RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
SAMBUNG AYAT.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•


PERBAIKI DIRI SENDIRI DAHULU. Kekecewaan adalah buah dari tingginya harapan yang tidak berbanding lurus dengan kenyataan. Kerapkali kita ingin berusaha merubah orang lain, padahal kenyataannya ini bukan wilayah kita.


Sehingga pada akhirnya kita yang akan kecewa, sakit hati, mudah marah dan kehabisan tenaga. Perlu disadari, kita tidak akan bisa mengubah yang di luar diri kita, yang bisa merubah hanyalah Allah. Kita hanya akan bisa merubah apa yang ada dalam diri kita, dan inilah wilayah yang bisa kita kendalikan. Saat kita bisa merubah apa yang ada dalam diri, niscaya Allah merubah apa yang ada di luar diri kita


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•


Setelah mendapatkan perintah dari Abang iparnya. Mau tak mau Leo harus mengantar Yasmin dan Rindhima, ke sekolah TB. Di sepanjang jalan mereka menuju ke perparkiran mobil, Leo selalu mendengus kesal. Karena ternyata, Yasmin dan Rindhima terlihat sedang asyik mengobrol, membuat langkah mereka sedikit melambat. Hal itu membuatnya semakin kesal.


"Haiis.. Kenapa sih semua yang namanya cewek-cewek suka banget bergosip! Udah jalannya kayak keong racun lagi!" gumamnya seraya ia membuka pintu mobilnya. Dan diwaktu yang sama..


"Apa yang uncle katakan? Semua cewek suka bergosip?" tanya Rindhima, yang ternyata ia mendengar gumaman-gumaman Leo tadi. Membuat Leo langsung tersentak mendengar pertanyaannya Rindhima. karena ia tak menyangka kalau rindu dapat mendengar gemamannya tadi.


"Eh! Non Rindhi dengar ya? Hehehe.." tanyanya balik, sambil cengengesan.


"Tidak usah berbasa-basi! Sekarang Katakan! Kata siapa semua wanita suka bergosip, hah?" tanya Rindhima, seraya ia melipat kedua tangannya di bawah dadanya.

__ADS_1


"Ya kan emang faktanya Non. Buktinya saja, tadi saja saya lihat Nona dan Bu gurunya Nona juga begitukan? Saya lihat tadi, Anda berdua sedang bergosipkan? Makanya jalan kalian berdua jadi lambat! Iya kan Nona?" balas Leo, sambil tersenyum miring, dengan tatapan melirik sinis pada Yasmin.


"Huh! Itu namanya Uncle Leo sudah Su'udzon sama kami tau! Orang tadi Indhi, cuma tanya apakah Bu guru Yasmin, dulu sekolahnya bareng Umi apa nggak aja kok! Jadi itu namanya bukan gosip Uncle! Tapi bertanya tau!" kata Rindhima, dengan suara lantangnya. Tampak sekali ia sedang kesal pada Uncle Leonya itu. Karena telah menuduh dirinya dan juga gurunya, sebagai wanita penggosip.


"Ooh gitu ya? Ya sudah Kalau begitu Uncle minta maaf deh! Sekarang Nona masuk ya? Soalnyakan harinya kan semakin siang. Nanti kalau kita sampai sana, mereka pulang gimana hayo? Jadi sekarang Nona masuk ya?" kata Leo, sambil melebarkan pintu mobilnya agar keponakannya itu segera masuk ke dalam mobilnya.


"Huh! Bilang saja Uncle sebenarnya mau mengalihkan pembicaraan, iyakan?" bales Rindhima. membuat Leo langsung terkejut mendengar perkataannya.


"Ay! Tahu aja sih Non? Tapi benaran kok Non, ini sudah siang. Kalau Nona tidak percaya coba saja lihat jamnya saya, nih!" kata Leo lagi sambil menunjukkan jam tangannya, ke Rindhimah.


"Iya iya! Ini juga Indhi mau masuk!" balas Rindhima, yang kemudian ia pun akhirnya masuk kedalam mobilnya. Dan Yasmin bermaksud ingin ikut masuk bersama Rindhima. Namun tiba-tiba tangannya Leo langsung menghalanginya.


"Loh Pak, kok dihalangi sih? Sayakan juga ingin masuk, pak!" protes Yasmin, sambil mengerutkan keningnya, tanda ia merasa heran dengan sikap Leo, yang menurutnya sedikit Aneh itu.


"Iikh! Apaan sih Uncle! Ngelarang-larang ibu guru Yasmin duduk disini? Lagian Indhi tau yang mau Ibu guru duduknya di sini! Soalnya indhi tidak suka duduk sendirian, Uncle! Dan bisa nggak sih Uncle itu bersikap sopan! Bu Yasmin inikan gurunya Indhi, jadi sudah seharusnya Uncle bersikap hormat tau, pada Bu Yasmin!" tegur Rindhima, yang gayanya bak seorang bos yang sedang memarahi bawahannya.


Mendengar perkataan dari Rindhima, Leo seperti terkena tamparan darinya, Iya begitu terkejut melihat keponakannya memarahi dirinya di depan wanita yang amat tidak ia sukai, "Aah.. maaf Nona, saya salah! Kalau begitu silahkan masuk Bu guru!" katanya sedikit menahan kekesalannya.


"Aah.. terima kasih Pak," balas Yasmin. Kemudian ia akhirnya pun langsung masuk ke dalam mobil dan duduk dikursi penumpang dibagian belakang. Dan setelah Yasmin masuk, Rindhima pun langsung segera menyusulnya.

__ADS_1


Setelah keduanya masuk, Leo pun langsung bergegas memutari mobilnya, kemudian ia pun ikut masuk, dan duduk di kursi kemudinya. Dan tak berapa lama, ia pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Selama didalam perjalanannya, Rindhima tak henti-hentinya bertanya, kepada ibu gurunya, tentang awal persahabatannya dengan Umi. Dan akhirnya Yasmin pun menceritakan awal persahabatannya dengan Fatimah. Yang ternyata keduanya bersekolah dipondok pesantren yang sama.


"Wah, berarti Bu Yasmin, seperti umi dong, juga bisa menghafal Al-Qur'an?" tanya Rindhima terlihat begitu antusias.


"Alhamdulillah.. iya Nak. Bahkan kami hafalannya selalu barengan. Terkadang juga kami sering sambung ayat gitu, setiap bertemu. Jadi hafalannya nggak gampang hilang," balas Yasmin dengan penuturan yang terdengar lembut.


"Wah, Indhi juga mau dong, Bu guru, soalnya Indhi, suka lupa, setiap ayat, yang agak susah Bu," ujar Rindhima, yang sepertinya ia sudah memiliki hobi baru ya itu menghafal ayat-ayat suci Al-Qur'an.


"Boleh, emangnya, sekarang juz berapa yang sedang Indhi hafal Nak?" tanya Yasmin dengan lembut.


"Juz tiga puluh Bu guru!"


"Ooh, baiklah, kita sambung ayat ya?"


"Okay Bu!"


Setelah mendengar jawaban dari muridnya, Yasmin pun mulai melantunkan surah An-naba, dan langsung disambung oleh Rindhima. Begitulah seterusnya, keduanya, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, bergitu mendayu-dayu dan terdengar begitu merdu. Membuat Leo ikut terlena mendengarnya. Sehingga matanya sering mencuri-curi pandang dari kaca spionnya.

__ADS_1


...**...


Dan akhirnya gigi author nyut-nyutan 😰 bersambung aje Yee.. sorry ya guys 🙏


__ADS_2