
•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•
Menjadi diri sendiri di tengah tren gaya hidup bukan soal mudah. Pergaulan di sekolah, di pekerjaan mau tak mau akan membuat kita terseret.
Lalu apa yang bisa membuat kita bisa menjadi diri kita sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "ikutin kata hatimu" (follow your heart) bila kita bingung mengambil keputusan. Kata hati adalah kehendak hati terdalam, biasanya tidak akan bertentangan dengan akal pikiran.
Maka jangan mempersulit hidup kamu dengan apa kata orang, karena dalam hidup ini tidak semua orang memperlakukan kamu dengan baik, ada yang peduli pasti ada juga orang yang membenci. Itu semua adalah takdir yang telah ditetapkan oleh Allah Ta'ala untuk mengatur seluruh kehidupan di dunia ini
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•
Disekolah Tunas Bangsa.
Rindhima, tampak begitu senang, karena pada akhirnya sang ibu sambungnya mau mengantarnya kesekolah. Bahkan, Fatimah menungguinya hingga bel berbunyi tanda waktunya para siswa masuk ke dalam kelasnya masing-masing. Setelah Rindhima masuk ke kelasnya. Fatimah, bermaksud ingin kembali pulang. Namun disaat ia sedang berjalan menuju ke mobilnya tiba-tiba, terdengar suara seorang wanita memanggil namanya.
"Fatimah!!"
Mendengar suara lekingan tersebut, dengan spontan, Fatimah mengehentikan langkahnya. Lalu ia pun langsung menoleh ke sumber suara tersebut, "Yasmin?" katanya. Setelah ia melihat seorang wanita yang terlihat sedang berjalan dengan langkah yang terburu-buru, menuju ke tempatnya berada.
"Assalamu'alaikum Nyonya Haidar," kata wanita itu yang tak lain adalah Yasmin sahabatnya Fatimah. Dan dari nada ia menyebut kata Nyonya, seperti sedang meledek sahabatnya.
__ADS_1
"Wa'alaikumus salam, Nona Yasmin, ada apakah gerangan Nona Yasmin memanggil Ana?" balas Fatimah, dengan gaya mengikuti nada bicaranya Yasmin juga.
"Huh! Sementang sekarang sudah menjadi nyonya anti melupakan Ana ya?" protes Yasmin sambil mencibirkan bibirnya.
"Astaghfirullah.. siapa sih yang melupakan Anti? Nggak ada yang melupakan Anti kok," balas, Fatimah, seraya ia memeluk sahabatnya itu.
"Hemm.. nggak melupakan? Buktinya, semenjak peristiwa penculikan itu, Anti tidak pernah nongol. Dan hari ini juga bisa menjadi bukti loh. Kalau tadi Ana tidak memanggil, pasti Anti bakalan langsung pulangkan?" protes Yasmin lagi. Seraya ia melepaskan pelukannya Fatimah.
"Iya deh Ana salah. Tapi sebenarnya setelah peristiwa penculikan itu, Ana di bawak suami Ana ke pulau S, untuk pemulihan Ana Yas. Dan baru beberapa hari ini saja Ana, kembali. Kalau hari ini, kenapa Ana langsung pergi. Itu karena, suami Ana berpesan, setelah mengantar Rindhima, Ana harus kembali pulang Yas. Jadi maaf Ana tidak bisa berlama-lama di sini," jelas Fatimah panjang lebar. Karena ia berharap, agar sahabatnya itu tidak salah paham dengannya.
"Ooh gitu toh, ya sudah deh, Ana maklumi. Karena memang sudah kewajiban seorang istri harus mentaati perintah Suaminya," balas Yasmin.
"Iya Iya Ana paham. Ya sudah sana Anti pulang deh, jangan sampai anak buah Suami kamu datang dan marah-marah lagi sama Ana. Karena Ana sudah lancang menahan istri bosnya," balas Yasmin, sambil membalikan tubuh Fatimah, agar kembali menghadap ke mobilnya.
Namun tiba-tiba, tubuh Fatimah malah terhuyung, 'Kenapa tiba-tiba kepala Ana pusing ya?" keluh Fatimah sambil ia memegang pelipisnya.
"Mungkin karena Anti kelamaan berdiri kali. Ya sudah, ayo Ana papah Anti masuk ke mobil," kata Yasmin, sambil ia meraih tangan Fatimah. Lalu ia bermaksud ingin memapahnya ke mobilnya yang tak berapa jauh dari tempatnya berdiri.
"Aakh.. tapi kenapa tubuh Ana semakin kemas ya," keluh Fatimah, lagi sambil ia berpegang pada pundaknya Yasmin. Karena ia merasa, tubuhnya seperti ingin jatuh.
"Loh.. loh.. kamu kenapa Fatimah? Eh, jangan bikin Ana takut deh!" teriak Yasmin, sambil ia memeluk tubuh Fatimah, agar ia tidak terjatuh.
__ADS_1
"Eh! Fatimah! Pak supir tolong saya!" teriak Yasmin sekencangnya. Sehingga laki-laki yang terlihat sedang berdiri di samping pintu mobilnya itu langsung berlari menghampiri mereka.
"Ada apa Nona?" tanya supir tersebut, lalu ia pun langsung menatap wajah majikannya, "Nyonya! Anda kenapa?" tanyanya lagi pada Fatimah.
"Sudah jangan banyak tanya! Cepat bantu saya memapahnya ke mobil!" bentak Yasmin, karena tampaknya ia merasakan beratnya tubuh Fatimah.
"Tapi Nona, kami tidak diperbolehkan Tuan, untuk menyentuh tubuh Nyonya!" kata pria tersebut dengan wajah terlihat panik.
"Aduh! Jadi bagaimana ini? Kalau begitu cepat Anda dekati mobil Anda kesini!" kata Yasmin. Tampak sekali ia begitu mencemaskan keadaan Fatimah.
"Baiklah Nona!" balas sang supir. Lalu ia pun langsung bergegas pergi menuju ke mobilnya. Dan tak berapa lama, mobil yang ia kemudikan langsung mendekat ke tempat Fatimah dan Yasmin berdiri. Setelah dekat, sang supir pun kembali turun, lalu ia langsung membukakan pintu mobilbya.
"Aah.. kamu bikin aku takut aja sih? Ayo kita naik ke mobil kamu," kata Yasmin, sambil ia berusaha membawa tubuh Fatimah, masuk ke dalam mobil. Setelah itu, ia pun ikut masuk ke mobil tersebut, "Jalan Pak! Kita langsung kerumah sakit saja ya?" katanya lagi pada si supirnya Fatimah.
"Baik Nona!"
...⊷⊶⊷⊷•...
Bersambung.
Maaf ya guys, saat ini Author sedang tidak fokus. Karena saat ini penyakit asam lambung Author sedang kumat. Padahal sudah diobati, tapi ..Aah, sudahlah. Author berharap para Readers Fillahku memakluminnya ya, Syukron 🙏
__ADS_1