RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
MERAYU AUNTY FATIMAH.


__ADS_3

*••••••❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡••••••*


Sekuat, sekaya, sebijak apapun manusia akan ada saatnya dia akan lemah juga, sehingga perlukan orang lain untuk menguatkannya. Maka janganlah berlaku sombong, karena hidup ini bagaikan roda yang tidak berhenti berputar, ada kalanya ia di atas dan adakalanya di bawah...


“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai oorang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” ( QS.Luqman:18).


Tidak perlulah kita bangga diri dengan apa yang kita miliki sekarang ini, karena semuanya itu hanyalah titipan, pinjaman dari Allah selagi diberi ruang dan waktu. Tidak perlulah menyombongkan diri, karena hanyalah seorang hamba yang lemah & hina. Sesungguhnya bersikap sederhana itu lebih menyenangkan dan rendah hati itu akan lebih mulia di sisi Allah.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•×××××××××××⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶×××××××××ו


Rindhima dan Fatimah, masih terlihat sedang bersenda gurau ditaman sekolah, sambil menunggu waktu jam pulang. Dan disaat mereka sedang tertawa-tawa bahagia. Tiba-tiba terdengar suara bariton seorang pria, yang membuat keduanya langsung terkejut.


"Wah.. seperti kalian sedang bahagia ya? Apa yang sedang kalian bicarakan? Tampak seru banget?"


Mendengar perkataan tersebut, Rindhima maupun Fatimah dengan spontan menoleh ke sumber suara tersebut. Dan terlihatlah oleh mereka seorang pria berjas hitam sedang berdiri sambil melipat kedua tangannya. Dengan wajah yang terlihat sedikit datar.


"Daddy!"


"Tuan Sombong!" sentak Rindhima maupun Fatimah secara bersamaan. membuat pria yang tak lain adalah Haidar itu, langsung mengerutkan dahinya saat melihat keduanya dalam keterkejutan secara kompak.


"Wih.. hebat ya kalian, terkejut saja bisa kompak? Apa karena kalian sekarang sudah akrab hm?" tanya Haidar lagi, seraya ia mengangkat sebelah alisnya.


"Apaan sih Daddy? Jangan ganggu kami deh!" cetus Rindhima, seraya ia melipat kedua tangannya di bawah dadanya.

__ADS_1


"Siapa juga yang mengganggu Nak? Orang Daddy, datang kesini hanya ingin membantu kamu kok!" balas Haidar, seraya ia duduk di bangku tempat Fatimah maupun Rindhima duduk. Namun ia duduk tepat di samping putrinya.


"Membantu Indhi? Maksudnya Daddy apa?" tanya Rindhima dengan wajah polosnya.


"Deddy bermaksud ingin membantu agar seseorang tidak mengingkari janjinya, sama kamu Nak," balas Haidar sambil meirik ke arah Fatimah.


Fatimah yang merasa kalau Haidar sedang menyindir dirinya Iya pun langsung menatap wajah Haidar dengan pandangan yang tak bisa diartikan, "Apa maksud Anda berkata seperti itu Tuan?! Apakah anda berpikir saya tipe orang yang seperti yang anda katakan itu?" tanyanya terdengar ketus.


Haidar tersenyum tipis, tatkala melihat Fatimah telah terpancing oleh perkataannya, "Ya mana saya tahu! Bisa sajakan, Anda tipe orang seperti itu? Karena kan Saya juga tidak mengenal Anda, jadi wajar dong kalau saya curiga?" balasnya, dengan tatapan penuh kecurigaan.


"Maaf Tuan! Tapi Anda salah karena saya bukan tipe orang yang suka ingkar janji! Karena bagi saya, janji adalah hutang! Yang wajib untuk dibayar! Jadi anda tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut!" ujar Fatimah dengan tegas, dan dengan tatapan penuh percaya diri.


Lagi-lagi Haidar tersenyum tipis mendengar perkataan Fatimah yang terdengar begitu ketus dan tegas, "Baiklah saya tidak akan mengkhawatirkan hal itu lagi, asalkan Anda mau mentanda tangani surat kontrak perjanjian Anda dengan putri saya! Gimana, apakah Anda setuju?" tanyanya seraya ia menengadahkan tangannya pada Leo, yang terlihat ia sedang membawa sebuah file ditangannya.


