
•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•
BAGAIMANA DIRIMU MEMANDANG UJIAN DARI ALLAH?. Mampu menerima keadaan yang tidak sesuai keinginan hati dan jauh dari ekspektasi tentu tidak semudah ketika menerima keadaan yang kita harap-harapkan.
Berprasangka baik kepada Allah atas semua takdir, memandang ujian sebagai tanda cinta Allah, mengingat keutamaan akhirat, menjadikan keadaan tak menyenangkan sebagai sarana meraih ridha Allah. Dan menginginkan kesenangan akhirat di atas segala kesenangan dunia adalah beberapa hal yang harus ada saat kita berusaha menyudahi depresi yang tanpa diundang menyapa jiwa.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•
"Apa! Istri saya Hamil?"
Mendengar suara bariton yang terdengar begitu berat. Dengan spontan Yasmin langsung menoleh ke sumber suara tersebut. Dan tampaklah olehnya dua orang pria yang terlihat sedang berjalan dengan tergesa-gesanya kearah dirinya, yang saat ini sedang bersama seorang Dokter wanita, yang tadi menanganin Fatimah.
"Tuan Haidar, Pak Leo Anda sudah datang?" tanya Yasmin, setelah ia melihat wajah sang pemilik suara bariton tersebut. Namun Haidar malah mengabaikan Yasmin. Dia malah langsung menatap wajah sang Dokter wanita tersebut.
"Apakah benar istri saya hamil Dok?" tanya Haidar, terlihat sangat penasaran.
"Benar Tuan! Saat ini usia kandungannya sudah memasuki empat puluh hari Tuan, dan saat ini.." balas sang Dokter wanita tersebut. Namun belum lagi ia menyelesaikan perkataannya, Haidar sudah langsung menyelanya.
"Sekarang dimana istri saya Dok?" tanyanya dengan wajah datarnya.
"Eh, istri Anda sudah dipindahkan diruang rawat biasa Tuan!" balas sang Dokter. Dan tanpa berbasa-basi lagi Haidar langsung bergegas pergi begitu saja. Membuat Yasmin tanpa sadar langsung menggelengkan kepalanya. Karena melihat tingkahnya Haidar, yang menurutnya tak memiliki etika. Setelah melihat tubuh Haidar menghilang, tatapan mata Yasmin kembali ke sang Dokter yang ternyata sang dokter juga baru saja menatap dirinya, setelah tadi ia juga ikut menyaksikan kepergiannya Haidar.
"Eh! Maaf ya Dok? Suaminya teman saya memang begitu orangnya, jadi harap maklum saja ya Dok," jelas Yasmin yang sepertinya ia merasa tidak enak pada sang Dokter tersebut.
"Tidak papa kok. Kalau saya permisi dulu ya?" pamit sang Dokter.
"Silahkan Dok. Sekali lagi terimakasih ya Dok," balas Yasmin dan hanya dianggukan saja oleh sang dokter itu. Setelah kepergian sang dokter, Yasmin langsung menghelakan nafas leganya.
__ADS_1
"Huuft...! Akhirnya Ana bisa bernafas ju..." gumamnya. Dan disaat bersamaan..
"Apa maksud Anda tadi, mengatakan suami teman kamu begitu orangnya?" tanya seorang pria terdengar begitu datar.
Yasmin langsung menghentikan gumamannya, dan dengan spontan ia pun langsung menoleh ke belakangnya, "Eh! Pak Leo?!" sentaknya saat ia melihat wajah sang pemilik suara datar tersebut. Dan seketika Yasmin membalikkan tubuhnya, lalu ia langsung mundur beberapa langkah, agar sedikit menjauh dari Leo.
"Eh! Bukan apa-apa kok Pak! Kalau begitu saya permisi, karena saya ingin melihat keadaan Fatimah!" lanjutnya, lalu dengan spontan ia langsung melangkahkan kakinya dengan cepat. Menuju ke ruang rawatnya Fatimah.
"Cih! Dasar wanita Aneh! Hmm..diakan wanita yang tadi telpon? Huh! Dari telpon saja sudah terdengar Aneh, apalagi orangnya langsung? Aah.. ngapain juga gue ngurusin dia? Lebih baik gue nyusul bang Haidarlah!" gumam Leo, yang kemudian ia pun langsung bergegas menuju ke ruangan yang tadi di masuki oleh Yasmin.
...*****...
Sementara diruang rawat Fatimah.
