
•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•
Saudaraku, meraih Surga bukanlah hal yang mudah, yang cukup diraih dengan cara berangan-angan & malas-malasan. Penduduk Surga itu adalah orang-orang yang diuji dengan berbagai perjuangan dan pengorbanan. Yang mencapekkan jiwa, raga & pikiran, lalu mereka lulus..
Karna kesabaran mereka dengan capek, letih & lelah selama di dunia untuk "taat, menjauhi maksiat & menghadapi ujian", maka akhirnya Allah menganugerahkan kepada mereka balasan berupa Surga.
Allah 'Azza wa Jalla berfirman :
أُوْلَٰٓئِكَ يُجۡزَوۡنَ ٱلۡغُرۡفَةَ بِمَا صَبَرُواْ وَيُلَقَّوۡنَ فِيهَا تَحِيَّةٗ وَسَلَٰمًا
"Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yg tinggi (di dalam Surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam" (QS. Al-Furqan [25]: 75)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷
"RINDHIMA!!" teriak Leo sekencangnya, sambil ia berlari sekuat tenaganya. Hingga pada akhirnya ia sampai di jurang tempat Rindhima masuk.
"RINDHIMA!!" teriak Leo lagi, sambil matanya mencari-cari sosok keponakannya, yang sepertinya tak ada jurang tersebut. Jurang itu juga ternyata tidak terlalu dalam.
"Mana Rindhimanya Pak Leo? Loh kenapa Rindhimanya tidak ada, Pak Leo?" tanya Yasmin dengan nafas yang terlihat masih ngos-ngosannya. Tampak sekali ia baru saja sampai ditepi jurang tersebut. Dan langsung mengarahkan pandangannya ke dasar jurang cetek tersebut.
__ADS_1
"Saya juga merasa heran Bu! Tidak ada apa-apa disini! Padahal jelas sekali dia jatuh disini. Seharusnya dia masih ada disini. Tapi saya akan coba cari dibawah, dan sebaiknya Anda tetap disini saja!" balas Leo, dengan pandangan masih mengarah dasar jurang yang rendah itu.
"Baiklah Pak Leo, Anda hati-hatilah" balas Yasmin, yang pandangannya juga sama mengarah ke bawah.
Setelah mendengar balasan dari Yasmin, Leo pun langsung loncat ke bawah. Lalu ia pun mulai mencari-cari keberadaannya Rindhima. Namun tak kunjung ia temukan. Bahkan jejaknya juga tidak ada, membuat Leo merasa Aneh.
"Gimana Pak Leo? Apakah masih belum ada tanda-tanda keberadaannya Rindhima?" tanya Yasmin, terlihat begitu penasaran.
"Belum Bu! Ini benar-benar aneh! Masa tidak ada jejak sedikitpun disini. Bahkan bekas tubuhnya juga nggak ada," balas Leo, dengan Pandangan yang terlihat begitu liar. Disaat Leo masih sibuk mencari keberadaan keponakannya tiba-tiba terdengar suara teriakkan seorang wanita.
"Kyaaak!!"
Mendengar teriakan tersebut dengan spontan Leo langsung mengarahkan pandangannya ke sumber suara tersebut. Dan terlihatlah olehnya Yasmin yang sedang terduduk di tanah sambil memegang betisnya, dengan wajah yang terlihat begitu pucat.
"Anda kenapa Bu?" tanyanya saat ia sudah berada di dekat Yasmin.
"I-itu Pak!" kata Yasmin, seraya ia mengarahkan jari telunjuknya ke arah sebuah semak-semak belukar. Dan pandangan Leo pun langsung mengikuti arah jari telunjuk tersebut.
"Ular!!" sentak Leo tampak begitu terkejut, "Apakah Anda digigit ular itu, Bu?" tanya Leo, karena sejak tadi tangan kiri Yasmin, memegang betisnya saja.
"Hu'um.. saya digigit ular itu Pak.." balas Yasmin, dengan wajah yang terlihat memucat. Bahkan tubuhnya juga terlihat sangat gemetaran.
__ADS_1
"Coba, sini saya lihat Bu," kata Leo, seraya jongkok di hadapannya Yasmin. Dan tangannya juga terlihat, ingin menggapai roknya Yasmin. Namun dengan sigap, tangan Yasmin langsung mendorong tanganya Leo.
"Tidak-tidak! Kita tidak boleh bersentuhan Pak! Karena kita bukan mahram!" balas Yasmin, membuat Leo, langsung mengerenyitkan dahinya.
"Hah? Eh Bu? Anda itu digigit ular berbisa! Kalau menunggu kita mahram, yang ada Anda sudah mati!" ujar Leo, dengan nada suara yang terdengar begitu keras. Membuat mata Yasmin terbelalak, saat mendengar kata mati. Dan bahkan, ia langsung terdiam.
Melihat hal itu, Leo sudah tak sabar lagi. Dan dengan sigap ia mengambil sesuatu dari sakunya. Yang ternyata itu adalah sebuah pisau lipat. Lalu ia buka pisau lipatnya tersebut.
"Maaf Bu! Kita tidak ada waktu lagi! Akan bahaya kalau bisa itu semakin menyebar! Dan Anda tidak perlu khawatir, karena setelah ini saya akan bertanggung jawab. Dan saya janji akan menghalalkan Anda! Jadi izinkan saya melihat gigit tersebut oke?" kata Leo, lagi dengan nada suara yang terdengar lebih lembut.
Mendengar janji Leo, akhirnya Yasmin pun menganggukkan kepalanya dengan pasrah. Dan dengan air mata yang terlihat, sudah mulai mengalir begitu saja.
"Baiklah, sekarang saya buka ya?" kata Leo, yang kemudian, ia pun menyingkirkan rok panjang Yasmin.
Setelah itu Leo juga merobek, celana panjangnya Yasmin dengan Pisau lipatnya. Dan tampaklah olehnya, bekas gigitan ular tersebut di betisnya Yasmin, yang mulai membiru. Lalu tanpa meminta izin dari Yasmin lagi, ia pun langsung mendekati mulutnya kebetisnya Yasmin. Dan kemudian ia langsung mengisap bekas gigitan ular tersebut.
"Aakh..P-pak Leo? A-apa yang Anda lakukan, Pak?" ucap Yasmin, tampak ia merasa risih, saat mulut Leo sudah menempel di betisnya itu.
Namun Leo tak menghiraukan perkataan Yasmin. Ia malah terlihat begitu fokus, dan terus menerus menghisap bisa-bisa yang berada di betis Yasmin
...*••••••••••⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶•••••••••*...
__ADS_1
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