RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
INGIN KE MEKKAH.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷


Jika setelah belajar agama ternyata lisan semakin pedas dengan celaan dan sindiran, lebih banyak membahas fitnah dan bantahan daripada ilmu, semakin sombong dan merendahkan manusia, maka pertanda bahwa ilmu yang diperoleh "tidak berkah".


Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :


"Sesungguhnya hamba ada yang benar-benar datang pada hari Kiamat dengan membawa kebaikan-kebaikan sebesar gunung-gunung, tetapi dia mendapatkan lisannya sungguh telah menghancurkan kebaikannya tersebut semuanya" (Ad-Daa' wad Dawaa' hlm. 375)


Selagi kita masih diberikan amanah untuk hidup di muka bumi, perbanyaklah untuk saling mengingatkan tentang kebenaran dan kesabaran. Sampaikanlah ilmu-ilmu yang bermanfaat daripada kita habiskan usia untuk berkata atau menulis hal yang tidak baik.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷


Satu Minggu setelah melamar Yasmin. Haidar pun langsung menyelenggarakan pesta pernikahan buat Leo dan Yasmin. Di sebuah hotel bintang lima yang sudah pasti hotel tersebut miliknya sendiri. Pada awalnya Leo tak menyukai hal yang terlalu berlebihan. Begitu juga dengan Yasmin, karena keduanya lebih menyukai yang sederhana.


Namun karena Haidar orang suka memaksa. Akhirnya mau tak mau, mereka mengikuti keinginan Abang iparnya itu. Dan kini pesta pernikahan Leo sedang berlangsung begitu megahnya.  Bahkan setelah pernikahan usai, Haidar langsung memberangkatkan Leo beserta Yasmin keluar negeri, untuk berbulan madu.


"Mas, kok jadi kamu sih yang menentukan semuanya? Kan kasian Leo Mas, dari saat lamaran, sampai pesta pernikahan, kamu yang sudah menentukan. Masa sekarang bulannya juga kamu sih yang nentuinnya juga?" tanya Fatimah, ketika mereka berada di bandara. Karena habis mengantar kepergian sahabatnya dan juga adik ipar Suaminya.

__ADS_1


"Kenapa hm? Apa kamu iri, karena waktu kamu tidak ada bulan madunya, iya?" tanya Haidar balik, sambil melirik yang terlihat masih melihat kepergian sahabatnya yang baru saja memasuki pintu keberangkatan.


"Idih.. siapa juga yang iri Mas? Kalau hanya bulan madu keluar negeri mas? Thiyah mah bukan orang yang suka irian tau Mas!" balas Fatimah, yang kini ia langsung menatap wajah suaminya setelah mendengar perkataannya.


"Masa iya sih kamu nggak iri? Padahal setahu Mas, kebanyakan wanitakan memiliki sifat iriankan?"  Kata Haidar, tampak sekali ia seperti ingin menguji istrinya itu.


"Iiis.. nggak semua wanita kali Mas. Dan salah satunya adalah Thiyah. Karena tidak ada dikamus Thiyah bersifat seperti itu tau Mas!" balas Fatimah, terdengar tegas.


Mendengar perkataan istrinya, Haidar pun tersenyum tipis, "Baiklah-baiklah, Mas percaya. Hmm.. tapi adakan, keinginan kamu untuk berbulan madu ke Faris juga?" tanya Haidar lagi, yang sepertinya ia masih ingin menguji istrinya lagi.


"Tidak ada sama sekali tuh! Udah akh.. ayo kita pulang! Lagian mereka sudah tidak terlihat lagi jugaan," balas Fatimah, seraya ia melangkah lebih dulu menuju pintu lobiy bandara.


"Eh! Loh kok main ninggalin Mas sih Sayang? Tunggu dong Sayang?" Haidar pun langsung bergegas mensejajarkan dirinya disamping istrinya. Setelah mereka sudah sejajar, ia pun langsung merangkul pundak istrinya.


