RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
KEKESALAN HAIDAR.


__ADS_3

*••••••❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡••••••*


Ada banyak jalan yang Allah siapkan bagi para hamba yang ingin dilapangkan dadanya, dilancarkan rezekinya, dimudahkan urusannya, dibukakan pintu-pintu solusi atas masalahnya, dan diberi kebahagiaan dalam hatinya.


Satu yang paling mudah, sehingga setiap orang sanggup melakukannya, adalah dengan memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada-Nya atas segala dosa dan maksiat.


Siapa melakukannya dengan istiqamah lagi penuh kesadaran, niscaya Allah akan hadiahkan kepadanya kebahagiaan dan aneka keberuntungan dalam hidup.


Ada janji dari Rasulullah ﷺ. yang tak mungkin meleset. Beliau bersabda, "Sungguh beruntung orang yang mendapati pada catatan amalnya istighfar yang banyak." (HR Ibnu Majah, No. 3818)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•×××××××××××⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶×××××××××ו


Haidar tampak terkejut melihat penampilan anaknya yang berubah drastis. Padahal ketika ia mendapatkan laporan dari Leo, mengenai pengeluaran yang disebabkan oleh Rindhima. Ia tak begitu menghiraukannya. Karena ia tahu anaknya itu memang hobi membeli apapun yang ia sukai. Akan tetapi ketika ia mengetahui, kalau ternyata pengeluaran tersebut dikarenakan ingin merubah penampilan ia pun jadi penasaran.


"Penampilan model apa itu? Kok semuanya ditutupi seperti itu sih? Emangnya kamu tidak kepanasan apa Nak?" tanya Haidar. Tatkala ia melihat putri kecilnya yang saat ini sedang memakai baju gamis panjang berwarna pink dan tak lupa juga ia memakaikan hijab yang berwarna senada dengan gamisnya. Karena Haidar tak terbiasa Melihat penampilannya yang seperti itu. Membuat ia terlihat aneh di mata Haidar.


"Enggak kok! Kata siapa panas? Kalau panas karena hijab, Indhi bisa menahannya kok Dad! Soalnya kata Aunty Fatimah, sepanas-panas mekai hijab lebih panas api neraka Daddy. Jadi dari pada harus menahan panas api neraka. Indhi lebih baik menahan panasnya memakai hijab. Karena menutup aurat itu merupakan kewajiban bagi kaum muslimah Daddy. Dan rambut adalah termasuk aurat wanita, makanya harus di tutup tau Dad!" jelas Rindhima. Karena ia telah mendapatkan penjelasan dari Fatimah.


Haidar langsung mengerutkan dahinya, tatkala ia mendengar nama Fatimah disebut oleh putrinya. Dan terlihat sekali kalau ia seperti tak suka bila Putrinya selalu menyebut-nyebut namanya. Namun karena ia tak ingin putrinya kecewa akhirnya ia menepis rasa tak sukanya itu.


"Oooh..." ucap Haidar hanya ber oh ria saja, "Lalu bagaimana dengan pakaian-pakaian kamu yang kurang bahan itu? Bukankah pakaian itu masih bagus-baguskan, Nak?" tanya Haidar lagi.


"Itu mah persoalan gampil Dad! Tinggal Kita sedekahin saja baju-baju Indhi pada orang-orang yang sangat membutuhkan! Gampilkan Dad? Lagian kata Aunty Fatimah. Sedakah itu tidak akan menjadikan kita miskin, itu sesuai dengan hadits Rasulullah ﷺ.

__ADS_1


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ


Artinya:


“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim No. 2558, dari Abu Hurairah).


Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah menjelaskan, ada dua makna dari hadis tersebut. Pertama, Allah akan memberkahi dan menghilangkan dampak bahaya dari harta tersebut. Berkurangnya harta akan ditutup dengan keberkahannya.


Kedua, jika dilihat dari jumlah, harta mungkin saja berkurang. Tapi, pengurangan tersebut akan diganti dengan pahala di sisi Allah dan akan teru bertambah dengan kelipatan yang sangat banyak. Dan keberkahannya, harta yang kita sedekahkan justru bertambah. Allah berfirman:


وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ


“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).


"Siapakah yang memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya kamu dikembalikan.” (QS. Al Baqarah: 245).


