
•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷
Tanpa sadar kita juga sering seperti para penduduk desa yang suka mengeluh terhadap masalah yang sedang di hadapi. Bahkan kita kerap berfokus terhadap masalah bukan bagaimana cara untuk menyelesaikannya.
Hal inilah yang membuat kita tetap berada diposisi yang sama. Kalau saja kita berani mencoba untuk menyelesaikan masalah. Maka kebiasaan mengeluh tidak akan ada dalam diri kita.
Mulai sekarang cobalah untuk lebih banyak mencari jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi daripada mengeluhkan masalah tersebut tanpa memikirkan bagaimana cara menyelesaikannya.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷
Setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh. Akhirnya Leo berhasil membawa Yasmin ke rumah sakit yang terdapat di kota. Bahkan Yasmin, langsung ditangani oleh para dokter ahlinya. Dan kini ia sedang dirawat di rumah sakit tersebut, dengan ditemani oleh Leo. Sedangkan Rindhima, sudah diantar oleh anak buahnya Leo, kembali ke Mansionnya Haidar.
Namun selang dua jam kemudian, Rindhima sudah kembali lagi, bersama Fatimah dan juga Haidar. Karena sudah pasti, Fatimah akan langsung panik, setelah mendengar ceritanya Rindhima, kalau sahabatnya itu digigit ular. Makanya tak heran, kalau saat ini ia sudah sampai di ruang rawatnya Yasmin.
"Assalamu'alaikum!" ucap Fatimah sambil menyelonong bae, tanpa menunggu jawaban salamnya dari Leo, sedang berada disana. "Gimana keadaannya Leo? Apakah racun ularnya sudah keluar semua?" tanyanya lagi, tanpa jeda. Tampak sekali kalau saat ini ia sedang mengkhawatirkan sahabatnya itu.
"Sayang, sabar dong. Leo saja belum menjawab salam kamu. Ini sudah dikasih pertanyaan, ya dia pasti bingung dong, Sayang," tegur Haidar, mengingatkan istrinya, yang memang saat ini sedang mengkhawatirkan keadaan sahabatnya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Bang, saya maklum kok, karena kakak sedang khawatir pada Yasmin," timpal Leo, yang ternyata ia memahami akan kecemasannya Fatimah.
"Ya sudah kalau jawab pertanyaannya," balas Haidar, dan langsung dianggukan oleh Leo.
"Wa'alaikumus salam Kak, Alhamdulillah sekarang Yasmin sudah baik-baik saja Kak. Karena semua bisanya sudah bersih. Sekarang dia hanya butuh istirahat saja kak," balas Leo, yang apabila tak ada anak buah Haidar yang lainnya. Ia akan memanggil Fatimah dengan sebutan Kakak. Namun bila didepan bawahannya yang lainnya, ia pasti akan memanggil Fatimah dengan sebutan Nyonya.
"Aah.. Syukurlah, akhirnya Ana lega," balas Fatimah, seraya ia menghelakan nafas leganya. "Tapi ngomong-ngomong, kenapa kamu menungguin Yasmin? Kaliankan bukan mahram?" tanya Fatimah lagi, tampak heran karena melihat Leo, berada di satu ruangan dengan sahabatnya.
Leo langsung tersentak saat mendengar pertanyaannya Fatimah, "Eh! I-itu Kak..nge..Anu, hmm.. saya.." balas Leo, tampak gugup. Membuat Haidar yang sedang berdiri disamping istrinya langsung mengerutkan dahinya.
"Kenapa? Apakah kamu sudah berbuat macam-macam dengannya Leo?" tanya Haidar, dengan memasang wajah kecurigaan pada adik iparnya itu.
"Apa yang sudah kamu lakukan Leo Apakah kamu sudah menodainya?" tanya Fatimah dengan mata yang terlihat begitu curiga pada Leo.
"Tenanglah Sayang, biarkan Leo menjelaskannya terlebih dahulu," timpal Haidar, yang sepertinya ia tahu kalau istrinya saat ini sedang khawatir pada temannya itu, "Sekarang jelaskan dengan detail Leo! Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi!" sambungnya. Yang kali ini, ia arahkan pada Leo.
"Baik Bang! Maaf Kak! Saya memang sudah menyentuh, Bu Yasmin! Tapi saya tidak sekotor yang kakak tuduhkan!" balas Leo, sedikit ketus. Sebab ia tak terima dengan tuduhan Fatimah terhadapnya.
Mendengar perkataan Leo, membuat Fatimah merasa bersalah, "Maaf Leo. Maaf karena aku sudah Su'udzon padamu. Habisnya cara kamu berbicara membuat Ana jadi curiga. Tapi tunggu dulu, tadi kamu bilang apa? Kamu menyentuhnya?" tanyanya terdengar sangat penasaran.
__ADS_1
"Iya Saya menyentuhnya, karena saya harus mengeluarkan bisa ular, dan juga harus memberikannya obat," balas Leo, yang akhirnya ia pun menceritakan semuanya pada Fatimah dan juga Haidar, tanpa ada yang tertinggal. Dari awal ketika hilangnya Rindhima, sampai peristiwa Yasmin digigit ular. Semuanya diceritakannya pada kedua iparnya itu.
"Lalu sekarang apa rencana kamu Leo?" tanya Haidar, yang sepertinya ia sudah paham maksud adik iparnya itu. Namun ia sengaja, bertanya seperti itu, karena ia ingin mendengarkannya langsung dari mulutnya sendiri.
"Itu bang saya bermaksud ingin menikahi Bu Yasmin. Karena saya sudah terlanjur janji padanya Bang," jelas Leo, sambil menundukkan wajahnya. Tampak ia sedikit malu pada Abang Iparnya itu.
Haidar langsung tersenyum puas, saat mendengar ungkapan Leo, yang berencana ingin menikahi Yasmin, "Hmm.. bagus! Kalau begitu, sekarang ayo kita kerumah Yasmin!" kata Haidar, sambil menarik tangan Leo.
"Eh! Mau ngapain kita kesana Bang?!" tanya Leo tampak bingung.
"Ya mau ngapain lagi? Ya melamar Yasminlah! Biar besok kalian bisa langsung menikah!" jawab Haidar dengan entengnya. Membuat Leo langsung terkejut mendengarnya.
"Hah? Apa? Kenapa cepat banget bang?" tanya Leo, yang tampaknya ia belum siap.
"Karena semakin cepat, maka semakin baik!"
...⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶...
Maaf ya guys, 🙏
__ADS_1
Beberapa hari ini Author, update tidak beraturan. Itu karena sudah beberapa hari ini Author sedang sakit. Ditambah lagi, asam lambung Author kambuh lagi. Membuat Author benar-benar tidak bisa berkonsentrasi pada setiap Novel Author. Untuk itu Author mohon pengertiannya pada para Readers dan memaklumi keadaan Author. Sekali lagi maaf ya Guys 🙏😔