Haidar yang lebih dulu pergi ke ruang rawat istrinya. Kini ia telah berada di dalam ruangan Fatimah, yang ternyata ia melihat istrinya telah sadar dan sedang menyandarkan tubuhnya dikepala ranjangnya. Dan bahkan ia langsung menyunggingkan senyuman manisnya saat melihat suaminya yang baru saja masuk.
"Mas? Kamu sudah datang?" sapa Fatimah, dengan suara yang terdengar sedikit lemah. Namun bukannya dijawab oleh Haidar, Ia malah langsung memeluk tubuh istrinya.
"Menjadi seorang Ayah lagi? Maksudnya Mas apa sih? Thiyah kok nggak ngerti deh?" tanya Fatimah dengan wajah penasarannya. Namun yang menjawabnya bukanlah Haidar. Karena saat bersamaan, muncul seorang wanita berhijab hitam, yang tak lain dia adalah Yasmin, sahabat karibnya Fatimah.
"Maksudnya, sembilan bulan lagi Anti akan menjadi seorang Ibu," timpal Yasmin. Seraya ia berjalan menghampiri sahabatnya itu. Membuat Haidar langsung menyingkirkan dengan wajah terlihat begitu datar.
Mendengar perkataan sahabatnya, dengan spontan Fatimah langsung menatap wajah suaminya Iya seperti ingin mencari kebenaran darinya. Haidar yang mendapatkan tatapan dari istrinya itu langsung paham.
"Iya Sayang, kamu akan menjadi seorang Ibu. Karena saat ini, kamu sedang mengandung anak kita," ujar Haidar, meyakinkan istrinya.
"Alhamdulillah.. terima kasih ya Allah, terima kasih atas kepercayaan ini pada kami," ucap Fatimah terlihat senang, dan ia kembali memeluk suaminya. Membuat Yasmin langsung menutup wajahnya, seraya berkata.
"OMG helloow.... apakah Nyonya dan Tuan tidak melihat orang disinikah? Tolong kasianilah seorang jomblo disini dong?" kata Yasmin. Membuat Haidar langsung berdengus kesal.
__ADS_1
"Huh! Mengganggu saja!" katanya, seraya ia melepaskan pelukannya.
"Syuuht.. kok gitu sih Mas? Kan Yasmin sudah membantu Thiyah, jadi.." tegur Fatimah. Namun langsung di potong oleh Haidar.
"Iya iya, kalian ngobrollah! Mas keluar dulu!" kata Haidar, yang sebenarnya ia begitu kesal karena sahabat istrinya itu main nyelonong bae. Tanpa ada rasa segan sedikitpun pada dirinya, yang padahal saat itu, ia juga sedang memeluk istrinya. Namun karena Dia telah membantu istrinya, akhirnya ia pun mengalah dan langsung beranjak keluar dari ruangan tersebut, untuk memberikan ruang pada Istrinya dan sahabatnya itu.
"Assalamu'alaikum Camamud?" ucap Yasmin, setelah Haidar tak terlihat lagi.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu, tunggu dulu deh. Anti panggil apa sama Ana?" tanya Fatimah, terlihat penasaran.
"Camamud? Emangnya kenapa?"
"Kok kenapa sih? Ya itu apa artinya Nona?" tanya Fatimah tampak bingung dan penasaran.
"Yee, masa gitu aja nggak tahu sih? Itukan singkatan, calon Mama muda, Nyonya Haidar!" balas Yasmin, membuat Fatimah langsung tersenyum saat mendengar Yasmin menyebutnya Nyonya Haidar.
"Hmm... Anti nih, bikin Ana malu deh. Oh iya, terima kasih ya? Terima kasih karena Anti, sudah memberikan pertolongan pada Ana," kata Fatimah terlihat tulus.
"Iya sama-sama, lagian Kitakan teman, Nyonya. Oh iya Ana juga belum ngucapin selamat nih," kata Yasmin, yang kemudian ia pun langsung memeluk tubuh Fatimah.
"Selamat ya Nyonya! Selamat atas kehamilannya," ucap Yasmin didalam pelukannya. Dan diwaktu yang sama ..
"Eeh..! Sudah jangan lama-lama! Istriku butuh istirahat! Jadi sebaiknya Anda pulang saja!" seru Haidar, membuat Fatimah dan Yasmin tampak terkejut.
"Eh! Mas kamu kok..." protes Fatimah. Namun langsung di potong oleh teriaknya Haidar.
"Leo!! Antar Nona ini pulang kerumahnya Cepat!!"
...*••••••••••⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶•••••••••*...
__ADS_1
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