seorang diri.


"Cih! Benar kata Leo, belum satu minggu dia disini, tetapi dia sudah berhasil merebut segalanya dariku!" gumam Haidar, dengan tampang wajah terlihat amat kesal.


"Huh! Ini tidak bisa dibiarkan! Bisa-bisa aku kehilangan cinta dari putri kesayanganku lagi!" gumamnya lagi, lalu ia pun bangkit dari duduknya, "Sebaiknya Aku melihat keadaan Putriku dulu! Kalau bisa ku pindahkan saja Rindhima ke kamarku saja!" lanjutnya lagi. Lalu ia pun langsung bergegas ke anak tangga menuju lantai dua, dimana disana terdapat kamar putri kecilnya.


Sesampainya ia didepan pintu kamar Rindhima, Haidar pun langsung meraih handel pintunya. Setelah itu dengan perlahan ia pun langsung membukanya. Dan tampaklah olehnya sebuah pemandangan yang tak biasa baginya. Karena ia melihat putri kecilnya, yang sedang tertidur pulas di dalam pelukan seorang wanita berparas begitu cantik. Membuat Haidar yang melihatnya langsung tercengang, bahkan matanya tak berkedip sedikit pun.


"Hah? Apakah dia seorang bidadari?"

__ADS_1


...*••••••••••⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶•••••••••*...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰


__ADS_2