
•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•
Berlemah lembutlah pada sesama terutama dalam mengajak pada kebaikan. Tidaklah seorang mukmin itu disebut baik bila hanya memiliki ilmu semata, namun seorang mukmin itu disebut baik jika memiliki akhlak mulia. Ingatkah kita pada kisah-kisah terdahulu, betapa akhlak yang mulia itu dapat mengantarkan seorang muslim ke syurga-Nya.
Betapa kita butuh kemuliaan akhlak dalam berdakwah, bermuamalah dan berbagai syariat lainnya. Sebagaimana Rasulullah diutus juga untuk menyempurnakan akhlak.
Apapun dan dimanapun, kita akan selalu dalam keadaan baik jika hati kita baik. Karena seorang mukmin itu ibarat pohon kurma, semuanya bermanfaat dan memberikan kebaikan. Bila hatimu lembut, dan berbelas kasih pada makhluk-Nya, maka engkau akan disayangi pula oleh penduduk langit dan bumi.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•
Semenjak Haidar melihat wajah cantik istrinya. Sejak itu juga tingkahnya menjadi aneh. Bahkan ia juga menjadi begitu sulit, untuk fokus pada pekerjaannya. Hal itu membuat Leo, merasa heran. Karena semenjak ia bekerja pada Abang iparnya itu. Belum pernah sejarahnya ia melihat Abang iparnya melakukan kesalahan sedikit pun didalam pekerjaannya. Karena baginya, perusahaan itu adalah nyawanya dan yang paling dinomer satukannya.
Bahkan ia lebih rela, tak bertemu dengan keluarganya sampai berbulan-bulan lamanya. Hanya demi membesarkan perusahaannya. Makanya ia jadi posesif kalau sudah menyangkut urusan pekerjaannya. Tetapi kali ini ia jadi sangat berbeda. Bahkan satu hari ini ia sudah beberapa melakukan kesalahan saking ia tidak fokusnya dalam perkerjaan. Dan akhirnya Leo lah yang mendapatkan kesulitannya.
"Bang, itu salah lagi! Kenapa Anda mentanda tangani ditempat yang sama lagi sih?" protes Leo, saat ia melihat Haidar salah dalam mentanda tangani disalah satu file yang terdapat di meja kerjanya.
"Eh! Maaf Leo! Kalau begitu tolong kamu perbaiki lagi ya?" balas Haidar dengan entengnya.
__ADS_1
"Aah..ya ampun! Padahal ini sudah yang ketiga kalinya loh Bang. Saya mengulangi isi didalam file itu! Masa Anda bisa salah lagi sih Bang?!" protes Leo, yang tampaknya ia mulai kesal dengan Abang iparnya itu.
"Apakah kamu sekarang sedang marah Leo?" tanya Haidar dengan nada datarnya.
"Tidak Marah sih Bang! Hanya saja, saya benar-benar heran dengan Anda hari ini? Padahal saya sudah hampir delapan tahun mengikuti Anda, dan belum pernah sekalipun Anda melakukan kesalahan! Tetapi hari ini sudah ketiga kalinya Anda melakukan kesalahan yang sama, Anehkan?" balas Leo. Mengingatkan Haidar.
"Sebenarnya Abang kenapa sih? Tidak biasa-biasanya Anda seperti ini. Apakah saat ini Abang sedang sakit? Karena saya perhatikan, wajah Abang juga terlihat berbeda, jadi saya berpikir apakah Anda sedang sakit?" tanya Leo, terlihat begitu penasaran.
"Kamu benar Leo, Aku memang sedang sakit. Terutama dibagian jantungku." kata Haidar Seraya ia memegang dadanya, dimana didalamnya terdapat jantungnya seringkali tiba-tiba berdetak kencang.
Mendengar perkataan Abang Iparnya itu. Seketika wajah Leo terlihat begitu mencemaskan Abang iparnya itu. "Hah? Kalau begitu ayo Bang kita harus ke rumah sakit sebelum jantung Abang semakin parah. Kalau sudah parah, akan sulit diobatinya," balasnya, tampak begitu khawatir.
"Baiklah Bang! Kalau begitu saya permisi dan saya akan menunggu Anda diluar!"
"Hmm!" balas Haidar, hanya berhm ria. Lalu Leo pun berlalu meninggalkan ruangan Haidar. Begitu juga dengan Haidar, setelah ia mengambil jasnya ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan Ruangannya juga dan langsung menuju ke pintu lift yang menunju ke tempat perparkiran mobilnya. Sesampainya di sana ternyata Leo memang sudah disana. Bahkan ia juga sudah membukakan pintu mobil untuknya.
"Kita ke klinik Bisma saja Leo! Diakan juga Dokter Ahli Jantung!" kata Haidar setelah ia masuk kedalam mobilnya.
"Tapi Bang, Fasilitas diklinik Bang Bismakan kurang lengkap! Kalau ada apa-apa gimana? balas Leo, tampak ada kekhawatir pada raut wajahnya.
__ADS_1
"Apa kamu berpikir, penyakitku ini sudah sangat parahkah? Sampai-sampai, kamu takut begitu?" hardik Haidar, dengan wajah datarnya.
"Eh, bukan begitu Bang! Hanya saja..."
"Aah! Sudah diam! Fokus saja sama kemudi kamu!" potong Haidar, membuat Leo akhirnya terdiam dan hanya mengikuti keinginan sang kakak iparnya itu saja. Dan tiga puluh menit kemudian mobil yang membawa Haidar pun akhirnya sampai di depan sebuah klinik. Lalu setelah mobil terparkir, Haidar pun langsung bergegas turun, tanpa menunggu pintunya dibuka dulu oleh Leo.
Bahkan ia langsung masuk tanpa menunggu Leo terlebih dahulu. Dan setelah ia berada didepan ruangan dokter ia pun langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Membuat seorang pria berjas putih yang berada di dalam ruangan tersebut, tampak begitu terkejut.
"Bisma! Priksa gue cepat!" teriak Haidar membuat pria yang dipanggil Bisma itu terkejut
"Astaghfirullah! Elo! Bikin kaget aja sih?! Tidak tahu apa? Kalau gue.." ujar pria itu yang tampak Begitu kesal saat melihat saat melihat wajah Haidar.
"Aah..diam Lo! Sekarang sebaiknya Lo priksakan jantung gue deh! Karena seharian ini detak jantungku tidak normal nih! Jadi cepat priksakan jantung gue sekarang juga!" balas Haidar dengan nada tinggi. Membuat Pria itu langsung tersentak kaget.
"Hah? Kamu sakit jantung?"
...*••••••••••⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶•••••••••*...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰
__ADS_1