"Nggak mau ah Mas, kan Thiyah sudah bilang, kalau Thiyah tidak ada berkeinginan kesana," balas Fatimah, dengan mata melihat sebuah bus yang tampaknya baru saja terparkir, dan tak lama turunlah, beberapa orang berpakaian serba putih.


"Nah, kalau Mas, mau ngajak Thiyah seperti mereka, baru Thiyah mau, Mas," sambung Fatimah, lagi seraya ia menunjukkan orang-orang yang berpakaian serba putih yang baru saja turun dari bus yang bertuliskan travel jama'ah umroh.


Mendengar perkataan sang istri, Haidar pun langsung menoleh pandangannya kearah jari telunjuk istrinya mengarah. Dan seketika ia pun mengerenyitkan dahinya. Tampaknya ia tak memahami maksud sang istri kecilnya itu.

__ADS_1


"Haah? Apa itu artinya kamu ingin naik bus itu Sayang?" tanya Haidar tampak heran.


"Iikh.. kok malah naik busnya sih Mas? Di baca dong, spanduk yang menempel di bus itu," balas Fatimah, Sambil mengarahkan wajah suaminya kearah bacaan yang menempel di samping bus besar itu. Dan Haidar pun langsung membacanya.


"Hmm.. Umroh? Apa itu artinya kamu berkeinginan pergi ke Mekkah Sayang?" tanya Haidar, yang kini pandangannya sudah kembali ke wajah istrinya kecilnya itu, dengan tatapan terlihat pemasaran.


Mendengar kata Mekkah, mata Fatimah langsung berbinar-binar, dan seketika ia langsung mengangguk-angguk wajahnya seraya berkata, "Hu'um, mauu banget Mas! Thiyah sangat ingin sekali pergi kesana," katanya terdengar begitu bersemangat.


Haidar pun langsung tersenyum, seraya mengelus kepala istrinya, dengan penuh kasih sayangnya, "Hmm... Baiklah Sayang, kalau memang kamu ingin ke Mekkah, nanti kita akan kesana, tapi nanti ya? Tunggu kandungan kamu sudah lebih kuat, oke?" balas Haidar, terdengar begitu lembut.


"Oke Mas! Oh iya, tapi Rindhi kita ajak juga ya mas? Jadi nanti perginya saat dia liburan semester saja mas," ujar Fatimah, terdengar bersemangat.


"Baiklah Sayang, sesuai keinginan kamu, kita nanti akan pergi bersama Rindhima juga," balas Haidar, seraya ia kembali merangkul pundak istrinya.


"Alhamdulillah, terima kasih ya Mas," ucap Fatimah, seraya ia memeluk pinggang suaminya.


"Sama-sama Sayang, ya sudah ayo kita pulang, pasti saat ini Rindhi sudah menunggu kita," kata Haidar, seraya ia kembali membimbing istrinya menuju ke mobilnya.


Sesampainya di mobil ia langsung membukakan pintu untuk Fatimah. "Masuklah Sayang," katanya lagi. Dan Fatimah pun langsung masuk ke dalam mobilnya. Setelah ia menutup kembali pintu mobilnya, Haidar pun langsung memutari mobilnya menuju ke pintu mobil yang berada di sisi pengemudinya. Lalu ia pun ikut masuk ke dalam mobilnya. Dan tak berapa lama kemudian mobil tampak mulai melaju dengan perlahan-lahan dan meninggalkan tempat perparkiran bandara.

__ADS_1


...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶...


Maaf ya guys 🙏 baru hari ini Ramanda bisa Update kembali. Sebab kemarin ramanda sempat diinfus karena asam lambungnya cukup parah. Tapi Alhamdulillah, ternyata Allah masih memberikan kesempatan Author untuk bisa meneruskan novel ini lagi. Jadi harap maklum ya guys, 🙏 semoga kalian tidak kecewa pada Author. Dan semoga semua para Readersku di berikan kesehatan, 🤲


__ADS_2