RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
ANCAMAN RINDHIMA 2.


__ADS_3

*••••••❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡••••••*


PEMBENCIMU. Dialah yang selalu memiliki 1000 alasan untuk menemukan kekurangan kita, dialah yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari kejelekan kita, dan dialah yang telah menghabiskan sisa usianya dengan menceritakan aib kita.


Tidak perlulah kita sakit hati dengannya, akui saja jika memang kita ini manusia yang penuh dengan kekurangan dan kesalahan. Bahkan coba jika kita renungkan, aib yang nampak dan dibuka oleh mereka itu masih jauh lebih sedikit, dibandingkan dengan aib-aib yang telah Allah tutupi selama ini.


Ketahuilah, sesungguhnya pembencimu adalah dia, yang selalu memiliki waktu untuk memperhatikan segala tingkah laku kita, dialah yang mampu mengoreksi hasil kinerja kita. Meski dengan cara pandang yang berbeda.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶••••••••••••••••••


Setelah mengetahui kalau putrinyalah yang telah merentas perusahaannya. Haidar pun langsung mengajak Leo, untuk kembali ke Mansionnya. Dan setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil yang di kemudikan Leo pun memasuki gerbang Mansion. Dan baru saja mobil berhenti, Haidar yang sepertinya sudah tidak sabaran ingin menemui putrinya. Membuat ia langsung bergegas turun, tanpa menunggu Leo yang membukakan pintu mobil untuknya.


Setelah turun Haidar pun langsung bergegas memasuki mansionnya. Sempatnya di dalam ia langsung mencari Rindhima. Bahkan ia berteriak-teriak memanggil nama putrinya itu.


"Rindhima!! Rindhima! Kamu dimana?!" teriaknya sambil ia bergegas menuju kamarnya Rindhima. Setibanya di kamarnya, ternyata putri kecilnya itu tidak ada disana, "Kemana dia? Kenapa tidak ada! Apakah dia sedang berada di ruang kerjaku? Aah.. sebaiknya aku kesana sajalah!" Haidar pun langsung bergegas menuju ke ruang kerjanya.


Namun ketika ia telah berada di ruang kerjanya, ternyata Rindhima juga tidak ada. Hal itu membuat Haidar semakin kesal. Dan ia pun langsung memanggil semua bawahannya, yang bertugas di mansionnya tersebut. Termasuk para pembantu-pembantunya juga.

__ADS_1


"Butter Markum! Apakah kamu tidak melihat putriku? Kemana Dia! Kenapa tidak ada dimana pun hah?!" tanya Haidar pada kepala pelayannya.


"Eh! Bukankah Nona Rindhi sedang berada di kamarnya Tuan? Soalnya tadi Beliau sempat meminta saya untuk membawakan makanan ke kamarnya Tuan!" balas Markum, merasa heran.


"Tadi Aku sudah mengecek ke kamarnya. Tapi dia tidak ada! Apakah kamu pikir Aku berbohong hah?!" bentak Haidar. Karena ia merasa Markum, seperti tak percaya tak percaya dengan perkataannya.


"Bukan begitu maksud saya Tuan tadi saya cuma..." balas Markum. Namun perkataannya langsung disanggah oleh Haidar.


"Aaah! Sudahlah! Aku nggak mau tahu! Cepat bawa suruh mereka cari Anak itu sekarang juga!!" bentak Haidar, yang tampaknya ia terlihat begitu sangat marah sekali.


"Baiklah Tuan! Saya akan mencari Nona Rindhi sekarang juga!" balas Markum. Namun baru saja ia menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba terdengarlah suara lantang dari seorang anak kecil.


"Tidak Perlu Butler! Karena Rindhi sudah ada disini!" katanya dan dengan spontan Haidar pun langsung menolehkan kepalanya. Dan terlihat Rindhima yang sedang menurunkan anak tangga yang menghubungkan antara lantai satu dan lantai dua.


"Apakah hal itu sangat penting untuk di jawab Daddy? Dan apakah sekarang perusahaan Daddy sudah tidak bermasalah lagikah?" balas Rindhima terdengar begitu datar.