"Surat kontrak? Anda mau mengikat saya dengan itu?" tanya Fatimah, dengan nada datar.


"Kalau saya tidak mau mentanda tangani, apakah artinya.." balas Fatimah, namun Leo langsung menyelanya.


"Nona, pahamilah, surat ini hanya formalitas saja. Dan didalam surat ini kami juga sudah mencantumkan keuntungan bagi Anda, karena telah mengajarkan Nona Rindhi mengaji. Istilahnya ini hanya kontrak kerja, Nona saja kok" jelas Leo lagi.


"Keuntungan? Maksudnya Tuan hendak memberikan saya gaji, karena saya mengajarkan ngaji anak Anda gitu?" tanya Fatimah, dengan wajah penasarannya.


"Benar sekali! Bukankah itu yang menjadi tujuan setiap orang berkerja?" balas Haidar, seraya tersenyum sinis pada Fatimah. Membuat Fatimah menjadi geram melihatnya.


"Maaf Tuan! Anda salah! Tidak semua orang seperti itu! Dan itu termasuk saya! Karena bagi saya mengajarkan mengaji pada anak-anak adalah tabungan amal Saya! Jadi saya tidak pernah sekalipun meminta mereka membayar saya! Dan saya melakukannya dengan ikhlas karena Allah! Jadi bila Anda ingin membayarnya, silahkan cari orang lain saja! Karena saya tidak berminat memakan uang Anda!" pungkas Fatimah seraya ia bangkit dari duduknya, "Permisi!" katanya lagi lalu ia pun berjalan meninggalkan mereka dalam keadaan kesal.

__ADS_1


Melihat Fatimah yang berlalu pergi, membuat Rindhima langsung berdiri, "Aunty!" panggilnya dan bermaksud ingin mengejarnya. Namun tangannya langsung ditarik oleh Haidar.


"Cih dasar wanita angkuh, keras kepala! Padahal untuk kebaikan dia juga, tapi malah menolaknya!" geram Haidar, dengan tatapan masih mengarah ke punggungnya Fatimah. Sambil memegang tangan Rindhima.


"Iiikh! Daddy! Ngapain sih pake datang segala! Bikin kesal aja deh! Lihat tuh gara-gara Deddy Auntynya jadi pergikan!" bentak Rindhima sambil menepis tangan sang Ayah.


"Kok Indhi jadi marah sih sama Daddy? Daddy kan bermaksud baik Nak," balas Haidar, yang sepertinya ia tak suka anaknya menyalahkan dirinya.


"Benar Kata Daddy kamu Non. Coba deh Nona Indhi bayangkan, seandainya Aunty itu mau mentanda tangani surat kontrak tersebut. Aunty itu nantinya bukan hanya mengajarkan Nona, mengaji saja loh. Dia juga pasti akan mengajarkan Nona ilmu bela diri. Bahkan setiap hari Nona bakalan didekat Aunty itu, karena didalam surat tersebut mengatakan Aunty itu harus selalu berada disisinya Nona loh. Bahkan Dia bakalan tinggal di rumah Nona juga. Apa nggak senang tuh Nona, kalau setiap hari bisa berdekatan dengan Aunty hm?" jelas Leo, agar Rindhima mau merayu Fatimah.


Mendengar penjelasan dari Leo mata Rindhima pun langsung berbinar, "Benarkah akan seperti itu Uncle?" tanyanya dengan mata yang masih berbinar.


"Benar Nona! Makanya Nona harus bisa merayu Aunty itu, bisa tidak?" balas Leo, terdengar menantang.


"Oke! Indhi akan merayu Aunty Fatimah, biar dia mau mentanda tangani surat kontrak itu!" balas Rindhima terdengar bersemangat.


"Bagus! Sekarang kejarlah Dia, dan bawalah ini juga oke!" kata Haidar, seraya ia menyerahkan sebuah file pada Rindhima.


"Oke Daddy! Kalau begitu Indhi kejar Aunty Fatimah dulu ya?"


...×××××⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶××××××...


Terus dukung author terus ya guys dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga oke.


HaI guys sambil nunggu yuk mampir ke karyanya🦋LILI ANTI 🦋 Ceritanya keren banget loh guys. Makanya cus buruan, kepoin ya. Dan jangan lupa juga berikan dukungannya juga ya guys 🙏😉

__ADS_1



SYUKRON 🥰🙏


__ADS_2