RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
MAHLIGAI KENIKMATAN.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•


Salah satu musuh terbesar manusia adalah hawa nafsunya, seringkali manusia berubah menyalahi fitrahnya karna hawa nafsunya yg menyimpang. Karna itulah Islam mengajarkan setiap insan untuk bisa mengendalikan nafsu dan menyalurkannya dengan cara yang haq sesuai dengan tuntutan Allah melalui Rasul-Nya.


Salah satu nafsu angkara yang paling mudah merubah sifat manusia adalah kemarahan, mudah tersulut dan bisa menyebabkan perpecahan. Bagi yang tidak bisa mengendalikan nafsu angkara nya akan terjerumus dalam dendam dan kerusakan pada dirinya juga sekitarnya. Semua melalui proses, proses kedekatan makhluk kepada ALLAH . Kemudian pembiasaan diri untuk takut kepada ALLAH sehingga kita dapat menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•


Melihat istrinya yang pergi begitu saja dalam keadaan kesal, dan dengan mata yang berkaca-kaca. Haidar pun langsung bergegas mengejar istrinya yang terlihat masih berlari menuju ke kamar mereka. Haidar yang melihat istrinya sudah hampir mendekati pintu kamarnya. Ia pun langsung memperlebar jalannya. Hingga akhirnya ia dapat meraih tangan Fatimah. Lalu ia tangan itu ia tarik, dan otomatis tubuh Fatimah langsung masuk kepelukannya.


"Aakh..!" pekik Fatimah karena begitu terkejut, "Apa yang mau kamu..umm!!" protes Fatimah. Namun belum lagi ia melengkapi kata-katanya, bibir Haidar sudah langsung mendarat ke bibirnya. Dan seketika matanya langsung terbelalak lebar. "Uhm..!!" Fatimah berusaha ingin melepaskan tautan itu.

__ADS_1


Namun cengkraman tangan Haidar yang berada di tekuknya begitu kuat. Sehingga sulit baginya untuk melepaskan tautannya tersebut. Bahkan Haidar menyorong tubuh Fatimah, hingga sampai didepan pintu. Namun ia belum juga ingin melepaskan tautannya. Sampai pada akhirnya ia melihat Fatimah seperti kesulitan bernafas, barulah ia melepaskan tautannya..


"Aakh...hah..hah..hah..! Kamu..ha..kamu..gila ya Mas!" protes Fatimah, dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Hah..hah..! Yaah! Aku memang sudah gila! Gila karena kamu! Dan Inilah sebabnya mengapa aku berusaha menghindari kamu! Karena aku tidak bisa menahan diriku, bila aku menatap wajah kamu!" balas Haidar dengan nafas ngos-ngosan. Sambil menatap wajah istrinya dengan tatapan yang seakan ingin menerkam istrinya.


"Dan sekarang, karena kamu sudah menggoyahkan, pertahananku. Maka dari itu kamu harus mempertanggung jawabkannya!" lanjut Haidar. Lalu tanpa memberi aba-aba ia langsung menggendong tubuh Fatimah dengan ala bridal style. Membuat Fatimah sekali lagi terpekik karena begitu kagetnya.


"Kyaaaak!!" teriak Fatimah sekuatnya, dan seketika tangannya langsung melingkar di leher suaminya, "Turunkan Mas! Kamu mau ap...uhmm!!" berontaknya. Namun lagi-lagi bibirnya Haidar, sudah langsung mengatupkan bibirnya, "Uhmm...!" protes Fatimah lagi. Dan tetap saja Haidar tak memperdulikannya lagi.


"Aah..ha..Sayang, aku sudah tidak tahan lagi! Boleh aku menyentuh kamu?" tanya Haidar dengan suara yang terdengar begitu berat, seperti sedang menahan sesuatu.


Melihat wajah suaminya yang terlihat begitu memerah, dan bahkan urat-urat dipelipisnya terlihat begitu jelas. Membuat ia tak berani membantahnya dan akhirnya ia mengangguk tanda memberikan lampu hijau pada Haidar. Mata Haidar langsung berbinar melihat tanda lampu hijau tersebut. Dan dengan spontan ia langsung membuka baju kemeja yang sedang ia pakai.

__ADS_1


"Terima kasih Sayang! Aku janji akan melakukannya dengan lembut, agar itu kamu tidak akan sakit lagi, ya?" katanya, sambil ia mencampakkan bajunya ke sembarangan tempat. Setelah itu, Haidar langsung membuka hijabnya Fatimah. Dan kemudian ia kembali meraup bibir istri, serta menyesapnya, bak memakan permen yang begitu manis.


Sedangkan tangan-tangan Haidar sudah mulai beraksi, yaitu menanggalkan satu persatu kain yang melekat ditubuh istrinya itu. Setelah kemolekan tubuh istrinya terekspos. Membuat hasratnya ingin segera berpetualang. Dan ia pun mulai menelusuri leher istrinya, sambil tangannya memainkan kedua bukit kembarnya Fatimah. Sehingga muncullah suara-suara yang amat disukai oleh Haidar dari mulutnya Fatimah.


"Ooh..Uhmm.. ah.. Mas.. ukhm..hah.."


"Hum..Panggil namaku Sayang, ha.. sebutlah namaku..hum.." kata Haidar dengan suara beratnya. Seraya ia menyesapi bola-bola coklat milik istrinya. Membuat tubuh Fatimah, langsung mengeliat antara geli, atau karena hasratnya sudah memuncak.


"Aah..hah.. Mas Haidar..ahm... Thiyah ooh..Mas Haidar..akh..!" Fatimah benar-benar sudah dikuasai oleh hasratnya.


Sehingga pertempuran sengit pun terjadi. Dan tampak sekali keduanya benar-benar sudah dikuasai oleh hasrat kerinduan mereka. Hingga akhirnya keduanya pun terhanyut dalam lautan mahligai kenikmatan yang membara.


Setelah itu..

__ADS_1


Bersambung aje Yee.. 😁😁


Soalnya Author malu sendiri ngintip kemesraan mereka. Jadi bayangin sendiri aje Yee🤭🤭


__ADS_2