Mendengar perkataan Sang Putri seketika Haidar langsung teringat pada perusahaannya, "Aah.. akhirnya kamu menyinggung juga perusahaan Daddy juga! Itu berarti memang kamukan yang sudah merentas perusahaan Daddy?" tanyanya balik dan dengan wajah yang terlihat sedang berusaha menahan emosinya.


"Kalau iya, apa yang akan Daddy lakukan terhadap Indhi? Apakah Daddy ingin membunuh Indhi sekarang?" tanya Rindhima balik, membuat Haidar langsung tersentak mendengar perkataannya, yang terdengar begitu dingin.

__ADS_1


"Kenapa kamu berkata seperti itu Nak?" tanya Haidar lagi, sambil mengerutkan keningnya.


"Kenapa?" ucap Rindhima mengulangi perkataannya Hidar, sambil ia tersenyum sinis,


"Heh..Pertanyaan yang aneh! Padahal, setahunya Indhi, Daddy langsung menindak bila ada orang yang telah mengusik miliknya Daddy! Seperti Mommy Fatimah, yang hanya, karena Dia lebih dekat dengan Indhi, dari pada Daddy! Hal itu membuat Daddy langsung, mengirimnya pergi, dan bukan hanya itu saja! Bahkan Daddy sanggup membuat keluarganya Momy kesusahan! Dasar tidak punya hati!" ujar Rindhima lagi. Sambil memberikan tatapan yang terlihat begitu geram pada Haidar.


Haidar langsung tersentak mendengar kata-katanya Rindhima. Bahkan Leo yang kebetulan, juga berada disana, ikut terkejut mendengar perkataan keponakannya itu. Ia benar-benar merasa heran, melihat keponakannya yang telah berubah seratus delapan puluh derajat itu. Dan ia juga terlihat tak suka melihat perubahannya itu.


"Nona Rindhi! Kenapa Anda berkata seperti itu Pada Daddy Anda? Itu namanya tidak sopan Nona! Bukankah Anda pernah bercerita pada saya, kalau Nina Fatimah, tidak suka dengan Anak yang melawan pada orangnyakan? Lalu kenapa sekarang Nona malah bersikap tidak baik seperti itu pada Ayahnya Nona?" tanya Leo, yang juga mengingatkan Rindhima akan perkataannya Fatimah.


"Kenapa? Hum.. seharusnya, pertanyaan itu, lebih cocok Daddylah yang bisa menjawabnya! Tapi oke, Indhi akan tetap menjawabnya, khusus untuk Uncle!" kata Rindhima, dengan tatapan yang terlihat tak pernah lekang sekalipun dari wajah Ayahnya. Yang saat ini Haidar juga sedang menatap wajahnya juga.


"Uncle, seorang anak tidak akan pernah melawan orang tuanya, apabila sang orang tua tersebut selalu memberikan kebahagiaan untuknya. Lalu apakah sekarang menurut uncle, Daddy sudah memberikan kebahagiaan untuk Indhi? Iya Indhi akui sih! Kalau Daddy berusaha ingin membahagiakan Indhi, dengan hartanya! Tapi asal Uncle tahu saja, Indhi tak butuh hartanya Daddy, yang takkan pernah bisa membuat Indhi bahagia! Karena kebahagiaan Indhi saat ini ada pada Mommy Fatimah. Tapi Daddy justru telah menghancurkan kebahagiaannya Indhi. Jadi jangan berharap Indhi akan menghormati Daddy!"


Haidar dan Leo langsung tercengang mendengar perkataan Rindhima, yang sudah seperti orang dewasa itu. Dan keduanya terlihat terdiam setelah mendengar perkataan Rindhima. Melihat diamnya sang ayah, Rindhima kembali buka suara.


"Daddy masih ingatkan dengan kata-kata Indhi yang kemarin? Jadi kalau Daddy masih ingin mempertahankan perusahaan Daddy. Maka jadikanlah Aunty Fatimah sebagai Mommynya Indhi! Jadi putuskanlah secepatnya! Karena perusahaan Daddy, tidak bisa menunggu lama!" pungkas Rindhima lalu ia berlalu meninggalkan Haidar dan Leo yang terlihat masih tercengang.


"Huh! Lagi-lagi dia mengancamku!" gumam Haidar sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Setelah mendengar Ancamannya Rindhima lagi.

__ADS_1


...*••••••••••⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶•••••••••*...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰


__ADS_2