Haidar langsung tercengang mendengar penjelasan dari putrinya. Bahkan ia tak bisa membantah perkataannya dan ia hanya menatap wajah Leo, dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Melihat kediaman Ayahnya akhirnya Rindhima kembali berceloteh.


"Oh iya Dad, Indhi cantik nggak berpakaian seperti ini Dad?" tanya Rindhima, seraya ia berjalan lalu ia putarkan tubuhnya. Setelah itu ia pun berkacak pinggang bak seorang model yang sedang melakukan Fashion show.


"Cantik, Nona Rindhi, benar-benar sangat cantik berbusana seperti ini kok Non!" Bukannya Haidar, yang membalas pertanyaannya Rindhima. Namun malahan justru Leo, yang lebih dulu menjawabnya.


"Iiikh.. Uncle Leo! Indhikan tanyanya sama Daddy! Kenapa jadi Uncle sih yang menjawab?!" protes Rindhima, terlihat kesal.

__ADS_1


"Eh! Maaf Nona! Habis Nona cantik banget sih! Jadinya Uncle, tidak bisa menahan diri, ingin memuji Nona," dalih Leo. Padahal sebenarnya ia tahu, kalau sebenarnya Haidar tidak menyukai penampilan anaknya yang seperti sekarang. Makanya ia berinisiatif untuk memujinya terlebih dahulu.


"Huh! Ya sudah, Indhi maafin! Tapi lain kali, kalau Indhi tidak bertanya pada Uncle, jangan menjawab ya?" balas Rindhima seraya ia melipatkan kedua tangannya di bawah dadanya.


"Baiklah Nona. Dan terima kasih karena sudah memaafin Uncle," ujar Leo. Seraya ia meletakkan tangan kanannya ke dadanya, setelah itu ia pun membungkukkan tubuhnya. Dan hanya dibalas oleh Rindhima dengan melambaikan tangannya saja.


"Sekarang Daddy yang harus menjawabnya ya?! Sekarang katakan, Indhi cantik tidak Dad, dengan berpakaian seperti ini?" tanya Rindhima, mengulangi pertanyaannya ke sang Ayahnya.


Karena tak ingin melihat putrinya kecewa akhirnya Haidar pun menjawab, "Cantik, Sayang. Kamu cantik kok," katanya dengan keterpaksaannya.


"Benarkah? Waah.. berarti benar dong, apa yang dikatakan Aunty Fatimah kalau Indhi cantik kalau memakai jilbab, benarkan, Uncle Leo?" balas Rindhima, terlihat begitu senang, karena ia telah mendapatkan pujian dari sang Ayah.


"Eh! Benar Nona!" jawab Leo, sedikit terkejut. Karena Rindhima bertanya secara tiba-tiba.


Sedangkan Haidar, langsung mengerutkan dahinya, tatkala ia mendengar nama Fatimah, kembali disebut lagi oleh putrinya. Tampak sekali ia benar-benar mulai kesal mendengar nama itu.


"Baiklah, terima kasih Dad! Terima kasih Uncle! Kalau begitu Indhi mau bersiap-siap, karena sebentar lagi, pasti Aunty Fatimah akan segera. Jadi Indhi mau ke taman belakang, akh.. Bey Dad!" pamit Rindhima. Setelah itu ia pun berjalan kearah pintu yang ketaman belakang Mansionnya, sambil meloncat-loncat, terlihat jelas kalau ia sedang bahagia.


"Cih! Sepertinya si wanita Aneh itu memiliki tempat istimewa di hati putriku! Sampai-sampai namanya selalu disebut-sebut olehnya! Membuat aku menjadi kesal saja! Dan Aku semakin kesal, karena dia sudah lancang merubah tampilan putriku, dengan pakaian yang aneh-aneh seperti itu!" gumam Haidar, setelah kepergian Rindhima dengan wajah yang terlihat sedang marah.


...×××××⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶××××××...


Terus dukung author terus ya guys dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga oke


Oh iya selagi menunggu Author update yuk mampir ke karyanya temannya Author ya? Dan jangan lupa berikan dukungannya juga Ok 🙏🥰

__ADS_1



SYUKRON 🥰🙏


__ADS_2